SUARA UTAMA, Tanggamus – Sebanyak 30 Taman Baca Masyarakat (TBM) yang tergabung dalam Forum Taman Baca Masyarakat (Forum TBM) Kabupaten Tanggamus mengikuti kegiatan Skema Kolaborasi TBM Tanggamus dengan tema “Akselerasi Literasi Berbasis Kearifan Lokal”, Ahad (6/9/2026).

Kegiatan yang digelar oleh Pojok Baca Armel tersebut melibatkan Forum TBM Kabupaten Tanggamus, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Tanggamus, serta Relawan Literasi Masyarakat (Relima) Tanggamus.
Acara dibuka Ketua Dewan Penasehat Forum TBM Kabupaten Tanggamus, Akhmadi Sumaryanto. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pojok Baca Armel yang telah menginisiasi kegiatan kolaborasi tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua Pojok Baca Armel, Salma Martina, S.Pd.Gr., dalam laporannya mengatakan, Skema Kolaborasi TBM merupakan bagian terakhir dari rangkaian program Akselerasi Literasi Berbasis Kearifan Lokal.
Sebelumnya, rangkaian kegiatan tersebut telah diisi dengan bimbingan penulisan cerita lokal bagi guru serta kegiatan membaca nyaring (read aloud) bagi siswa dan guru TK/PAUD.
“Rangkaian kegiatan ini terlaksana berkat kerja sama antara Kemendikdasmen, Forum TBM Tanggamus, dan Relawan Literasi Masyarakat (Relima) Tanggamus,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Forum TBM Tanggamus, Zonizar, menyoroti kondisi Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Kabupaten Tanggamus yang dinilai masih perlu ditingkatkan.
Menurutnya, posisi Kabupaten Tanggamus berada di sekitar peringkat 11 atau 12 dari kabupaten/kota se-Provinsi Lampung.
Karena itu, ia berharap kegiatan kolaborasi antarpemangku kepentingan tersebut dapat menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan IPLM Kabupaten Tanggamus.
Dorong Kolaborasi dan Kemitraan TBM
Materi pertama disampaikan Johan Wahyudi MS, S.IPem., ST., MT., selaku Kepala Bidang Pengembangan Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Tanggamus.
Ia menyampaikan materi mengenai Skema Kolaborasi dan Kemitraan TBM dengan Berbagai Pemangku Kepentingan.
Dalam paparannya, Johan menjelaskan sejumlah agenda pengembangan literasi yang tengah dipersiapkan Kabupaten Tanggamus, salah satunya Festival Literasi Tanggamus 2026 yang mengangkat tema “Kearifan Lokal”.
Puncak Festival Literasi Tanggamus direncanakan berlangsung pada Oktober 2026. Sejumlah rangkaian kegiatan telah dilaksanakan, di antaranya lomba bertutur, lomba video konten literasi, lomba perpustakaan, serta lomba menulis tentang kearifan lokal.
Salah satu agenda pada puncak kegiatan tersebut adalah peluncuran buku hasil bimbingan teknis serta penyerahan hadiah kepada para pemenang lomba.
Johan juga mengungkapkan salah satu tantangan dalam pengembangan literasi di Kabupaten Tanggamus adalah keterbatasan anggaran pada Dinas Perpustakaan.
Menurutnya, anggaran yang diajukan kerap mengalami pengurangan sehingga sejumlah program yang telah direncanakan tidak dapat dilaksanakan secara optimal.
Selama ini, pendanaan berbagai kegiatan literasi juga banyak mengandalkan dukungan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), Dana Alokasi Khusus (DAK), serta sumber pendanaan lain yang tidak mengikat.
Perkuat Administrasi Rumah Baca
Materi kedua disampaikan Amin Budi Utomo, S.Pd.I., yang membahas pendampingan pembuatan NPWP bagi rumah baca.
Ia menekankan pentingnya penguatan administrasi bagi perpustakaan dan rumah baca. Lemahnya administrasi dinilai dapat menjadi salah satu kendala dalam pengembangan dan pengelolaan lembaga literasi.
Sesi tanya jawab berlangsung interaktif. Salah seorang peserta, Suciati, M.Pd., dari Rumah Baca Umi Uchi, menyampaikan komitmen para relawan literasi untuk terus bergerak mendorong kemajuan literasi di Kabupaten Tanggamus.
Menurutnya, gerakan literasi selama ini tetap berjalan meskipun menghadapi keterbatasan dukungan pendanaan.
Wakil Bupati: Kemajuan Tanggamus Tanggung Jawab Bersama
Rangkaian kegiatan ditutup oleh Wakil Bupati Tanggamus, Agus Suranto.
Dalam sambutan penutupan, Agus menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kontribusi para relawan literasi yang selama ini turut menggerakkan kegiatan di berbagai wilayah Kabupaten Tanggamus.
Ia mengaku tidak mudah apabila pemerintah daerah harus mengunjungi satu per satu TBM yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Tanggamus. Karena itu, keberadaan para relawan dan pengelola TBM dinilai memiliki peran penting dalam memperluas akses dan gerakan literasi masyarakat.
Agus juga menyampaikan dukungan agar pada 2027 semakin banyak rumah baca yang mampu menyelenggarakan berbagai kegiatan literasi di wilayahnya masing-masing.
Ia menegaskan, kemajuan Kabupaten Tanggamus bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan seluruh masyarakat.
“Karena itu, kolaborasi diperlukan, seperti kegiatan Kolaborasi TBM Tanggamus hari ini,” demikian disampaikan dalam sambutan penutupan.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk sinergi antara pemerintah, komunitas literasi, TBM, rumah baca, relawan, dan berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat budaya literasi sekaligus mengangkat kearifan lokal Kabupaten Tanggamus.
Penulis : Akhmadi Sumaryanto
Editor : Andre Hariyanto
Sumber Berita: Wartawan Suara Utama











