Menjadi Manusia yang Bermanfaat dan Berjiwa Penolong

Sebaik-Baik Manusia adalah yang Bermanfaat dan Saling Menolong Sesama

- Publisher

Sabtu, 25 Juli 2026 - 11:55 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: Momen Penulis Mas Andre Hariyanto bersama sahabat santri Pesantren Bisnis Indonesia Malang Raya (Dok. Internal/SUARA UTAMA)

FOTO: Momen Penulis Mas Andre Hariyanto bersama sahabat santri Pesantren Bisnis Indonesia Malang Raya (Dok. Internal/SUARA UTAMA)

Oleh: Mas Andre Hariyanto, Abu Zhafran Saif Ghazi Al – Amin & Zahwa Qarira Nazhira

SUARA UTAMA Dalam kehidupan bermasyarakat, setiap manusia memiliki kesempatan untuk memberikan manfaat bagi orang lain. Harta, ilmu, tenaga, waktu, bahkan senyuman yang tulus dapat menjadi bentuk kebaikan yang bernilai ibadah apabila dilakukan dengan niat karena Allah SWT.

Kesempatan Bergabung di Redaksi Media Online Suara Utama menjadi Jurnalis & Penulis (Dok. Lowongan Pekerjaan/SUARA UTAMA)
Kesempatan Bergabung di Redaksi Media Online Suara Utama menjadi Jurnalis & Penulis (Dok. Lowongan Pekerjaan/SUARA UTAMA)

Rasulullah SAW memberikan teladan yang sangat mulia melalui sabdanya:

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.” (HR. Ahmad, Ath-Thabrani, dan Ad-Daruquthni)

Hadis tersebut mengajarkan bahwa ukuran kemuliaan seseorang bukan semata-mata karena jabatan, kekayaan, atau popularitasnya. Kemuliaan sejati justru terletak pada sejauh mana dirinya mampu menghadirkan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.

BACA JUGA :  Air Laut Surut Mendadak Dan naik/ pasang, secara cepat tidak seperti biasa. Usai Gempa, Warga Pesisir Berau Panik.

Islam juga mengajarkan pentingnya semangat saling membantu dalam kebaikan. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an Surah Al-Ma’idah ayat 2:

“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan.”

Ayat tersebut menjadi pedoman bahwa setiap bentuk pertolongan hendaknya diarahkan untuk menciptakan kebaikan, mempererat persaudaraan, serta menghadirkan solusi bagi sesama.

Di tengah berbagai tantangan kehidupan saat ini, sikap peduli dan saling membantu menjadi kebutuhan yang sangat penting. Masih banyak masyarakat yang membutuhkan uluran tangan, baik dalam bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial, maupun kemanusiaan. Setiap orang memiliki kesempatan untuk menjadi bagian dari solusi sesuai kemampuan yang dimiliki.

BACA JUGA :  Warkop Anggota DPR RI di Pettarani Tak Aman, Helm Wartawan Hilang Digondol Maling

Menolong orang lain tidak selalu harus dengan materi. Memberikan ilmu yang bermanfaat, menjadi relawan, menyebarkan informasi yang benar, memberikan motivasi, membantu tetangga yang kesulitan, hingga menjaga lingkungan tetap bersih merupakan bentuk nyata kepedulian sosial.

Lebih dari itu, kebiasaan membantu sesama juga akan menumbuhkan rasa empati, memperkuat persatuan, dan menciptakan kehidupan yang harmonis. Masyarakat yang saling peduli akan lebih tangguh dalam menghadapi berbagai persoalan dibandingkan masyarakat yang hidup secara individual.

Sebagai bangsa yang dikenal dengan budaya gotong royong, semangat saling tolong-menolong merupakan warisan luhur yang harus terus dijaga. Nilai tersebut selaras dengan ajaran agama sekaligus menjadi fondasi dalam membangun masyarakat yang adil, sejahtera, dan penuh kasih sayang.

BACA JUGA :  Fajar Ahmad Wahyuddin Diberhentikan, Media Suara Utama Terbitkan Stop Press Resmi

Mari jadikan hidup ini lebih bermakna dengan menghadirkan manfaat bagi sebanyak mungkin orang. Tidak perlu menunggu menjadi kaya atau memiliki kedudukan tinggi untuk berbuat baik. Mulailah dari hal-hal sederhana yang dapat dilakukan setiap hari, karena setiap kebaikan sekecil apa pun akan bernilai di sisi Allah SWT.

Semoga kita semua termasuk golongan manusia yang dicintai Allah SWT karena senantiasa memberi manfaat, menebarkan kebaikan, dan gemar menolong sesama tanpa membeda-bedakan suku, agama, ras, maupun latar belakang sosial. Sebab, sebaik-baik manusia adalah mereka yang kehadirannya membawa manfaat bagi kehidupan orang lain.

Penulis : Zhafran Saif Ghazi Al-Amin

Editor : Zahwa Qarira Nazhira

Sumber Berita: Redaksi Suara Utama

Berita Terkait

PC IMM Majene Kecam Penangkapan Dua Aktivis Penolak TPA Salurano, Desak Evaluasi Kapolres Mamasa
Warga Sebut Aktivitas PETI di Bangko Tinggi Diduga Milik Tekun, Bantaran Sungai Merangin Kian Rusak
Babak Akhir Gugatan Eks Kades Sungai Kapas, Bukti Baru Perkuat Dalil SK Pemberhentian Cacat Hukum
Penegasan Kewarganegaraan Diserahkan di Bitung, Kabapelkum Hadiri Prosesi
Ketua Umum FOR SANTRI Kukuhkan Pengurus Subkorwil V Jawa Timur di Kota Batu
AMAN Majene Dorong Penetapan Hutan Adat, Tiga Komunitas Adat Resmi Ajukan Usulan ke Kementerian Kehutanan
Ayo Gabung! Persatuan Kelana Alam Indonesia Buka Open Recruitment Kepengurusan Tahun 2026
Masyarakat Adat Majene Desak Percepatan Pengesahan RUU Masyarakat Adat
Berita ini 38 kali dibaca
Sebaik-Baik Manusia adalah yang Bermanfaat dan Saling Tolong-Menolong kepada Sesama

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 14:54 WIB

PC IMM Majene Kecam Penangkapan Dua Aktivis Penolak TPA Salurano, Desak Evaluasi Kapolres Mamasa

Sabtu, 25 Juli 2026 - 11:55 WIB

Menjadi Manusia yang Bermanfaat dan Berjiwa Penolong

Jumat, 24 Juli 2026 - 20:18 WIB

Warga Sebut Aktivitas PETI di Bangko Tinggi Diduga Milik Tekun, Bantaran Sungai Merangin Kian Rusak

Jumat, 24 Juli 2026 - 19:20 WIB

Babak Akhir Gugatan Eks Kades Sungai Kapas, Bukti Baru Perkuat Dalil SK Pemberhentian Cacat Hukum

Jumat, 24 Juli 2026 - 16:49 WIB

Penegasan Kewarganegaraan Diserahkan di Bitung, Kabapelkum Hadiri Prosesi

Berita Terbaru

FOTO: Momen Penulis Mas Andre Hariyanto bersama sahabat santri Pesantren Bisnis Indonesia Malang Raya (Dok. Internal/SUARA UTAMA)

Artikel

Menjadi Manusia yang Bermanfaat dan Berjiwa Penolong

Sabtu, 25 Jul 2026 - 11:55 WIB

mancingjitu slot thailand slot thailand