Kebakaran Gunung Kawi-Butak hingga Arjuno, Yayasan Suara Utama Indonesia Serukan Kepedulian

Karhutla Meluas di Sejumlah Gunung Jawa Timur, Kawi-Butak hingga Arjuno Kembali Terbakar

- Publisher

Selasa, 15 September 2026 - 23:47 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

💰 Ayo Dukung Keberlanjutan Media & Jurnalisme
+ Berpartisipasi

FOTO: Andre Hariyanto, Founder Yayasan Suara Utama Indonesia dan Persatuan Kelana Alam Indonesia (Dok. Pribadi/SUARA UTAMA)

FOTO: Andre Hariyanto, Founder Yayasan Suara Utama Indonesia dan Persatuan Kelana Alam Indonesia (Dok. Pribadi/SUARA UTAMA)

SUARA UTAMA, Malang – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi perhatian serius di sejumlah kawasan pegunungan di Provinsi Jawa Timur. Dalam beberapa pekan terakhir, sebagaimana redaksi www.suarautama.id melansir berbagai sumber, kebakaran dilaporkan terjadi di sejumlah kawasan gunung, termasuk Gunung Semeru, Wilis, Ungup-Ungup, Arjuno-Welirang, serta kawasan Kawi-Butak.

Lowongan Wartawan dan Jurnalis Dibuka di Seluruh Indonesia
Lowongan Wartawan dan Jurnalis Dibuka di Seluruh Indonesia

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada 4 September 2026 melaporkan karhutla terjadi di sejumlah kawasan pegunungan Jawa Timur. Saat itu, kebakaran terpantau di kawasan Gunung Semeru, Gunung Wilis, Gunung Ungup-Ungup, Gunung Arjuno-Welirang dan Bukit Sariwani. Penanganan dilakukan bersama oleh BPBD, pengelola kawasan, TNI/Polri, Manggala Agni hingga relawan.

Kawi-Butak Jadi Perhatian di Malang Raya

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di wilayah Malang Raya, kebakaran di kawasan Gunung Butak menjadi salah satu kejadian yang mendapat perhatian besar. Kebakaran yang pertama kali dilaporkan pada awal September kemudian meluas hingga kawasan Pegunungan Kawi Najang.

Berdasarkan laporan yang mengutip data BPBD Kabupaten Malang pada 10 September, luas area yang terdampak kebakaran mencapai sekitar 400 hektare. Api di kawasan Gunung Butak sempat dinyatakan padam, namun titik-titik api kemudian terpantau di kawasan Kawi Najang.

BACA JUGA :  Lantik Ketua LPM Baru, Lurah Girian Weru Dua Harapkan Sinergi Kuat

Laporan berikutnya menyebut area terdampak kebakaran Gunung Butak mencapai sekitar 500 hektare. Meskipun tidak lagi ditemukan titik api utama, petugas masih melakukan observasi untuk mengantisipasi munculnya kembali bara maupun titik api baru.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kawasan hutan dan pegunungan masih sangat rentan terhadap kebakaran, terutama ketika vegetasi dalam kondisi kering dan angin cukup kencang.

Gunung Arjuno Kembali Terbakar

Sementara itu, kawasan Gunung Arjuno juga kembali menghadapi karhutla. BPBD Kabupaten Pasuruan melaporkan adanya informasi kebakaran di kawasan Gunung Arjuno pada 12 September 2026 di wilayah Desa Cendono, Kecamatan Purwosari, dan kawasan Alas Lali Jiwo, Desa Tambaksari, Kecamatan Purwodadi.

Pada 13 September, BPBD Kabupaten Pasuruan bahkan melaporkan adanya empat titik api di kawasan Arjuno, yakni satu titik di Pecalukan, Kecamatan Prigen, dan tiga titik di Cendono, Kecamatan Purwosari.

Hingga 14 September sore, kepulan asap masih terlihat di Blok Lali Jiwo pada ketinggian sekitar 2.500 meter di atas permukaan laut. Pemadaman terus dilakukan secara manual oleh tim gabungan karena kondisi medan, panas dan angin menjadi kendala dalam proses penanganan.

BACA JUGA :  Muktamar XI Al-Khairiyah di Cilegon Berjalan Lancar, Ini Harapan Al-Khairiyah Tanggamus

Sebelumnya, kebakaran Arjuno-Welirang juga telah menghanguskan ratusan hektare kawasan Tahura Raden Soerjo. Data UPT Tahura Raden Soerjo yang diberitakan pada akhir Agustus mencatat luas area terbakar mencapai 334,94 hektare.

Ancaman bagi Ekosistem dan Aktivitas Pendakian

Karhutla di kawasan pegunungan tidak hanya mengancam vegetasi dan ekosistem hutan, tetapi juga berdampak terhadap aktivitas masyarakat, relawan, wisata alam serta pendakian.

Penutupan sejumlah jalur pendakian menjadi langkah penting untuk melindungi keselamatan masyarakat maupun pendaki selama proses pemadaman dan pemantauan berlangsung.

BPBD Kabupaten Malang sebelumnya juga menetapkan status siaga darurat kekeringan dan karhutla untuk menghadapi musim kemarau 2026, yang berlaku hingga 30 September 2026.

Andre Hariyanto: Semoga Kebakaran Segera Berakhir

Menanggapi kondisi tersebut, Founder Yayasan Suara Utama Indonesia (YSUI) dan Persatuan Kelana Alam Indonesia, Andre Hariyanto, menyampaikan keprihatinannya terhadap karhutla yang terjadi di sejumlah kawasan pegunungan Jawa Timur.

FOTO: Andre Hariyanto, Founder Yayasan Suara Utama Indonesia dan Persatuan Kelana Alam Indonesia (Dok. Pribadi/SUARA UTAMA)
FOTO: Andre Hariyanto, Founder Yayasan Suara Utama Indonesia dan Persatuan Kelana Alam Indonesia (Dok. Pribadi/SUARA UTAMA)

Andre berharap seluruh proses penanganan dapat segera membuahkan hasil dan kondisi gunung-gunung yang terdampak kebakaran dapat kembali pulih.

BACA JUGA :  Resmi Berdiri, Yayasan Suara Utama Indonesia (YSUI) Siap Perkuat Ekosistem Media, Pendidikan, dan Sosial

“Semoga seluruh kebakaran hutan dan lahan di kawasan pegunungan Jawa Timur, khususnya Kawi-Butak, Arjuno dan kawasan lainnya, dapat segera berakhir. Semoga api benar-benar padam, para petugas, relawan dan seluruh pihak yang terlibat diberikan keselamatan, serta kawasan pegunungan kita dapat kembali aktif dan pulih seperti sedia kala,” ujar Andre Hariyanto.

Ia juga mengajak masyarakat, khususnya para pendaki dan pecinta alam, untuk bersama-sama menjaga kawasan pegunungan dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

Menurutnya, gunung bukan sekadar destinasi pendakian, tetapi merupakan bagian penting dari ekosistem yang harus dijaga bersama.

“Gunung adalah rumah bagi berbagai kehidupan sekaligus bagian penting dari sumber air dan keseimbangan alam. Mari kita jaga bersama, jangan sampai kelalaian manusia membuat kerusakan yang jauh lebih besar,” tambahnya.

Penanganan karhutla di sejumlah kawasan pegunungan Jawa Timur hingga kini masih menjadi perhatian berbagai pihak. Masyarakat diimbau mengikuti informasi resmi dari pemerintah dan pengelola kawasan serta tidak mendekati lokasi kebakaran demi keselamatan.

Kebakaran Gunung Kawi-Butak hingga Arjuno, Yayasan Suara Utama Indonesia Serukan KepedulianKarhutla Meluas di Sejumlah Gunung Jawa Timur, Kawi-Butak hingga Arjuno Kembali Terbakar
Kebakaran Gunung Kawi-Butak hingga Arjuno, Yayasan Suara Utama Indonesia Serukan Kepedulian
Karhutla Meluas di Sejumlah Gunung Jawa Timur, Kawi-Butak hingga Arjuno Kembali Terbakar

Penulis : Andre Hariyanto

Editor : Aisyah Putri Widodo

Sumber Berita: Redaksi Suara Utama & Berbagai Sumber

Berita Terkait

Diduga Dikelola Wandri, PETI Excavator di Sungai Ulak Merangin Disorot
Diduga Milik Sukro, Aktivitas PETI di Mentawak Dikeluhkan Warga, Polres Merangin Diminta Bertindak
Ketua Dewan Pakar SUARA UTAMA Kolonel (Purn) Oktovianus Karundeng Berdiskusi dengan Staf Khusus Menteri Agama
DPRD dan Pemprov Babel Dorong Raperda Kelautan hingga Lingkungan Hidup
Bapelkum Bitung Goes to Campus, Bangun Generasi Sadar Hukum di Tengah Berlakunya KUHP Nasional
Wali Kota Pangkal Pinang Tekankan Pentingnya Semangat Gotong Royong dan Jaga Kelestarian Lingkungan di Kecamatan Gerunggang
BREAKING NEWS: Dugaan Pencurian Buah Sawit Gegerkan Warga Koto Baru, Tabir Lintas
Tingkatkan Literasi Warga Binaan, Lapas Bangko Gandeng PKBM ADS Tunas Mulia
Berita ini 70 kali dibaca
Karhutla Meluas di Sejumlah Gunung Jawa Timur, Kawi-Butak hingga Arjuno Kembali Terbakar

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 18:49 WIB

Diduga Dikelola Wandri, PETI Excavator di Sungai Ulak Merangin Disorot

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:25 WIB

Diduga Milik Sukro, Aktivitas PETI di Mentawak Dikeluhkan Warga, Polres Merangin Diminta Bertindak

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 09:57 WIB

Ketua Dewan Pakar SUARA UTAMA Kolonel (Purn) Oktovianus Karundeng Berdiskusi dengan Staf Khusus Menteri Agama

Jumat, 30 Oktober 2026 - 18:49 WIB

DPRD dan Pemprov Babel Dorong Raperda Kelautan hingga Lingkungan Hidup

Kamis, 29 Oktober 2026 - 17:24 WIB

Wali Kota Pangkal Pinang Tekankan Pentingnya Semangat Gotong Royong dan Jaga Kelestarian Lingkungan di Kecamatan Gerunggang

Berita Terbaru

Chat via WhatsApp