SUARA UTAMA, Probolinggo – Publik menilai event Peringatan Hari Jadi Kabupaten Probolinggo (Harjakapro) ke 280 Jawa Timur Terindikasi ada udang di balik event tersebut. Di lansir dari tayangan pemberitaan sebelumnya, oknum EO pengelola Event Harjakapro ke 280, area dalam alun alun kota Kraksaan “EM” mengaku Event tersebut Non APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah).23/04/2026.
“Intinya event ini non APBD, ini adalah konsep pentaheli nya pemerintah dan swasta berkolaborasi. Sember pendanaan untuk mengcover kebutuhan selama 10 hari. Kegiatan ini adalah dari sponsor penjualan tenant. “katanya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Statement oknum EO tersebut bertolak belakang dengan data sistem apluod pengadaan barang dan jasa. Di ketahui, Disdikdaya dengan pagu anggaran sekira Rp. 100. 000.000, 00. Non tender, Belanja jasa penyelenggaraan acara (Harjakapro)- perlindungan, Pengembangan, pemanfaatan objek pemajuan kebudayaan – DAU. Serta Belanja makanan dan minuman dengan metode epucarsing sekitar Rp.34.090.000,00.
Tidak hanya itu, DKUPP kabupaten Probolinggo juga menganggarkan dengan pagu anggaran sekira Rp.60. 000. 000,00. Non tender, Belanja jasa penyelenggara acara untuk sub kegiatan pameran dagang Nasional. Dan Dinas Pariwisata sekira Rp. 20.996.900,00. Anggaran dari 3 OPD tersebut bersumber dari APBD.
Walaupun dalam tayangan pemberitaan sebelumnya, oknum EO pengelola Event Harjakapro ke 280 “EM” tidak membenarkan atas informasi yang beredar. perihal, tarif dugaan sewa menyewa “Wahana Sanjaya” dan Tenda tenda kerucut di area alun alun kota Kraksaan. Namun, Publik Menilai Event tersebut terindikasi di manfaatkan oleh oknum untuk meraup ke untungan pribadi.
Narasumber team media, yang setiap malam nya berada di event Harjakapro ke 280. Namun, Ia meminta agar identitas nya tidak di publikasikan. Momentum tersebut diduga kuat ada oknum yang memanfaatkan demi mendapatkan ke untungan pribadi. Pasal nya selain dugaan sewa menyewa, OPD juga menggelontorkan anggaran.
“Kami sebagai warga masyarakat kabupaten Probolinggo menduga ada oknum yang memanfaatkan momentum ini. Selain dugaan sewa menyewa Wahana Sanjaya dan tenda Kerucut dengan nominal yang lumayan besar. Ternyata beberapa OPD menganggarkan juga untuk event Harjakapro ini. “Ucap nya.
Aktivis asli kelahiran kabupaten Probolinggo “AD” Meminta agar OPD yang telah menggelontorkan anggaran agar supaya transparan dan terbuka untuk publik. Ia juga meminta oknum EO pengelola Event juga terbuka agar supaya tidak ada kesan bagi bagi angpao di belakang panggung.
“Anggaran yang di gelontor oleh OPD ini harus jelas dan Transparan, di peruntukan apa saja. Begitu pula, oknum EO pengelola Event, Harus terbuka untuk publik, dari sponsor dapat berapa dan untuk apa?. Hasil sewa menyewa wahana dan tenda kerucut dapat berapa dan untuk apa?. Jangan sampai ada kesan bagi bagi angpao di belakang panggung. “Tegas nya.
Penulis : Ali Misno











