Self Healing Talk & Workshop Bouquet untuk Muslimah

Acara ini merupakan tugas kuliah manajemen event mahasiswi STAIL

- Publisher

Sabtu, 23 Mei 2026 - 10:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: Self Healing Talk & Workshop Bouquet untuk Muslimah (Dok. Robinsah/SUARA UTAMA)

FOTO: Self Healing Talk & Workshop Bouquet untuk Muslimah (Dok. Robinsah/SUARA UTAMA)

SUARA UTAMA, Surabaya – Memendam perasaan sendirian kerap kali menimbulkan beban yang tidak tampak juga tidak langsung dirasakan. Seperti merakit ‘bom waktu’ untuk diri sendiri, semuanya bisa meledak tiba-tiba tanpa terkontrol.

Lowongan Jurnalis Suara Utama: Ayo Daftar Sekarang!
Lowongan Jurnalis Suara Utama: Ayo Daftar Sekarang!

Demikianlah salah satu alasan yang diungkap Sarah Safira, selaku ketua panitia, dalam sambutannya, yang membuat mahasiswi semester 6 program studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) STAIL Surabaya memilih membuat event yang bertajuk ‘self healing talk & flower bouquet workshop’ yang diselenggarakan di Co-working Space, Marvel City Mall, Surabaya, Jawa Timur pada hari Ahad tanggal 10 Mei 2026, sebagaimana rilis diterima Redaksi Suara Utama (23/05/2026).

Hadir sebagai narasumber, Dr. Dhian Kusumastuti, M.Psi, owner Klinik Psikologi Kusuma, Sidoarjo. Dalam pemaparan materinya, Dian, sapaan akrabnya, menyampaikan bahwa memendam perasaan dan emosi sendirian itu sangat melelahkan baik secara psikologis maupun fisiologis, karena keduanya saling berkaitan.

Mengapa Penulisan Berita Tidak Dianjurkan Mencantumkan Gelar Nama

Hal itu bisa terjadi, sambungnya, karena kondisi psikologis yang tertekan itu dapat memengaruhi tubuh, misalnya menimbulkan kelelahan, gangguan tidur, atau penurunan daya tahan tubuh. Dan sebaliknya, tubuh yang lemah juga dapat memperburuk kondisi mental, sehingga tercipta lingkaran yang saling memengaruhi.

Selain itu, pemateri juga membagikan tips sederhana yang kita lakukan untuk menjaga kesehatan mental, diantaranya jujur pada diri sendiri, mengenali pola kita apakah butuh koneksi sosial atau butuh waktu sendiri, meluangkan waktu tenang untuk memetakan masalah, serta mencari media penyaluran emosi yang aman seperti menulis, melukis, dan kegiatan positif lainnya.

“Tidak mudah untuk perlahan membuka diri setelah bertahun-tahun memendam perasaan. Tetapi, tidak mudah, bukan berarti tidak mungkin.”, ungkap lulusan S2 Psikologi UNAIR tersebut.

BACA JUGA :  Viral Jalan “Kubangan Gajah” di Margotabir, Warga Bergerak Sendiri: Donatur Turun Tangan, Pemerintah Disindir Keras

Setelah melewati sharing session, peserta diajak untuk membuat buket bunga yang menjadi media healing, sekaligus kreativitas bagi para peserta. Pada sesi ini, peserta merangkai bunga menjadi bouquet yang indah dengan suasana hangat, santai, dan penuh kebersamaan.

Semntara itu, Azza, salah seorang peserta, mengungkapkan kebahagiaannya mengikuti acara tersebut.

“Dari acara ini, saya jadi mendapat pengalaman baru yang membuat saya menjadi lebih berani untuk bertanya. Berani mencoba langkah awal dalam membuat perubahan pada diri saya!” ungkap Azza, salah satu peserta yang mengikuti acara tersebut.

Peserta lain Fatimah, asal Pontianak, Kalimantan Barat, mengungkapkan kesannya; “Membuat bouquet bunga itu, seperti mengajarkan kita untuk lebih memperhatikan self-love pada diri sendiri. Karena dengan merangkai bunga itu jadi membuat kita bisa menilai hidup yang sudah dijalani, dan juga mengajarkan kalau sebenarnya itu banyak yang bisa kita lakuin. Hidup itu nggak akan indah kalau kita tidak melewati banyak hal, kayak bouquet bunga ini bakal kelihatan monoton kalau hanya satu warna.” Katanya.

BACA JUGA :  TK PGRI 05 Kota Batu Tampil Percaya Diri, Siap Rebut Juara di Kejurkot Drumband Open 2026

Sarah Safira, sebagai ketua panitia mengungkapkan rasa syukurnya atas kelancaran acara tersebut, serta antusiasme para peserta. Hal itu menjadi kebahagiaan dan kepuasan tersendiri bagi seluruh panitia penyelenggara.

Acara ini merupakan bagian dari pelaksanaan tugas mata kuliah Manajemen Event yang diinisiasi oleh Mahasiswi semester 6 MPI STAIL Surabaya. Acara ini, memang secara khusus ditujukan bagi muslimah di Surabaya dengan kuota peserta sebanyak 20 orang, agar lebih intimate.

Penulis : Khairul Hibri & Tim

Editor : Andre Hariyanto

Sumber Berita: STAIL Surabaya

Berita Terkait

pekerja mengaku bekerja di PT BAR site PT BERAU COAL. mengeluhkan pembayaran upah molorrr.!
Akhirnya Kepala Kemenag Kabupaten Probolinggo Buka Suara, Pakopak Ikut Angkat Bicara Terkait Tukin P3K Tahun 2025
Bapelkum Bitung dan BNNK Perkuat Sinergi, Bahas Persiapan Penandatanganan PKS
Aliansi Masyarakat Karawang Jabar Menuntut Ketegasan Pemkab Menutup TNM
Pertalite dan Solar Langka di Banjar Kalsel, Namun Masih Banyak Dijual Eceran
Pertamax Rp16.650 per Liter: Rakyat Dipaksa Menyesuaikan. UMKM, Hingga Pengemudi Transportasi Terasa Dampaknya.
Penertiban Pedagang di Tanjung Bunga
Polres Maros Bersihkan Rumah Ibadah Sambut Hari Bhayangkara ke-80
Berita ini 48 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 21:17 WIB

pekerja mengaku bekerja di PT BAR site PT BERAU COAL. mengeluhkan pembayaran upah molorrr.!

Rabu, 10 Juni 2026 - 20:34 WIB

Akhirnya Kepala Kemenag Kabupaten Probolinggo Buka Suara, Pakopak Ikut Angkat Bicara Terkait Tukin P3K Tahun 2025

Rabu, 10 Juni 2026 - 20:24 WIB

Bapelkum Bitung dan BNNK Perkuat Sinergi, Bahas Persiapan Penandatanganan PKS

Rabu, 10 Juni 2026 - 20:18 WIB

Aliansi Masyarakat Karawang Jabar Menuntut Ketegasan Pemkab Menutup TNM

Rabu, 10 Juni 2026 - 10:24 WIB

Pertamax Rp16.650 per Liter: Rakyat Dipaksa Menyesuaikan. UMKM, Hingga Pengemudi Transportasi Terasa Dampaknya.

Berita Terbaru