lk21slot777slot777slottoto 4dslot thailandslotslot gacor hari inislot gacorslot gacorslot thailandzonawin777zonawin777zonawin777slot777link slot gacor hari inizonawin777slot777slot gacorslot gacorslotzonawin777slot thailandslot gacorslot thailandslot thailandslot thailandsitus totositus totozonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777Zonawin777Zonawin777Zonawin777zonawin777Zonawin777Zonawin777Zonawin777Zonawin777Zonawin777tempur777slot gacorslot gacorslot gacorslot gacorslot gacoratatotoatatotototo 4dtoto 4dtoto 4dtoto 4dtoto 4dtoto 4dtoto 4dtoto 4dtogel 4dtogel 4datatotototo 4dtoto 4dtoto 4datatotototo 4dtoto 4d

Misteri Enam Jam di Makodim Sarko, Warga Merangin Keluar dengan Kondisi Mengenaskan

- Publisher

Selasa, 2 Juni 2026 - 23:51 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

SUARA UTAMA,Merangin – Dugaan tindak penganiayaan yang melibatkan oknum anggota TNI kembali mencuat di Kabupaten Merangin, Jambi. Seorang warga bernama Rendy saat ini harus menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Kolonel Abunjani Bangko setelah diduga menjadi korban penganiayaan di lingkungan Markas Komando Distrik Militer (Makodim) 0420/Sarko, Selasa (2/6/2026).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Rendy diduga berada di Makodim 0420/Sarko sejak sekitar pukul 10.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB. Selama berada di lokasi tersebut, korban diduga mengalami tindakan kekerasan yang mengakibatkan luka memar dan lebam di berbagai bagian tubuh, mulai dari kepala, mulut, punggung, tangan hingga kaki. Akibat kejadian itu, kondisi fisik korban melemah dan mengalami keluhan pusing serta pandangan kabur.

Kuasa hukum korban, Andrianto, SH, MH, yang didampingi keluarga korban melalui Furqon, mengatakan dirinya mendapat kuasa untuk mendampingi Rendy setelah menerima informasi mengenai kejadian tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saat kami melakukan pengecekan dan berkomunikasi dengan pihak terkait, akhirnya kami menemukan Rendy berada di salah satu ruangan. Kondisinya sangat memprihatinkan. Kami melihat terdapat lebam di sejumlah bagian tubuh, mulai dari punggung, mulut, kepala, tangan, kaki hingga hampir seluruh tubuhnya,” ujar Andrianto kepada awak media.

BACA JUGA :  Kebakaran Gunung Kawi-Butak hingga Arjuno, Yayasan Suara Utama Indonesia Serukan Kepedulian

Menurut Andrianto, apapun latar belakang persoalan yang terjadi, tindakan penganiayaan tidak dapat dibenarkan dan harus diproses sesuai hukum yang berlaku.

“Apakah ini terkait persoalan pribadi atau hal lainnya, itu masih belum jelas. Namun yang pasti, penganiayaan adalah perbuatan yang dilarang keras. Saat ini kami masih fokus pada pemulihan kondisi korban dan menunggu keterangannya setelah kesehatannya membaik,” tegasnya.

Sementara itu, saat ditemui di rumah sakit, Rendy menceritakan kronologi yang dialaminya sebelum dibawa ke Makodim 0420/Sarko. Menurut pengakuannya, peristiwa bermula ketika seorang perempuan datang ke kontrakannya yang berada di kawasan dekat SMP Negeri 4 Merangin pada Selasa pagi.

“Saya sedang tidur. Pagi itu ada seorang perempuan datang ke kos. Kami tidak tahu kalau dia ternyata istri seorang anggota TNI. Saat itu kami hanya menyuruh dia duduk karena kami sedang membersihkan kotoran kucing yang ada di dekat pintu,” ujar Rendy.

BACA JUGA :  Pererat Silaturahmi Internal, Polres Barito Selatan Peringati Hari Kemerdekaan Lewat Lomba Hiburan

Tidak lama kemudian, kata Rendy, sejumlah orang yang diduga anggota TNI datang dan mengetuk pintu kontrakannya dengan keras.

“Mereka gedor-gedor pintu. Saya jawab tunggu sebentar karena masih memegang sekop dan gayung untuk membersihkan kotoran kucing. Setelah itu sekitar tujuh orang datang dan langsung membawa saya ke Kodim,” katanya.

Di Makodim 0420/Sarko, Rendy mengaku mendapat tekanan dan tindakan kekerasan saat dimintai pengakuan terkait hubungannya dengan perempuan tersebut.

“Saya disuruh mengaku. Di situ saya diinjak, dipukul. Kepala saya dipukul menggunakan kayu. Bahkan alat vital saya juga disiksa. Kejadiannya dari sekitar pukul 10 pagi sampai menjelang pukul 5 sore,” ungkapnya.

Rendy menjelaskan bahwa dirinya mengenal perempuan tersebut karena yang bersangkutan mengaku telah berstatus janda dan bercerai dari suaminya.

“Saya kenal karena dia bilang sudah janda dan sudah bercerai. Bahkan saya sudah berusaha menjauh karena khawatir nanti dicari suaminya. Dia sempat menghubungi saya setelah melihat status yang saya unggah di media sosial dan mengajak bertemu. Pagi itu dia datang ke kos saat saya masih tidur,” jelasnya.

BACA JUGA :  Founder Suara Utama Resmikan Reformasi Struktur Manajemen Redaksi Periode 2026 - 2027

Setelah kuasa hukum dan keluarganya datang, Rendy kemudian dibawa ke Polres Merangin untuk proses lebih lanjut sebelum akhirnya menjalani perawatan medis akibat kondisi kesehatannya yang menurun.

Andrianto mengatakan pihaknya telah mendokumentasikan kondisi korban melalui foto dan video sebagai bagian dari bukti yang akan digunakan dalam proses hukum. Ia juga meminta agar penyelidikan dilakukan secara profesional dan transparan.

Sementara itu, keluarga korban berharap Polisi Militer (PM) maupun pihak berwenang lainnya dapat mengusut tuntas dugaan penganiayaan tersebut dan memberikan kepastian hukum kepada korban.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Kodim 0420/Sarko terkait dugaan penganiayaan tersebut. Saat ditanya apakah sudah ada pihak Kodim yang datang menjenguknya selama menjalani perawatan di rumah sakit, Rendy menjawab singkat, “Belum.”

Kasus ini kini masih menunggu proses penyelidikan lebih lanjut dari pihak berwenang guna mengungkap fakta dan kronologi sebenarnya dari peristiwa tersebut.

Penulis : Ady Lubis

Sumber Berita: Wartawan Suara Utama

Berita Terkait

Ketua Panitia Ungkap Perjuangan Umat Persiapkan Peresmian Gereja Paroki Idakebo
Uskup Timika Bernadus Pemberkatan Goa Maria di Paroki Idakebo
Indonesia Gelar Dialog Global Tata Kelola Royalti Hak Cipta Lintas Negara di Era Digital
Yohanes Degei Tegaskan Ketertiban Ketertiban Jelang Peresmian Gereja Katolik Idakebo
Kepsek Ancelina: HUT ke-63 Jadi Momentum Kemajuan Pendidikan SMP YPPK Fransiskus Moanemani
Umat Stase Goodide Kembangkan Literasi Iman melalui Buku 50 Tahun Pelayanan Katekis Germanus Goo
Bupati Yudas Tebai Serahkan Bantuan Rp300 Juta Untuk Peresmian Gereja
Irjen Pol Dekananto Eko Purwono Resmi Ditunjuk Jadi Kapolda Jawa Timur
Berita ini 1,518 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:07 WIB

Ketua Panitia Ungkap Perjuangan Umat Persiapkan Peresmian Gereja Paroki Idakebo

Selasa, 6 Oktober 2026 - 15:47 WIB

Uskup Timika Bernadus Pemberkatan Goa Maria di Paroki Idakebo

Selasa, 6 Oktober 2026 - 02:59 WIB

Indonesia Gelar Dialog Global Tata Kelola Royalti Hak Cipta Lintas Negara di Era Digital

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:22 WIB

Yohanes Degei Tegaskan Ketertiban Ketertiban Jelang Peresmian Gereja Katolik Idakebo

Senin, 5 Oktober 2026 - 13:58 WIB

Kepsek Ancelina: HUT ke-63 Jadi Momentum Kemajuan Pendidikan SMP YPPK Fransiskus Moanemani

Berita Terbaru

https://mancingjitu.com/