SUARA UTAMA, PANDEGLANG, 14 September 2026 — Tim SAR Gabungan kembali melanjutkan operasi pencarian terhadap 5 jurnalis, 1 kapten kapal, 1 ABK, dan 1 local guide yang hilang kontak saat menggunakan Kapal Aruptadhatu 1 sejak 7 September 2026.
Dalam konferensi pers Tim SAR Gabungan yang digelar di Pandeglang, Senin (14/9/2026), Kepala Kantor Basarnas Banten Al Amrad dan Gubernur Banten Andrasoni turut menyampaikan perkembangan terbaru operasi pencarian. Hingga pencarian lanjutan dilakukan, tim belum menemukan tanda-tanda keberadaan kapal maupun delapan orang yang masih dinyatakan hilang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol. Maruli Ahiles Hutapea mengatakan, sejumlah barang yang ditemukan Tim SAR pada 13 September 2026 telah dilakukan pemeriksaan dan identifikasi oleh pihak kepolisian.
Barang tersebut berupa tiga life jacket berwarna oranye, satu galon air mineral, dan dua buah terpal. Namun, berdasarkan hasil identifikasi, seluruh barang tersebut tidak memiliki keterkaitan dengan Kapal Aruptadhatu 01.
“Dari hasil pemeriksaan dan identifikasi yang dilakukan oleh pihak kepolisian, barang-barang yang ditemukan pada 13 September tersebut tidak ada kaitannya dengan Kapal Aruptadhatu 1 dan bukan merupakan barang milik rombongan yang saat ini masih dalam pencarian,” kata Kombes Pol. Maruli.
Dengan hasil identifikasi tersebut, temuan barang pada pencarian sebelumnya belum memberikan petunjuk baru mengenai keberadaan kapal maupun delapan orang yang menjadi sasaran operasi pencarian.
Di sisi lain, perkembangan pencarian juga datang dari wilayah Bengkulu. Tim SAR setempat dilaporkan menemukan sesosok mayat laki-laki di Pulau Enggano. Jenazah tersebut diperkirakan memiliki tinggi badan sekitar 150 sentimeter dengan usia di atas 50 tahun.
Meski demikian, pihak SAR belum dapat memastikan identitas jenazah tersebut maupun mengaitkannya dengan rombongan Kapal Aruptadhatu 01. Kondisi wajah jenazah yang mengalami kerusakan membuat identifikasi secara visual belum dapat dilakukan.
Kombes Pol. Maruli menegaskan bahwa proses identifikasi masih berlangsung dan pihak berwenang tidak ingin mengambil kesimpulan sebelum terdapat hasil pemeriksaan yang valid.
“Untuk jenazah yang ditemukan di wilayah Bengkulu, sampai saat ini belum bisa dipastikan apakah merupakan bagian dari rombongan yang hilang atau bukan. Kondisi wajah yang sudah tidak dapat dikenali membuat proses identifikasi harus dilakukan melalui pemeriksaan lebih lanjut, termasuk pencocokan DNA,” jelasnya.
Pencocokan DNA akan dilakukan dengan data pembanding dari keluarga delapan orang yang masih dinyatakan hilang. Langkah tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan identitas jenazah secara akurat.
Sementara itu, operasi pencarian di wilayah perairan yang menjadi fokus Tim SAR Gabungan masih terus dilakukan. Berbagai unsur terkait tetap dikerahkan untuk menyisir wilayah yang dinilai memiliki kemungkinan memberikan petunjuk mengenai keberadaan Kapal Aruptadhatu 01.
Gubernur Banten Andrasoni menyampaikan bahwa pemerintah daerah bersama unsur SAR Gabungan terus melakukan koordinasi untuk memastikan operasi pencarian dapat dilanjutkan secara optimal.
“Kami terus melakukan koordinasi dengan seluruh unsur yang terlibat. Upaya pencarian akan tetap dilakukan secara maksimal dan kami terus berkomunikasi untuk perpanjangan masa operasi pencarian selama tiga hari ke depan,” ujar Andrasoni.
Perpanjangan masa operasi tersebut diharapkan dapat memberikan ruang bagi Tim SAR Gabungan untuk kembali mengoptimalkan seluruh metode pencarian serta menindaklanjuti setiap informasi maupun temuan yang berpotensi berkaitan dengan keberadaan para korban.
Hingga Senin (14/9/2026), belum ditemukan tanda-tanda keberadaan Kapal Aruptadhatu 01 maupun delapan orang yang berada di dalamnya. Tim SAR Gabungan memastikan pencarian tetap dilaksanakan dengan mengedepankan koordinasi lintas instansi dan pemeriksaan setiap temuan secara cermat.
Operasi pencarian akan terus dilanjutkan selama masa perpanjangan, dengan harapan keberadaan delapan orang yang hingga kini masih belum diketahui dapat segera ditemukan dan seluruh keluarga memperoleh kepastian.
Penulis : IdGunadi Turtusi
Editor : IdGunadi Turtusi
Sumber Berita: Tim SAR Gabungan











