CV. RA NA MAS Diduga Kerjakan Bronjong Asal Asalan, BPBD Kabupaten Probolinggo Akan Bersurat ke Inspektorat 

- Publisher

Senin, 6 April 2026 - 12:37 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

SUARA UTAMA, Probolinggo – Pasca tebing longsor di ruas jalan Pesawahan -Tiris tepat nya di desa Ranugedang kecamatan Tiris kabupaten Probolinggo Jawa Timur. Pemasangan Bronjong penahan tanah longsor menjadi sorotan publik. Proyek tersebut diduga kuat di kerjakan secara asal asalan (tidak sesuai spesifikasi). 06//04/2026.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Adapun Bronjong yang terpasang sekira 5 Saf, panjang sekira 12 Miter dan rabat beton sekira, lebar 1 Meter, panjang 12 Meter, menelan anggaran sekira RP.230.710.000 (Dua ratus tiga puluh juta tuju ratus sepuluh ribu rupiah). Proyek tersebut dikerjakan oleh CV. RA NA MAS pertanggal 05 – 30 Maret 2026 dengan masa perawatan selama 6 bulan.

BACA JUGA :  Bea Cukai Operasi Rokok Ilegal, Publik Pertanyakan Tindak Lanjut Pabrik Industri Rokok CV Nur Jaya Utama Desa Bulang 

Namun, Fakta di lapangan pada tanggal 04 April 2025. Bronjong yang telah terpasang tidak tersambung dengan TPT yang lama dan rabat beton telah bergantung diduga akibat tergerus air. Menurut pedoman pengadaan barang/jasa, penyedia wajib memelihara hasil pekerjaan agar kondisi tetap sesuai pada saat serah terima pertama (provisional hand over/PHO)

Walaupun masih dalam jangka waktu masa pemeliharaan (perawatan). Namun, pekerjaan Bronjong yang diduga kuat asal asalan, merupakan pelanggaran hukum dan kontrak yang serius. Berdasarkan aturan dan undang-undang yang berlaku di Indonesia (undang-undang nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi dan perubahannya dalam UU Cipta Kerja).

BACA JUGA :  Pokir Ketua DPRD Kabupaten Probolinggo Tembus sekira 7,4 Milyar lebih Tahun 2025, Publik Pertanyakan Transparansi Realisasi 

Informasi yang di himpun oleh team media, Pembangunan Bronjong Melalui BPBD kabupaten Probolinggo. Oleh karenanya, melalui pesan singkat whatsap, Team media mengkonfirmasi Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Probolinggo saat ini adalah “Oemar Sjarief” perihal besar nya anggaran dan CV penggarap nya.

Ia menyampaikan bahwa Bronjong dan rabat beton tersebut di garap oleh CV. RA NA MAS. Ia juga menyampaikan bahwa di lapangan telah banyak kelebihan di antaranya panjang dari 12 Meter menjadi 12,5 Meter. Ia juga bertekad akan bersurat ke inspektorat kabupaten Probolinggo agar supaya pekerjaan tersebut dapat di review.

BACA JUGA :  Menata Masa Depan Wisata Nusantara melalui Formula Pariwisata Berbasis Masyarakat dari Pantai Galung oleh UT Surabaya

“Rabat beton digambar sama seperti panjang Bronjong 12 Meter. Di lapangan sudah banyak lebihnya. dan tetap kami pantau selama masa pemeliharaan. Saat ini kami akan berkirim surat ke inspektorat untuk memohon kiranya pekerjaan ini dapat di review sehingga dapat selesai dan dapat di pertanggung jawabkan. “Ucap nya.

Sementara dari pihak CV. RA NA MAS “FS” saat di konfirmasi media melalui jejaring yang sama (pesan singkat whatsap). Perihal siapa pemilik CV tersebut serta spesifikasi proyek Bronjong dan rabat beton. Ia enggan menjawab nya. Hanya menjawab karena sudah di beritakan. “Kan sudah di beritakan. “Jawab nya.

Penulis : Ali Misno

Berita Terkait

Kolaborasi KKN UMAHA dan Posyandu Karang Tanjung, Perkuat Kepedulian terhadap Kesehatan Warga
Kolaborasi KKN UMAHA dan Posyandu Karang Tanjung, Perkuat Kepedulian terhadap Kesehatan Warga
Peneliti PBA FBS Universitas Negeri Jakarta Kembangkan Modul Digital Interaktif Berbasis AI untuk Pembelajaran Berbicara Bahasa Arab
Sengketa Tambang Barsel: Janji “Hibah” Alat Berat Berujung Penolakan di RDP
BEM STIKES Bina Bangsa Majene Bawa Aspirasi Sulawesi Barat di Pratemu Nasional XV BEM Nusantara 2026
Nitezen Ungkap Dugaan Pungli dan Mafia Tanah, Krisis Kepercayaan Terhadap ATR/BPN kabupaten Probolinggo Nampak Jelas
Warga Sapikerep Menunggu Keajaiban Keadilan, Dugaan Penganiayaan Tersangka Pelaku WNA Belum Ada Kepastian Hukum
Dua Pendaki Gunung Piramid Bondowoso Meninggal, Persatuan Kelana Alam Indonesia Ingatkan Pentingnya Keselamatan
Berita ini 61 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 19:30 WIB

Kolaborasi KKN UMAHA dan Posyandu Karang Tanjung, Perkuat Kepedulian terhadap Kesehatan Warga

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 19:17 WIB

Kolaborasi KKN UMAHA dan Posyandu Karang Tanjung, Perkuat Kepedulian terhadap Kesehatan Warga

Kamis, 6 Agustus 2026 - 11:59 WIB

Peneliti PBA FBS Universitas Negeri Jakarta Kembangkan Modul Digital Interaktif Berbasis AI untuk Pembelajaran Berbicara Bahasa Arab

Rabu, 5 Agustus 2026 - 22:28 WIB

Sengketa Tambang Barsel: Janji “Hibah” Alat Berat Berujung Penolakan di RDP

Rabu, 5 Agustus 2026 - 21:21 WIB

BEM STIKES Bina Bangsa Majene Bawa Aspirasi Sulawesi Barat di Pratemu Nasional XV BEM Nusantara 2026

Berita Terbaru

mancingjitu slot thailand slot thailand