Miris! Jembatan Gantung Desa Mudo Memprihatinkan, Warga Jatuh Saat Melintas, Pemerintah Diminta Segera Turun Tangan

- Publisher

Minggu, 9 Agustus 2026 - 17:26 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARA UTAMA,MERANGIN — Kondisi jembatan gantung yang menjadi akses vital masyarakat Desa Mudo, Kecamatan Bangko, Kabupaten Merangin, Jambi, kembali menjadi sorotan. Jembatan yang membentang di atas Sungai Merangin tersebut kondisinya dilaporkan memprihatinkan dan dinilai sudah tidak layak untuk dilintasi kendaraan.

Berdasarkan hasil investigasi media di lapangan, kondisi jembatan tersebut bukan hanya menghambat aktivitas masyarakat, tetapi juga berpotensi mengancam keselamatan warga. Salah satu warga bernama Mukhlis dilaporkan terjatuh bersama sepeda motor saat melintasi jembatan tersebut.

Jembatan gantung itu selama ini menjadi salah satu akses utama masyarakat Desa Mudo menuju perkebunan sawit serta kebun-kebun milik warga. Selain untuk aktivitas sehari-hari, jembatan tersebut juga digunakan masyarakat untuk mengangkut hasil pertanian dari kebun menuju desa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sejumlah warga mengaku prihatin dengan kondisi jembatan yang hingga kini disebut belum mendapatkan perbaikan sebagaimana yang diharapkan.

“Ya Bang, jembatan tersebut sangat vital. Ini urat nadi masyarakat Desa Mudo untuk mengangkut hasil pertanian dari kebun ke desa, bahkan untuk aktivitas lainnya. Tapi kondisinya sangat memprihatinkan dan belum ada perbaikan yang berarti,” ujar salah seorang warga kepada media.

BACA JUGA :  AMBPM Turun Lagi, Tuntut Penuntasan Dugaan Jual Beli Jabatan Kepala Sekolah di Merangin

Menurut warga, kondisi jembatan tersebut sebenarnya sudah sangat mengkhawatirkan. Namun karena merupakan salah satu akses utama menuju perkebunan, masyarakat tidak memiliki banyak pilihan selain tetap menggunakannya.

“Sebetulnya jembatan tersebut sudah tidak layak dan sangat membahayakan. Namun karena tidak ada pilihan lain, warga terpaksa memberanikan diri melintasi jembatan di atas Sungai Merangin tersebut,” katanya.

Warga tersebut juga mengungkapkan bahwa kejadian warga terjatuh di jembatan itu disebut bukan hanya sekali.

“Mungkin sudah tidak terhitung lagi orang yang jatuh di jembatan tersebut. Tapi apa daya, karena tidak ada perbaikan, warga terpaksa memberanikan diri melintasi jembatan yang ekstrem itu,” ungkapnya.

Kondisi tersebut tentu menimbulkan pertanyaan besar. Jika sebuah jembatan sudah diketahui menjadi akses vital masyarakat sekaligus memiliki kondisi yang membahayakan, sampai kapan warga harus mempertaruhkan keselamatan hanya demi bisa menuju kebun dan membawa pulang hasil pertanian?

BACA JUGA :  Peringati Maulid Nabi, Lapas Bangko Ajak Warga Binaan Perkuat Iman dan Perbaiki Diri

Masyarakat berharap Pemerintah Desa Mudo tidak tinggal diam. Pemerintah desa dinilai perlu segera memastikan kondisi jembatan tersebut mendapatkan penanganan nyata, bukan sekadar menjadi persoalan yang terus dibicarakan tanpa penyelesaian.

Apalagi, jembatan tersebut bukan hanya digunakan untuk kepentingan pribadi beberapa warga, melainkan menjadi akses penting bagi aktivitas ekonomi masyarakat Desa Mudo.

Sebelumnya, Kepala Desa Mudo, Umarela kepada media ini menyampaikan bahwa terdapat sejumlah donatur dari kalangan pelaku usaha Tambang di Desa Mudo yang disebut akan membantu memperbaiki jembatan tersebut.

Menurut Kades, material berupa papan untuk jembatan sedang diproses dan digesek sebagai bagian dari persiapan perbaikan.

Pernyataan tersebut tentunya menjadi harapan bagi masyarakat. Namun warga juga berharap proses tersebut tidak berhenti sebatas rencana. Mengingat kondisi jembatan sudah dinilai membahayakan, percepatan perbaikan menjadi hal yang sangat mendesak.

BACA JUGA :  Babak Akhir Gugatan Eks Kades Sungai Kapas, Bukti Baru Perkuat Dalil SK Pemberhentian Cacat Hukum

Persoalan jembatan ini juga layak menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Merangin. Pemerintah daerah diharapkan tidak hanya menunggu laporan administratif dari tingkat desa, tetapi turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi sebenarnya.

Jika memang jembatan tersebut merupakan akses vital masyarakat dan kondisinya telah membahayakan keselamatan pengguna, sudah semestinya ada langkah konkret sesuai kewenangan pemerintah untuk mencari solusi terbaik.

Jembatan rusak bukan sekadar persoalan infrastruktur. Ketika jembatan menjadi satu-satunya akses masyarakat untuk menjalankan roda perekonomian, maka keselamatan warga seharusnya menjadi prioritas utama.

Masyarakat Desa Mudo kini menunggu tindakan nyata, bukan sekadar janji perbaikan.

Pertanyaannya sederhana: haruskah menunggu ada korban jiwa terlebih dahulu baru pemerintah turun tangan?

Warga berharap Pemerintah Desa Mudo bersama Pemerintah Kabupaten Merangin segera melakukan pengecekan dan penanganan terhadap jembatan tersebut sebelum terjadi kejadian yang lebih fatal.

Media ini akan terus memantau perkembangan kondisi jembatan serta realisasi perbaikannya.

Penulis : Ady Lubis

Sumber Berita: Wartawan Suara Utama

Berita Terkait

Jenazah Misterius Ditemukan di Pulau Enggano, Tim SAR dan Polisi Lakukan Pencocokan DNA Dengan Delapan Keluarga Korban Hilang Saat Peliputan Eerupsi Gunung Anak Krakatau
Lantik Ketua LPM Baru, Lurah Girian Weru Dua Harapkan Sinergi Kuat
Lapas Bangko Gelar Hening Cipta untuk Mengenang ASN Jayawijaya yang Gugur dalam Tugas
Sisir Rakata, Sertung, hingga Pulau Panjang, Tim Gabungan Belum Temukan 8 Orang yang Hilang
5 Jurnalis Hilang Kontak Saat Liputan Gunung Anak Krakatau, Founder YSUI Ajak Insan Pers Panjatkan Doa
Viral! Dugaan Aktivitas Dompeng di Tengah Kota Bangko Disorot Publik, Warga Khawatir Anak-Anak Jadi Korban
Suara Utama Buka Ruang Berkarya bagi Penulis, Jurnalis dan Wartawan di Indonesia
Peduli Kesehatan di Tengah Kabut Asap, Lapas Bangko Bagikan Masker dan Vitamin kepada Masyarakat
Berita ini 176 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 19:15 WIB

Jenazah Misterius Ditemukan di Pulau Enggano, Tim SAR dan Polisi Lakukan Pencocokan DNA Dengan Delapan Keluarga Korban Hilang Saat Peliputan Eerupsi Gunung Anak Krakatau

Senin, 14 September 2026 - 18:55 WIB

Lantik Ketua LPM Baru, Lurah Girian Weru Dua Harapkan Sinergi Kuat

Senin, 14 September 2026 - 10:39 WIB

Lapas Bangko Gelar Hening Cipta untuk Mengenang ASN Jayawijaya yang Gugur dalam Tugas

Minggu, 13 September 2026 - 13:24 WIB

5 Jurnalis Hilang Kontak Saat Liputan Gunung Anak Krakatau, Founder YSUI Ajak Insan Pers Panjatkan Doa

Jumat, 11 September 2026 - 19:48 WIB

Viral! Dugaan Aktivitas Dompeng di Tengah Kota Bangko Disorot Publik, Warga Khawatir Anak-Anak Jadi Korban

Berita Terbaru

Berita Utama

Lantik Ketua LPM Baru, Lurah Girian Weru Dua Harapkan Sinergi Kuat

Senin, 14 Sep 2026 - 18:55 WIB

https://mancingjitu.com/