SUARA UTAMA, Probolinggo – Portal sementara dengan ketinggian sekira 220 di kelas jalan Ill dusun kokap desa Segaran kecamatan Tiris kabupaten Probolinggo Jawa Timur. Diduga menjadi ajang pungutan liar (Pungli) yang memicu penolakan keras para sopir truck dan Elf. Publik mempertanyakan kemana aliran hasil dugaan pungli dan siapa yang bertanggung jawab. 07/07/2026.
Dalam pemberitaan sebelumnya, oknum penjaga portal (terduga pelaku pungli) “SL” mengarahkan media untuk mengkonfirmasi kepala desa. Namun, tidak menjelaskan kepala desa mana yang di maksud. Informasi yang di himpun oleh team media, pemback up oknum pelaku pungli, diduga oknum sekdes Segaran.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun, oknum sekdes Segaran “SK” saat di konfirmasi media pada tanggal 02 Juli 2026. terkait dugaan penarikan sejumlah uang kepada para sopir truck dan Elf yang melintas di portal tersebut. Ia enggan menjawab konfirmasi media sampai saat ini.
Oleh karenanya, Tokoh masyarakat (Tomas) wilayah kecamatan Tiris “H. Ramli” angkat bicara. Ia mempertanyakan pertanggung jawaban adanya dugaan praktek pungli. Menurutnya, jika ketinggian portal 250, maka Elf dan truck kosong bisa masuk dan bebas dari dugaan praktek pungli.
“Kami merasa keberatan adanya portal itu, para supir truck dan Elf juga menolak. Kami setiap tahun nya membayar pajak sekitar Rp. 40.000.000 (empat puluh juta rupiah). siapa sebenarnya yang bertanggung jawab?. kami tlpn oknum sekdes Segaran, kesan nya saling lempar. “Ucap nya.
Team media kembali mengkonfirmasi Sekrataris Dinas Perhubungan (Dishub) kabupaten Probolinggo “Taufik” terkait tindak lanjut pemasangan portal sebagaimana yang telah di tayangkan dalam pemberitaan sebelumnya. Ia mengatakan bahwa telah berkoordinasi dengan camat Tiris.
“Sudah kami koordinasikan dengan pak camat tiris agar hal tersebut bisa ditanggulangi. Diharapkan pemasangan portal tersebut fokus pada substansi yakni membatasi kendaraan tertentu demi kemananan dan keselamatan bersama. Jawab nya melalui pesan singkat whatsap.
Di tempat terpisah para sopir Elf menolak adanya pemasangan portal dengan ketinggian sekitar 220 yang diduga di manfaatkan oleh oknum segelintir orang untuk meraup ke untungan pribadi. Ia meminta pihak pihak terkait bertanggung jawab.
“Kami sebagai sopir Elf menolak pemasangan portal yang diduga di manfaatkan oleh oknum untuk meraup ke untungan pribadi. Mengalir kemana uang itu?. Sopir truk juga kena pungli, terus apa manfaat nya portal itu. lebih baik di tutup saja jalan itu sekalian. “Tegas nya.
Penulis : Ali Misno




