IPMPPR Malang Desak Investigasi Independen Konflik Dogiyai

- Publisher

Sabtu, 4 April 2026 - 18:40 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAUTAMA.Dogiyai- Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Papua Paniai Raya (IPMPPR Malang) mendesak pemerintah dan aparat keamanan segera membentuk tim investigasi independen untuk mengusut konflik yang terjadi di Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah.

Mahasiswa Papua Desak Usut Tuntas Kekerasan di Dogiyai

Dalam pernyataan sikap yang dirilis di Malang pada Sabtu (4/4), pelajar dan mahasiswa tersebut juga menuntut penghentian tindakan represif terhadap warga sipil serta mendorong pendekatan yang lebih humanis dalam penanganan situasi di Dogiyai.

  1. IPMPPR Malang menyampaikan sejumlah tuntutan, di antaranya:
    Segera membentuk tim investigasi independen untuk mengusut tuntas konflik di Dogiyai.
  2. Menghentikan segala bentuk kekerasan dan tindakan represif terhadap warga sipil.
  3. Mengadili pelaku pelanggaran HAM secara tegas, adil, dan tanpa impunitas
    Mewujudkan transparansi penuh dalam penyelidikan kasus penembakan di Dogiyai.
  4. Menolak penambahan personel aparat keamanan yang dinilai berpotensi memperpanjang konflik.
  5. Mendesak pencopotan Kapolres Dogiyai dari jabatannya.
  6. Memberikan keadilan dan pemulihan bagi keluarga korban.
  7. Menarik militer organik dan non-organik dari Dogiyai dan Tanah Papua.
  8. Menghentikan kriminalisasi terhadap mahasiswa Papua di seluruh Indonesia.
  9. Menjamin kebebasan berpendapat dan menghentikan pembungkaman ruang demokrasi.
  10. Menghentikan kegiatan seremonial di tengah situasi konflik.
  11. Menolak konflik horizontal atau perang suku di Papua.
  12. Menghentikan dan menarik investasi ilegal di Tanah Papua.
  13. Menolak pemekaran wilayah di Papua.
  14. Memberikan hak menentukan nasib sendiri bagi bangsa Papua Barat.
BACA JUGA :  Menkum Terima Langsung Aduan Dugaan Pelanggaran Notaris, Pastikan Proses Sesuai Hukum*

IPMPPR Malang menegaskan bahwa penegakan hukum harus dilakukan secara tegas terhadap aparat yang terbukti melakukan pelanggaran hak asasi manusia tanpa adanya perlakuan khusus. Mereka juga menuntut transparansi dalam proses penyelidikan kasus penembakan di Dogiyai.

BACA JUGA :  Posbankum Jadi Jembatan Keadilan, Bapelkum dan BNN Ajak Warga Lawan Narkoba

Enam Warga Sipil Tewas dalam Insiden Kekerasan Di Kabupaten Dogiyai

Dalam penyataan itu penyelesaian konflik di Papua, khususnya di Dogiyai, harus dilakukan secara damai, adil, dan mengedepankan prinsip-prinsip hak asasi manusia,tegasnya.

Berita Terkait

Jargon Gempur Rokok Ilegal Diduga Hanya Menyasar dan Menyisir Toko Kelontong di Kabupaten Probolinggo 
Peringatan Hari Pengayoman ke-81, Bapelkum Bitung Fokus Cetak SDM Hukum yang Responsif
Penayangan Film Mencari Jeda Jadi Ruang Apresiasi Karya Cine Vidya 2026
Bupati Yudas Tebai Turun Langsung ke RSUD Dogiyai, Dengarkan Keluhan Nakes
Semarak HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Desa Rasau Gelar Festival Pentas Seni & Pembagian Hadiah
Tensi Memanas Jelang Dewata Challenge Persib Bandung Siap Tantang Bali United Malam Ini
Pamit di Podium Kemerdekaan ​Momen Perpisahan dan Tugas Terakhir
Berita ini 61 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 18:38 WIB

Rabu, 19 Agustus 2026 - 18:02 WIB

Jargon Gempur Rokok Ilegal Diduga Hanya Menyasar dan Menyisir Toko Kelontong di Kabupaten Probolinggo 

Rabu, 19 Agustus 2026 - 17:34 WIB

Peringatan Hari Pengayoman ke-81, Bapelkum Bitung Fokus Cetak SDM Hukum yang Responsif

Rabu, 19 Agustus 2026 - 16:02 WIB

Penayangan Film Mencari Jeda Jadi Ruang Apresiasi Karya Cine Vidya 2026

Selasa, 18 Agustus 2026 - 22:41 WIB

Bupati Yudas Tebai Turun Langsung ke RSUD Dogiyai, Dengarkan Keluhan Nakes

Berita Terbaru

Nasional

Rabu, 19 Agu 2026 - 18:38 WIB

mancingjitu slot thailand slot thailand https://www.marcopolodijon.com/