Mahasiswa Papua Desak Usut Tuntas Kekerasan di Dogiyai

- Publisher

Rabu, 1 April 2026 - 21:44 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAUTAMA.Nabire- Komunitas Mahasiswa Papua Se-Sumatera (KOMPASS) menyampaikan keprihatinan mendalam atas rangkaian peristiwa kekerasan yang terjadi pada 31 Maret 2026 di Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah.

Ketua Umum KOMPASS, Anderian Kamo, menilai peristiwa tersebut tidak hanya menimbulkan duka bagi keluarga korban, tetapi juga memicu ketakutan luas di tengah masyarakat sipil.

“Kejadian ini harus disikapi secara serius, objektif, dan berdasarkan prinsip hukum serta hak asasi manusia,” ujar Anderian dalam pernyataan tertulis yang diterima, Rabu (1/4/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menyoroti kematian seorang warga sipil, Lima korban meninggal dunia di antara lain:Yulita Pigai (80 tahun),Siprianus Tibakoto (18 tahun),Martinus Yobe (14 tahun),Angkian Edowai (19 tahun)

BACA JUGA :  Bukti Kejanggalan Di serahkan, Integritas, Akuntabilitas dan Profesionalitas ATR/BPN Kabupaten Probolinggo di Pertanyakan 

Sementara korban lainnya seperti Kikibi Pigai dilaporkan mengalami luka tembak di bagian paha dan saat ini dirawat oleh keluarga. Maikel Waine (14 tahun) juga dilaporkan mengalami luka parah.

yang dinilai menjadi simbol penting perlunya penegakan hukum yang transparan dan adil.

“Setiap tindakan yang menghilangkan nyawa manusia harus dipertanggungjawabkan secara terbuka. Tidak boleh ada ruang bagi kekerasan tanpa kejelasan hukum,” tegasnya.

BACA JUGA :  Deteksi Dini Gangguan Kamtib, Lapas Bangko Laksanakan Razia Insidentil Menuju Zero HALINAR

KOMPASS menegaskan bahwa negara memiliki kewajiban melindungi hak hidup, rasa aman, dan martabat warga negara sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia.

Selain itu, KOMPASS mendorong Pemerintah Kabupaten Dogiyai di bawah kepemimpinan Bupati Yudas Tebai serta aparat keamanan, termasuk Kapolres Dogiyai Kompol Mince Mayor, untuk segera mengambil langkah cepat dan terukur guna menjamin keamanan masyarakat.

Mahasiswa juga menuntut agar dilakukan pengusutan secara menyeluruh, transparan, dan independen terhadap seluruh rangkaian peristiwa, termasuk dugaan keterlibatan pihak-pihak tertentu.

BACA JUGA :  Menjadi Cahaya di Tengah Keterbatasan, WBP Lapas Bangko Diajak Menebar Manfaat bagi Sesama

“Penegakan hukum harus berjalan tanpa diskriminasi dan tanpa tekanan,” lanjutnya.

Lebih jauh, KOMPASS menilai bahwa pendekatan keamanan semata tidak cukup untuk menyelesaikan persoalan. Diperlukan pendekatan dialogis, humanis, dan berkeadilan untuk memulihkan situasi serta kepercayaan masyarakat.

KOMPASS juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terprovokasi, serta bersama-sama mengawal proses hukum secara kritis dan bertanggung jawab.

“Solidaritas kemanusiaan harus menjadi dasar dalam merespons situasi ini. Keadilan bukan sekadar tuntutan, tetapi kebutuhan mendasar bagi terciptanya kedamaian,” tutup Anderian.

Berita Terkait

Bupati Yudas Tebai Turun Langsung ke RSUD Dogiyai, Dengarkan Keluhan Nakes
Semarak HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Desa Rasau Gelar Festival Pentas Seni & Pembagian Hadiah
Tensi Memanas Jelang Dewata Challenge Persib Bandung Siap Tantang Bali United Malam Ini
Pamit di Podium Kemerdekaan ​Momen Perpisahan dan Tugas Terakhir
Sertijab Camat Gunung Bintang Awai: Apresiasi ASN untuk Armadi, Sambut Indra Yudi
Dana Pensiun Indonesia: Dari Paham Menjadi Punya
Kecamatan Renah Pamenang Peringati HUT RI ke-81, Semangat Nasionalisme dan Kebersamaan Menggema
Oknum Kades Wahidin Diduga Terlibat Aktivitas PETI di Renah Pembarap, Aparat Penegak Hukum Diminta Bertindak
Berita ini 47 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 22:41 WIB

Bupati Yudas Tebai Turun Langsung ke RSUD Dogiyai, Dengarkan Keluhan Nakes

Selasa, 18 Agustus 2026 - 22:33 WIB

Semarak HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Desa Rasau Gelar Festival Pentas Seni & Pembagian Hadiah

Selasa, 18 Agustus 2026 - 18:00 WIB

Tensi Memanas Jelang Dewata Challenge Persib Bandung Siap Tantang Bali United Malam Ini

Senin, 17 Agustus 2026 - 20:14 WIB

Pamit di Podium Kemerdekaan ​Momen Perpisahan dan Tugas Terakhir

Senin, 17 Agustus 2026 - 19:20 WIB

Sertijab Camat Gunung Bintang Awai: Apresiasi ASN untuk Armadi, Sambut Indra Yudi

Berita Terbaru

Berita Utama

Pamit di Podium Kemerdekaan ​Momen Perpisahan dan Tugas Terakhir

Senin, 17 Agu 2026 - 20:14 WIB

mancingjitu slot thailand slot thailand https://www.marcopolodijon.com/