Suarautama.id |Makassar — Atmosfer penuh kekhusyukan, kebanggaan, dan haru menyelimuti Aula Sakinah Lantai 3 SIT Darul Fikri Makassar pada Sabtu, 23 Mei 2026. Sebanyak 34 murid kelas XII SMAIT Darul Fikri Makassar resmi mengikuti kegiatan Uji Publik Al-Qur’an sebagai bagian dari proses akhir pendidikan mereka sebelum menamatkan jenjang sekolah menengah atas.
Kegiatan yang berlangsung dengan khidmat tersebut menjadi salah satu momen penting dan bersejarah bagi para murid, guru, orang tua, serta seluruh keluarga besar SIT Darul Fikri Makassar. Uji Publik Al-Qur’an bukan sekadar agenda seremonial tahunan, tetapi menjadi simbol keberhasilan pendidikan Islam terpadu dalam membentuk generasi muda yang memiliki kecerdasan intelektual sekaligus kekuatan spiritual.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sejak pagi hari, Aula Sakinah telah dipadati para orang tua murid, dewan guru, pembina tahfidz, penguji, serta tamu undangan yang hadir untuk memberikan dukungan kepada para peserta. Nuansa islami sangat terasa ketika lantunan ayat suci Al-Qur’an menggema di dalam ruangan, menciptakan suasana yang penuh ketenangan dan kebahagiaan.
Satu per satu murid tampil di hadapan para penguji dan audiens untuk memperdengarkan hafalan terbaik mereka. Dengan penuh percaya diri, para peserta membacakan ayat-ayat suci Al-Qur’an dengan tajwid dan makharijul huruf yang baik. Tidak hanya menyetor hafalan, para murid juga diuji kemampuan sambung ayat, pemahaman dasar kandungan ayat, hingga ketepatan dalam melanjutkan bacaan secara acak.
Penampilan para murid mendapat apresiasi luar biasa dari seluruh hadirin. Banyak orang tua tampak terharu bahkan meneteskan air mata saat menyaksikan putra-putri mereka mampu tampil di hadapan publik membawa hafalan Al-Qur’an yang selama ini diperjuangkan melalui proses panjang dan penuh kedisiplinan.
Kegiatan Uji Publik Al-Qur’an ini menjadi salah satu program unggulan di lingkungan SMAIT Darul Fikri Makassar sebagai bentuk komitmen sekolah dalam membangun generasi Qurani yang unggul, berakhlak mulia, dan siap menghadapi tantangan zaman.
Dalam sambutannya Kepala SMAIT Darul Fikri Makassar Ustadz Syahrul Ramadhan menyampaikan rasa syukur dan bangga atas capaian para murid kelas XII yang berhasil menyelesaikan proses pembinaan tahfidz hingga tahap uji publik.
“Alhamdulillah, hari ini kita menyaksikan hasil perjuangan anak-anak selama belajar di SMAIT Darul Fikri Makassar. Ini bukan sekadar tentang kemampuan menghafal, tetapi bagaimana Al-Qur’an mampu menjadi cahaya dan pedoman hidup mereka,” ujar salah satu pimpinan sekolah.
Ia menegaskan bahwa pendidikan Al-Qur’an menjadi pondasi utama dalam sistem pendidikan yang diterapkan di SIT Darul Fikri Makassar. Menurutnya, kecerdasan akademik harus berjalan beriringan dengan pembentukan karakter dan spiritualitas murid.
“Di era modern saat ini, anak-anak menghadapi banyak tantangan moral dan sosial. Karena itu kami percaya bahwa Al-Qur’an harus menjadi benteng utama agar mereka tumbuh menjadi pribadi yang berintegritas, beradab, dan memiliki tanggung jawab terhadap agama, bangsa, dan keluarga,” lanjutnya.
Selama proses pendidikan di SMAIT Darul Fikri Makassar, para murid mendapatkan pembinaan tahfidz secara intensif melalui program setoran hafalan, murojaah harian, pembelajaran tajwid, tahsin, serta pembinaan karakter islami. Program tersebut dilaksanakan secara konsisten oleh para pembina tahfidz dan guru pendamping.
Koordinator Tahfidz SMAIT Darul Fikri Makassar menjelaskan bahwa seluruh peserta yang mengikuti uji publik telah melewati tahapan evaluasi internal yang cukup ketat.
“Anak-anak ini tidak langsung tampil di uji publik. Mereka harus melewati proses panjang mulai dari setoran hafalan rutin, ujian munaqasyah internal, murojaah berkala, hingga simulasi ujian terbuka. Jadi hari ini adalah puncak dari seluruh proses pembinaan mereka selama di sekolah,” jelasnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa keberhasilan para murid tidak terlepas dari kerja sama antara sekolah dan orang tua yang selama ini aktif mendukung proses pendidikan anak-anak mereka di rumah.
“Kami sangat bersyukur karena para orang tua ikut terlibat dalam menjaga hafalan anak-anak di rumah. Sinergi inilah yang membuat pembinaan Al-Qur’an berjalan maksimal,” tambahnya.
Kegiatan Uji Publik Al-Qur’an tersebut juga menjadi ajang motivasi bagi murid-murid di jenjang kelas bawah agar semakin semangat dalam mempelajari dan menghafal Al-Qur’an. Banyak murid yang hadir terlihat antusias menyaksikan kakak-kakak kelas mereka tampil dengan penuh percaya diri.
Selain menjadi bentuk evaluasi akhir, kegiatan tersebut diharapkan mampu menanamkan rasa bangga terhadap Al-Qur’an di kalangan generasi muda. Sekolah ingin membangun budaya cinta Al-Qur’an yang tidak berhenti hanya di lingkungan sekolah, tetapi terus dibawa para murid dalam kehidupan sehari-hari.
Di sela kegiatan, sejumlah orang tua murid mengaku bangga dan bersyukur melihat perkembangan anak-anak mereka selama menempuh pendidikan di SMAIT Darul Fikri Makassar.
Salah seorang wali murid mengatakan bahwa momen tersebut menjadi kebahagiaan besar bagi keluarga mereka.
“Melihat anak kami mampu menghafal Al-Qur’an dan tampil di depan umum seperti ini adalah nikmat luar biasa. Kami merasa perjuangan mendidik anak di sekolah Islam terpadu benar-benar memberikan hasil yang membanggakan,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.
Menurutnya, pendidikan di SMAIT Darul Fikri Makassar tidak hanya membentuk kemampuan akademik, tetapi juga membangun akhlak dan kedisiplinan anak-anak.
“Kami melihat perubahan besar pada anak kami selama sekolah di sini. Lebih disiplin, lebih dekat dengan Al-Qur’an, dan lebih menghormati orang tua,” tambahnya.
Sementara itu, para peserta mengaku bersyukur dapat menyelesaikan tahapan penting tersebut. Meski sempat merasa gugup tampil di hadapan banyak orang, mereka tetap berusaha memberikan yang terbaik.
Salah seorang peserta mengatakan bahwa proses menghafal Al-Qur’an membutuhkan perjuangan, kesabaran, dan konsistensi yang tinggi.
“Tentu tidak mudah membagi waktu antara pelajaran sekolah dan hafalan, tetapi kami bersyukur karena selalu mendapatkan dukungan dari guru dan orang tua,” katanya.
Ia berharap hafalan yang telah dimiliki dapat terus dijaga hingga masa depan nanti.
“Kami ingin tetap menjaga hafalan ini meskipun nanti sudah lulus sekolah. Semoga Al-Qur’an selalu menjadi teman hidup kami,” tuturnya.
Acara berlangsung dengan tertib dan penuh suasana kekeluargaan hingga selesai. Di penghujung kegiatan, seluruh peserta mendapatkan apresiasi dan doa bersama sebagai bentuk penghormatan atas perjuangan mereka dalam mempelajari Kalamullah.
Kegiatan Uji Publik Al-Qur’an tersebut kembali menegaskan komitmen SIT Darul Fikri Makassar dalam menghadirkan pendidikan berkualitas yang tidak hanya fokus pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan generasi Qurani yang berakhlak mulia, berwawasan luas, dan siap memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, bangsa, dan agama.
Melalui kegiatan ini, SMAIT Darul Fikri Makassar berharap para lulusan dapat menjadi teladan di tengah masyarakat serta terus menjaga hubungan mereka dengan Al-Qur’an sepanjang hayat.












Komentar
Silakan login untuk berkomentar.