Proyek Jamban Rp1,8 Miliar di Merangin Mangkrak, Sekolah Hanya Dapat Bangunan Tak Terpakai

- Publisher

Kamis, 16 Oktober 2025 - 07:12 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARA UTAMA,Merangin – Anggaran jumbo senilai Rp1,8 miliar untuk pembangunan jamban sekolah di Kabupaten Merangin, Jambi, diduga berakhir sia-sia. Investigasi lapangan yang dilakukan media ini mengungkap fakta mencengangkan: sebanyak 16 sekolah dasar penerima bantuan pembangunan toilet tahun anggaran 2023 hanya mendapat bangunan mangkrak yang rata-rata tidak bisa dipakai.

Dari informasi yang dihimpun, setiap sekolah mendapat pagu anggaran sebesar Rp113.370.150. Namun hasil di lapangan jauh dari harapan. Fisik bangunan yang seharusnya rampung 100 persen ternyata hanya mencapai sekitar 70 persen. Bahkan banyak jamban yang tidak memiliki sambungan air, kloset, atau saluran pembuangan yang layak.

Sejumlah guru di beberapa SD yang menerima bantuan tersebut menyatakan kekecewaan mendalam. Mereka mengaku bangunan yang diklaim selesai oleh kontraktor justru tidak bisa dimanfaatkan sama sekali.

“Bangunannya ada, tapi pintu belum terpasang, air tidak jalan, dan kloset pun tidak lengkap. Kami tidak bisa pakai,” ujar salah satu guru yang enggan disebutkan namanya.

Kontraktor pelaksana diduga meninggalkan proyek tanpa penyelesaian, tidak ada tindak lanjut, dan bangunan yang berdiri hanya menjadi monumen kosong tanpa fungsi.

Yang lebih mengejutkan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Merangin sebagai satuan kerja proyek terkesan bungkam. Tidak ada evaluasi terbuka, tidak ada klarifikasi, apalagi tindakan tegas terhadap kontraktor yang diduga kabur setelah menerima anggaran.

BACA JUGA :  Smart TBN Hadir di Desa Wisata Kampung Raja Prailiu, Waingapu!  

Dengan nilai total mencapai Rp1,8 miliar uang negara, publik mempertanyakan ke mana tanggung jawab pengawasan dan pengendalian proyek ini. Aparat penegak hukum pun dinilai belum menyentuh kasus yang sangat terbuka di depan mata.

“Kalau proyek senilai miliaran, masa hasilnya seperti jamban percobaan? Ini bukan kelalaian lagi, tapi pembiaran,” kritik salah satu pemerhati pendidikan di Merangin.

Pantauan media ini menemukan sejumlah bangunan jamban di beberapa sekolah berdiri setengah jadi, sebagian tertutup semak, dan sebagian lagi tak memiliki fasilitas dasar sanitasi. Bahkan ada sekolah yang belum pernah sama sekali menggunakan bangunan tersebut sejak selesai “dikerjakan”.

BACA JUGA :  Bahasa Banua Terancam Punah, Sekda Berau: Jangan Biarkan Identitas Daerah Hilang

Masyarakat dan para guru mendesak Pemerintah Kabupaten Merangin untuk segera turun tangan. Evaluasi fisik, audit anggaran, dan pemanggilan kontraktor harus menjadi langkah awal.

Jika dibiarkan, proyek “jamban siluman” ini akan menjadi cerminan betapa lemahnya pengawasan anggaran pendidikan di daerah.

Diharapkan Bupati, Inspektorat, maupun aparat penegak hukum segera mengusut proyek jamban mangkrak senilai Rp1,8 miliar tersebut. Jika terbukti ada penyimpangan, pihak terkait wajib dimintai pertanggungjawaban. Jangan sampai fasilitas pendidikan menjadi bancakan proyek, sementara sekolah dan murid hanya bisa melihat bangunan kosong tanpa manfaat.

Rakyat menunggu langkah nyata, bukan diam seribu bahasa.

Penulis : Ady Lubis

Sumber Berita: Wartawan Suara Utama

Berita Terkait

Perjuangan Siswa KIP Berprestasi Arya
Smart TBN Hadir di Desa Wisata Kampung Raja Prailiu, Waingapu!  
Sikap Ksatria SMK Swasta di Kabupaten Bandung Rayakan Arahan Gubernur KDM: Bagikan Ijazah hingga Antar ke Rumah, Meski Hak Dana Pemerintah Masih Tertahan
Transformasi IAI TABAH Lamongan Resmi menjadi Universitas Tarbiyatut Tholabah Lamongan
Bahasa Banua Terancam Punah, Sekda Berau: Jangan Biarkan Identitas Daerah Hilang
Komnas PA Kota Batu Berikan Edukasi Perlindungan Anak pada Pertemuan Forum Anak Desa Tlekung
Dosen PBA UNJ Tingkatkan Kompetensi Guru Desa Muktiwari melalui Pembelajaran Digital Berbasis StudyStack
Wartawan SUARA UTAMA Harus Berilmu dan Beretika
Berita ini 228 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 15:22 WIB

Perjuangan Siswa KIP Berprestasi Arya

Kamis, 6 Agustus 2026 - 11:28 WIB

Smart TBN Hadir di Desa Wisata Kampung Raja Prailiu, Waingapu!  

Selasa, 4 Agustus 2026 - 18:02 WIB

Sikap Ksatria SMK Swasta di Kabupaten Bandung Rayakan Arahan Gubernur KDM: Bagikan Ijazah hingga Antar ke Rumah, Meski Hak Dana Pemerintah Masih Tertahan

Minggu, 19 Juli 2026 - 22:35 WIB

Transformasi IAI TABAH Lamongan Resmi menjadi Universitas Tarbiyatut Tholabah Lamongan

Minggu, 5 Juli 2026 - 16:08 WIB

Bahasa Banua Terancam Punah, Sekda Berau: Jangan Biarkan Identitas Daerah Hilang

Berita Terbaru

Oplus_131072

Berita Utama

Kalapas Bangko Ajak WBP Jaga Kamtib dan Manfaatkan Masa Pembinaan

Senin, 24 Agu 2026 - 15:39 WIB

mancingjitu slot thailand slot thailand https://www.marcopolodijon.com/