Pertamax Rp16.650 per Liter: Rakyat Dipaksa Menyesuaikan. UMKM, Hingga Pengemudi Transportasi Terasa Dampaknya.

Setiap liter yang dibeli kini menjadi beban tambahan yang berpotensi memicu kenaikan biaya operasional dan harga kebutuhan lainnya. ‎

- Publisher

Rabu, 10 Juni 2026 - 10:24 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

💰 Ayo Dukung Keberlanjutan Media & Jurnalisme
+ Berpartisipasi

SUARA UTAMA BERAU – Kenaikan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax yang kini menyentuh angka Rp16.650 per liter mulai 10 Juni 2026 memicu gelombang pertanyaan di tengah masyarakat. Dari sebelumnya Rp12.300 per liter, harga Pertamax melonjak Rp4.350 atau lebih dari 32 persen dalam satu kali penyesuaian. Kenaikan ini menjadi salah satu lonjakan terbesar dalam beberapa tahun terakhir.
‎
‎Bagi masyarakat kelas menengah, pekerja lapangan, pelaku UMKM, hingga pengemudi transportasi online yang mengandalkan Pertamax, kenaikan tersebut bukan sekadar angka. Setiap liter yang dibeli kini menjadi beban tambahan yang berpotensi memicu kenaikan biaya operasional dan harga kebutuhan lainnya.
‎
‎
‎Pertamina menyebut penyesuaian harga dilakukan berdasarkan evaluasi berkala yang mempertimbangkan harga minyak dunia dan harga pasar keekonomian. Namun publik berhak mengetahui secara terbuka faktor-faktor yang menyebabkan lonjakan harga hingga hampir Rp4.000 per liter dalam waktu singkat. Transparansi menjadi kunci agar masyarakat tidak hanya diminta menerima, tetapi juga memahami alasan di balik kebijakan tersebut.
‎
‎
‎Di media sosial, banyak warga mengaku terkejut karena kenaikan terjadi secara mendadak. Sejumlah pengguna mempertanyakan mengapa penyesuaian dilakukan sekaligus dalam jumlah besar, bukan bertahap. Reaksi ini menunjukkan bahwa dampak psikologis dan ekonomi dari kebijakan tersebut sangat dirasakan masyarakat.
‎
‎
‎Kini pertanyaannya bukan lagi mengapa Pertamax naik, melainkan bagaimana pemerintah mengantisipasi efek domino yang mungkin muncul. Jika biaya transportasi dan distribusi ikut meningkat, maka harga barang dan jasa berpotensi terdorong naik. Pemerintah dan regulator dituntut hadir memberikan penjelasan serta langkah mitigasi agar daya beli masyarakat tidak semakin tertekan.”(Rudi’ slm) “

BACA JUGA :  Kalapas Bangko Tinjau Aset Tanah, Siapkan Pengembangan Sarana Asimilasi dan Edukasi

Berita Terkait

1.800 Polisi Gerebek Kampung Bahari, 26 Orang Diamankan
Kelompok Tumenggung Jon Serahkan 20 Pucuk Senjata Api Rakitan kepada Polres Merangin
Ruri Jumar Saef Prihatin!, Kasus Dugaan Penganiayaan Suarni di Probolinggo Berujung Prapradilan dan SP3, Kemana Arah Ke Adilan Korban?. 
Diduga Dikelola Wandri, PETI Excavator di Sungai Ulak Merangin Disorot
Diduga Milik Sukro, Aktivitas PETI di Mentawak Dikeluhkan Warga, Polres Merangin Diminta Bertindak
Ketua Dewan Pakar SUARA UTAMA Kolonel (Purn) Oktovianus Karundeng Berdiskusi dengan Staf Khusus Menteri Agama
DPRD dan Pemprov Babel Dorong Raperda Kelautan hingga Lingkungan Hidup
Bapelkum Bitung Goes to Campus, Bangun Generasi Sadar Hukum di Tengah Berlakunya KUHP Nasional
Berita ini 56 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 14:49 WIB

1.800 Polisi Gerebek Kampung Bahari, 26 Orang Diamankan

Minggu, 1 November 2026 - 11:56 WIB

Kelompok Tumenggung Jon Serahkan 20 Pucuk Senjata Api Rakitan kepada Polres Merangin

Minggu, 1 November 2026 - 10:45 WIB

Ruri Jumar Saef Prihatin!, Kasus Dugaan Penganiayaan Suarni di Probolinggo Berujung Prapradilan dan SP3, Kemana Arah Ke Adilan Korban?. 

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 18:49 WIB

Diduga Dikelola Wandri, PETI Excavator di Sungai Ulak Merangin Disorot

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:25 WIB

Diduga Milik Sukro, Aktivitas PETI di Mentawak Dikeluhkan Warga, Polres Merangin Diminta Bertindak

Berita Terbaru

Penggrebekan Kampung Bahari oleh Polres Jakarta Utara || Sumber : tribratanews.metro.polri.go.id

Berita Utama

1.800 Polisi Gerebek Kampung Bahari, 26 Orang Diamankan

Minggu, 1 Nov 2026 - 14:49 WIB

Chat via WhatsApp