SUARAUTAMA,Dogiyai- Yohanes Degei Komisi A DPRD Kabupaten Dogiyai menyerukan kepada seluruh masyarakat dan pemangku kepentingan untuk menjaga keamanan, ketertiban, dan persatuan menjelang peresmian Gereja Katolik Santa Maria Ratu Rosari Idakebo dekenat Kamapi keuskupan Timika, Distrik Kamu utara, yang dijadwalkan berlangsung pada 7 Oktober 2026.
Bupati Yudas Tebai Serahkan Bantuan Rp300 Juta Untuk Peresmian Gereja
Seruan tersebut disampaikan Komisi A DPRD Dogiyai melalui Yohanes Degei, S.IP., pada Senin (5/10/2026). Imbauan ditujukan kepada jajaran pemerintah, aparat keamanan, pemuda-pemudi, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta seluruh warga agar bersama-sama menjaga kondusivitas selama rangkaian kegiatan peresmian berlangsung.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Umat Stase Goodide Kembangkan Literasi Iman melalui Buku 50 Tahun Pelayanan Katekis Germanus Goo
Yohanes mengatakan, kedatangan Uskup Keuskupan Timika untuk meresmikan gereja merupakan momentum penting bagi umat Katolik dan masyarakat Kabupaten Dogiyai.
Menurutnya, peresmian tersebut bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mempererat persaudaraan dan kebersamaan masyarakat.
“Kedatangan Bapak Uskup adalah kehormatan besar. Ini merupakan momentum yang menyatukan kita semua dalam semangat persaudaraan, tanpa memandang perbedaan suku maupun agama,” ujar Yohanes dalam keterangannya.
Ia menjelaskan, peresmian gereja memiliki sejumlah makna penting, yakni pengudusan rumah ibadah sebagai tempat umat berdoa dan merayakan iman, mempererat persaudaraan masyarakat Idakebo dan sekitarnya, serta menunjukkan bahwa masyarakat Dogiyai mampu menjaga ketertiban dan menghormati tempat ibadah.
Karena itu, Komisi A DPRD Dogiyai mengimbau seluruh pihak, khususnya masyarakat di wilayah Kamu Utara dan Kamu Timur, untuk tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu keamanan maupun kelancaran prosesi peresmian.
“Kami mohon kepada semua pihak untuk menjaga nama baik kita bersama. Hargai gereja dan seluruh aktivitas ibadah di dalamnya, sebagaimana kita juga ingin tempat ibadah kita dihargai. Jangan sampai ada gangguan terhadap kelancaran acara ini,” tegasnya.
Yohanes juga meminta aparat keamanan untuk membantu memastikan keamanan di sekitar lokasi kegiatan. Sementara kepada para pemuda dan pemudi, ia mengajak agar turut mengambil bagian secara positif serta menjadi teladan dalam menjaga ketertiban selama acara berlangsung.
Menurutnya, gereja dan pemerintah memiliki peran yang saling melengkapi. Gereja berperan dalam pembinaan iman dan moral masyarakat, sedangkan pemerintah menjalankan pelayanan publik dan pembangunan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Marilah kita bersama-sama menjaga kedamaian. Ketika kita menghormati Tuhan dan rumah-Nya, semoga damai sejahtera hadir di tengah keluarga dan masyarakat serta di tanah Papua Tengah yang kita cintai,” pungkas Yohanes.
Komisi A DPRD Dogiyai mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung dan mendoakan agar peresmian Gereja Katolik Santa Maria Ratu Rosari Idakebo dapat berlangsung aman, tertib, lancar, dan penuh sukacita, tuturnya degei.











