Warga Sebut Aktivitas PETI di Bangko Tinggi Diduga Milik Tekun, Bantaran Sungai Merangin Kian Rusak

- Publisher

Jumat, 24 Juli 2026 - 20:18 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

SUARA UTAMA,Merangin – Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di kawasan Bangko Tinggi Kelurahan Dusun Bangko, Kecamatan Bangko, Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi. kembali menjadi sorotan masyarakat. Aktivitas yang diduga menggunakan alat berat jenis ekskavator itu disebut-sebut telah memporak-porandakan bantaran Sungai Merangin dan menimbulkan kerusakan lingkungan yang semakin mengkhawatirkan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini di lapangan, sejumlah warga setempat mengaku resah dengan maraknya aktivitas penambangan emas ilegal yang dinilai berlangsung secara terang-terangan tanpa memikirkan dampak terhadap kelestarian alam maupun keselamatan masyarakat di masa mendatang.

Salah seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan menyebut bahwa aktivitas PETI di kawasan Bangko Tinggi diduga milik seorang warga Merangin bernama Tekun.

“Setahu kami, aktivitas PETI di Bangko Tinggi itu milik Tekun. Dia bukan orang baru di dunia tambang emas ilegal di Merangin. Selain diduga memiliki aktivitas tambang, warga juga menduga dia menjadi penampung emas hasil PETI,” ujar warga tersebut.

Pernyataan tersebut merupakan keterangan warga dan hingga berita ini diturunkan belum memperoleh konfirmasi dari pihak yang disebutkan.

Warga juga mengaku heran lantaran aktivitas penambangan tersebut berada tidak jauh dari kawasan perkotaan. Mereka mempertanyakan mengapa aktivitas yang menggunakan alat berat itu seolah terus berjalan.

“Kami menduga ada orang kuat di belakang aktivitas ini. Sebab selama ini aktivitasnya tetap berjalan dan Tekun disebut-sebut selalu luput dari razia aparat. Lokasinya pun tidak jauh dari pusat kota. Rasanya sulit dipercaya kalau aktivitas sebesar ini tidak diketahui,” ungkap warga.

BACA JUGA :  Diduga Pungut Iuran dari Bos PETI untuk Rehab Jembatan Gantung, Pemdes Mudo Jadi Sorotan Publik

Akibat aktivitas tersebut, menurut warga, bantaran Sungai Merangin mengalami kerusakan cukup parah. Air sungai yang sebelumnya dimanfaatkan masyarakat kini disebut semakin keruh, sementara kawasan sekitar sungai mengalami perubahan bentang alam akibat pengerukan menggunakan alat berat.

Masyarakat menilai eksploitasi sumber daya alam tanpa izin hanya menguntungkan segelintir pihak, sementara dampak kerusakan lingkungan akan ditanggung masyarakat luas. Mereka khawatir apabila kondisi ini terus dibiarkan, risiko bencana seperti longsor, abrasi bantaran sungai, hingga banjir akan semakin besar.

“Kalau alam sudah hancur dan bencana datang, siapa yang akan menanggung kerugiannya? Pengusaha hanya mengambil keuntungan, sedangkan masyarakat yang menerima dampaknya,” kata warga.

BACA JUGA :  Diduga Milik Cuncun, Aktivitas PETI dan Galian C di Kecamatan Tabir Kembali Jadi Sorotan

Atas kondisi tersebut, masyarakat meminta Aparat Penegak Hukum, khususnya Polres Merangin dan Polda Jambi, segera turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan serta penindakan terhadap aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Bangko Tinggi sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Selain melakukan penegakan hukum, warga juga berharap pemerintah dan instansi terkait segera mengambil langkah nyata untuk memulihkan kerusakan lingkungan yang terjadi di bantaran Sungai Merangin agar kerusakan tidak semakin meluas.

Hingga berita ini diterbitkan, media ini masih berupaya menghubungi Tekun guna meminta konfirmasi dan tanggapan atas informasi serta dugaan yang disampaikan warga. Media ini juga membuka ruang hak jawab bagi pihak yang disebut sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Penulis : Ady Lubis

Sumber Berita: Wartawan Suara Utama

Berita Terkait

Kapolres Bitung Pimpin Upacara Taptu Jelang HUT RI ke-81BITUNG 
Sabrani, Harahap dan Karni Disebut dalam Dugaan Aktivitas Dompeng di Kederasan Panjang, Publik Tunggu Tindakan Polisi
Semangat HUT ke-81 RI, Pekan Olahraga Lapas Bangko Resmi Ditutup
Maba UNILA Diduga Dihalangi Menjalankan Salat, Masyarakat Minta Panitia Dievaluasi
Ibarat Ingkar Janji, Jadwal Mati Listrik Buntok Kembali Molor Usai Sepakat Berakhir 5 Agustus
Waspada Modus Penipuan Sewa Vila
Bedah Rumah Lapas Sarolangun dan BAZNAS Hadirkan Hunian Layak bagi Warga Aur Gading
Bapelkum Bitung “Go to Campus”, Perkuat Sinergi dengan Universitas Klabat dalam Edukasi Hukum
Berita ini 92 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 20:56 WIB

Kapolres Bitung Pimpin Upacara Taptu Jelang HUT RI ke-81BITUNG 

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 20:25 WIB

Sabrani, Harahap dan Karni Disebut dalam Dugaan Aktivitas Dompeng di Kederasan Panjang, Publik Tunggu Tindakan Polisi

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 18:59 WIB

Semangat HUT ke-81 RI, Pekan Olahraga Lapas Bangko Resmi Ditutup

Jumat, 14 Agustus 2026 - 20:57 WIB

Maba UNILA Diduga Dihalangi Menjalankan Salat, Masyarakat Minta Panitia Dievaluasi

Kamis, 13 Agustus 2026 - 23:18 WIB

Ibarat Ingkar Janji, Jadwal Mati Listrik Buntok Kembali Molor Usai Sepakat Berakhir 5 Agustus

Berita Terbaru

Berita Utama

Kapolres Bitung Pimpin Upacara Taptu Jelang HUT RI ke-81BITUNG 

Sabtu, 15 Agu 2026 - 20:56 WIB

Oplus_131072

Berita Utama

Semangat HUT ke-81 RI, Pekan Olahraga Lapas Bangko Resmi Ditutup

Sabtu, 15 Agu 2026 - 18:59 WIB

mancingjitu slot thailand slot thailand https://www.marcopolodijon.com/