Aliansi Masyarakat Karawang Jabar Menuntut Ketegasan Pemkab Menutup TNM

- Publisher

Rabu, 10 Juni 2026 - 20:18 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: Aliansi Masyarakat Karawang Jawa Barat Menuntut Ketegasan Pemkab Menutup Theater Night Mart (Imanuddin Kamil/SUARA UTAMA)

FOTO: Aliansi Masyarakat Karawang Jawa Barat Menuntut Ketegasan Pemkab Menutup Theater Night Mart (Imanuddin Kamil/SUARA UTAMA)

SUARA UTAMA, Karawang – Aksi demonstrasi digelar Aliansi Masyarakat Karawang (AMK), Rabu, 10 Juni 2026 di depan Pemda Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Ribuan warga dari berbagai elemen masyarakat Karawang ini bergerak menyampaikan tuntunan yang sama, menuntut penutupan permanen tempat hiburan malam Theater Night Mart (TNM) yang disebut-sebut diduga menjadi tempat pesta sesama jenis.

Lowongan Wartawan dan Jurnalis Media Online Nasional 2026
Lowongan Wartawan dan Jurnalis Media Online Nasional 2026

Masa berkumpul sejak pagi hari di Masjid Al-Jihad yang menjadi titik kumpul peserta aksi. Dan tepat pukul 09.00 WIB masa kemudian bergerak menuju kantor Bupati Karawang yang menjadi lokasi unjuk rasa. Aksi masa damai ini mendapatkan dukungan penuh dari Majlis Ulama Indonesia Karawang. Tampak KH. Tajuddin Noor, Ketua MUI Kabupaten Karawang berada di antara deretan orator aksi.

Dalam orasinya beliau mengingatkan bahayanya perbuatan kaum Sodom yang dapat mengundang siksa Allah. “Apakah kita menginginkan akibat segelintir yang berbuat tidak bermoral di taman hiburan malam di Tuparev akan mendatangkan murka Allah kepada kita seperti yang dialami kaum Nabi Luth?. Tentu kita tidak menginginkan,” tegasnya.

Karena itu KH. Tajuddin menjelaskan bahwa kedatangannya bersama pimpinan berbagai organisasi masyarakat di Karawang sebagai wujud kepeduliannya terhadap kondisi moral dan sosial di Karawang dengan aksi yang bermartabat.

Beberapa hari ini warga Karawang sempat dihebohkan oleh video viral yang mempertontonkan beberapa pemuda berulah tak senonoh dalam pesta sesama jenis yang diduga dilakukan di lokasi TNM. Konon kabarnya pelaku yang berjumlah lima orang telah ditangkap aparat kepolisian dan sedang dalam proses pemeriksaan dijadikan tersangka.

BACA JUGA :  Berbagi Hewan Kurban, Wujud Kepedulian Polri untuk Masyarakat

Penutupan TNM Harga Mati

Perwakilan pengunjuk rasa akhirnya diterima oleh Ketua DPRD Endang Sodikin bersama beberapa Pejabat di lingkungan Pemda bertempat di lantai 3 kantor Bupati. Sementara itu Bupati dan Sekda dikabarkan sedang tugas di luar daerah.

Kordinator Aksi Cecep Jasim dalam pertemuan tersebut meminta ketegasan pemerintah untuk menutup tempat hiburan yang telah mencoreng masyarakat Karawang ini. Lebih dari itu yang terpenting menurutnya bagaimana sikap kita untuk menyelamatkan generasi muda di Karawang, supaya menjadi kepedulian bersama. Sebelumnya Cecep juga sempat meminta dihadirkan pihak kepolisian, Kapolres ataupun yang mewakili untuk memberikan keterangan terkait para tersangka yang sudah ditangkap.

Pemerintah dan perwakilan Dewan berjanji menyerap aspirasi masyarakat dan menegaskan akan menutup TNM. Perdebatan sengit sempat mencuat dalam audiensi tersebut terkait penutupan sementara. Masa mempertanyakan kata sementara, kenapa bukan penutupan permanen. Alasan yang disampaikan unsur pemerintah dan juga perwakilan Dewan adalah terkait regulasi dan perizinan yang bukan sepenuhnya wewenang daerah.

BACA JUGA :  PWI Provinsi Jambi Lakukan PAW Kepengurusan 2025–2027, Sejumlah Jabatan Strategis Bergeser

Meski demikian, DPRD memastikan akan terus mengawal aspirasi masyarakat dan menindaklanjutinya serta memberikan perhatian serius pada proses yang sedang berjalan ini.

Peserta asksi juga dalam kesempatan ini menyerahkan tuntutan tertulis yang memuat semua aspirasi dan usulan masyarakat yang dituangkan dalam draft yang merupakan hasil musyawarah bersama sejumlah organisasi dan elemen masyarakat. Draft aspirasi ini diharapkan menjadi perhatian pemerintah dan pijakan rekomendasi dalam mengambil kebijakan pemerintah daerah terutama dalam menciptakan kota Karawang yang religius.

Penulis : Imanuddin Kamil

Editor : Andre Hariyanto

Sumber Berita: Wartawan Suara Utama

Berita Terkait

PC IMM Majene Kecam Penangkapan Dua Aktivis Penolak TPA Salurano, Desak Evaluasi Kapolres Mamasa
Menjadi Manusia yang Bermanfaat dan Berjiwa Penolong
Warga Sebut Aktivitas PETI di Bangko Tinggi Diduga Milik Tekun, Bantaran Sungai Merangin Kian Rusak
Babak Akhir Gugatan Eks Kades Sungai Kapas, Bukti Baru Perkuat Dalil SK Pemberhentian Cacat Hukum
Penegasan Kewarganegaraan Diserahkan di Bitung, Kabapelkum Hadiri Prosesi
Ketua Umum FOR SANTRI Kukuhkan Pengurus Subkorwil V Jawa Timur di Kota Batu
AMAN Majene Dorong Penetapan Hutan Adat, Tiga Komunitas Adat Resmi Ajukan Usulan ke Kementerian Kehutanan
Ayo Gabung! Persatuan Kelana Alam Indonesia Buka Open Recruitment Kepengurusan Tahun 2026
Berita ini 48 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 14:54 WIB

PC IMM Majene Kecam Penangkapan Dua Aktivis Penolak TPA Salurano, Desak Evaluasi Kapolres Mamasa

Sabtu, 25 Juli 2026 - 11:55 WIB

Menjadi Manusia yang Bermanfaat dan Berjiwa Penolong

Jumat, 24 Juli 2026 - 20:18 WIB

Warga Sebut Aktivitas PETI di Bangko Tinggi Diduga Milik Tekun, Bantaran Sungai Merangin Kian Rusak

Jumat, 24 Juli 2026 - 19:20 WIB

Babak Akhir Gugatan Eks Kades Sungai Kapas, Bukti Baru Perkuat Dalil SK Pemberhentian Cacat Hukum

Jumat, 24 Juli 2026 - 16:49 WIB

Penegasan Kewarganegaraan Diserahkan di Bitung, Kabapelkum Hadiri Prosesi

Berita Terbaru

FOTO: Momen Penulis Mas Andre Hariyanto bersama sahabat santri Pesantren Bisnis Indonesia Malang Raya (Dok. Internal/SUARA UTAMA)

Artikel

Menjadi Manusia yang Bermanfaat dan Berjiwa Penolong

Sabtu, 25 Jul 2026 - 11:55 WIB

mancingjitu slot thailand slot thailand