Hati-hati, Respon Salah Saat Ambil Rapor Bisa Patahkan Semangat Belajar Anak

- Publisher

Jumat, 19 Desember 2025 - 22:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Hati-hati, Respon Salah Saat Ambil Rapor Bisa Patahkan Semangat Belajar Anak

Hati-hati, Respon Salah Saat Ambil Rapor Bisa Patahkan Semangat Belajar Anak

SUARA UTAMA, Kediri – Musim pembagian rapor semester telah tiba. Di tengah kesibukan pekerjaan, para ayah didorong untuk meluangkan waktu mengambil langsung laporan hasil belajar putra-putrinya di sekolah. Langkah ini dinilai bukan sekadar urusan administratif, melainkan investasi strategis dalam membentuk karakter generasi muda yang “Profesional Religius”.

Menurut Sekretaris LDII Kota Kediri, Asyhari Eko Prayitno, dalam perspektif pendidikan keluarga, peran ayah sebagai Qowwam (pemimpin keluarga) memiliki kaitan erat dengan keberhasilan pendidikan anak, baik secara kognitif maupun spiritual yang dapat membangun kedekatan emosional.

Ia menambahkan bahwa kehadiran ayah di sekolah memberikan pesan kuat kepada anak bahwa pendidikan adalah prioritas utama keluarga. Secara psikologis, dukungan langsung dari sosok ayah mampu meningkatkan rasa percaya diri anak secara signifikan. “Ketika ayah hadir, anak merasa dihargai prosesnya. Ini adalah bentuk implementasi kerukunan dan kekompakan di dalam rumah tangga,” imbuhnya.

Selain itu, komunikasi dua arah antara ayah dan guru kelas memungkinkan sinkronisasi program pembinaan. Ayah dapat memahami kelebihan dan kekurangan anak secara objektif, sehingga langkah pembinaan di rumah—terutama dalam mengejar target Alim-Faqih, Akhlakul Karimah, dan Mandiri—dapat berjalan selaras dengan kurikulum sekolah.

“Namun, para ahli pendidikan juga mengingatkan para orang tua untuk menjaga sikap saat menerima hasil belajar. Dampak negatif justru bisa muncul apabila ayah memberikan respon yang salah terhadap nilai yang tertera di rapor,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Sengketa Tanah di Kalimantan Timur: Kenapa Sertifikat Tidak Selalu Menjamin Kepemilikan?

Ia menyebutkan ada beberapa hal yang perlu dihindari antara lain, pertama fokus berlebihan pada nilai akademik, yakni menghakimi anak karena nilai rendah tanpa melihat usaha yang telah dilakukan dapat mematahkan semangat belajar.

“Kedua, membandingkan dengan anak lain, ternyata tindakan ini dapat menimbulkan luka batin dan merusak hubungan antara ayah dan anak. Ketiga, sikap acuh tak acuh, yakni datang ke sekolah namun tidak menyimak penjelasan guru hanya akan membuat momen ini kehilangan maknanya,” jelasnya.

BACA JUGA :  Hukum Adat di Bawah Bayang - Bayang KUHP Baru

Menurutnya, untuk memaksimalkan momen pengambilan rapor, para ayah disarankan melakukan tiga hal, yakni memberi apresiasi dan pujian atas setiap peningkatan sekecil apa pun.

“Ajak anak untuk diskusi dan bicara santai mengenai kendala yang ia alami selama satu semester terakhir. Evaluasi terukur, yakni buatlah rencana perbaikan bersama anak untuk semester mendatang dengan bahasa yang memotivasi, bukan mengancam,” tandasnya.

“Keterlibatan aktif ayah dalam pendidikan merupakan perwujudan dari tanggung jawab untuk mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak yang baik, kepahaman agama yang kuat dan kemandirian hidup,” pungkasnya.

Berita Terkait

Fardy Iskandar: Seleksi KPID Kaltim Bukan Sekadar Formalitas, Ini Soal Marwah Penyiaran Daerah
Kilas Balik 28 Tahun Reformasi Indonesia
Urgensi Reformasi Pendidikan Menggugat Sistem Pendidikan yang Kaku
Unifikasi Hukum untuk Kepastian Hak Warga Negara
Sengketa Tanah di Kalimantan Timur: Kenapa Sertifikat Tidak Selalu Menjamin Kepemilikan?
KUHAP 2025 Perkuat Hak Bantuan Hukum: Advokat Kini Wajib Hadir Sejak Awal Penyidikan
Kantor Hukum Samarinda Tangani Sengketa Ketenagakerjaan Tambang Bernilai Tinggi di Kutai Timur
Mengapa Strava & Body Goals Menjadi Mata Uang Sosial Baru Menggeser Flexing Harta
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 8 Mei 2026 - 05:12 WIB

Fardy Iskandar: Seleksi KPID Kaltim Bukan Sekadar Formalitas, Ini Soal Marwah Penyiaran Daerah

Rabu, 6 Mei 2026 - 15:16 WIB

Kilas Balik 28 Tahun Reformasi Indonesia

Sabtu, 2 Mei 2026 - 08:49 WIB

Urgensi Reformasi Pendidikan Menggugat Sistem Pendidikan yang Kaku

Selasa, 28 April 2026 - 13:48 WIB

Unifikasi Hukum untuk Kepastian Hak Warga Negara

Senin, 27 April 2026 - 19:23 WIB

Sengketa Tanah di Kalimantan Timur: Kenapa Sertifikat Tidak Selalu Menjamin Kepemilikan?

Berita Terbaru

Moslem Woman Silhouette in Old Vintage Brick Wall Background

Artikel

Muslimah: Let’s Say “No” to Hopelessness 

Sabtu, 23 Mei 2026 - 11:12 WIB

FOTO: Self Healing Talk & Workshop Bouquet untuk Muslimah (Dok. Robinsah/SUARA UTAMA)

Berita Utama

Self Healing Talk & Workshop Bouquet untuk Muslimah

Sabtu, 23 Mei 2026 - 10:20 WIB