Enam Warga Sipil Tewas dalam Insiden Kekerasan Di Kabupaten Dogiyai

- Publisher

Jumat, 3 April 2026 - 20:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAUTAMA,Nabire- Serangkaian insiden kekerasan yang terjadi sejak Selasa, 31 Maret hingga Rabu, 1 April 2026 di Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah, mengakibatkan jatuhnya korban jiwa di kalangan warga sipil. Peristiwa ini dipicu oleh ditemukannya jenazah seorang anggota polisi, yang kemudian memicu aksi pengejaran dan tembakan di area pemukiman.

Berdasarkan data yang dihimpun, insiden bermula pada Selasa pagi sekitar pukul 10:00 Waktu Papua (WP), ketika mayat Bripda Jufentus Edowai ditemukan di selokan depan Gereja Kingmi Ebenezer, Moanemani. Jasad anggota polisi yang bertugas di wilayah tersebut diduga dibunuh oleh orang tak dikenal (OTK).

Kematian Anggota Polisi Picu Penembakan, 5 Warga Dogiyai Tewas

Kematian anggota kepolisian ini kemudian memicu kemarahan dan dilanjutkan dengan apa yang disebut dalam laporan sebagai “Operasi Balas Dendam” yang dilakukan oleh aparat gabungan TNI-Polri. Aparat melakukan pengejaran, penyisiran, dan penembakan yang menyasar jalur umum hingga pemukiman warga di Kampung Ikebo, Ekemanida, dan Kimupugi, Distrik Kamuu. Pada Selasa,(31/3/26).

Mahasiswa Papua Desak Usut Tuntas Kekerasan di Dogiyai

Akibat aksi tersebut, sedikitnya enam warga sipil dilaporkan tewas dan tiga lainnya mengalami luka kritis. Korban jiwa didominasi oleh warga sipil tak bersenjata, termasuk di antaranya lansia dan anak-anak.

Berikut adalah daftar korban jiwa warga sipil berdasarkan data yang tercatat:

1. Siprianus Tibakoto (19 tahun): Tewas tertembak di dagu hingga menembus hidung di Kampung Ikebo, Selasa sekitar pukul 11:20 WP.

BACA JUGA :  Pakopak Angkat Bicara, Diduga Ada Praktek Pungli Saat Penyaluran Insentif Guru Ngaji Wilayah Kecamatan Tegalsiwalan 

2. Yulita Pigai (80-an tahun): Lansia yang tewas tertembak di bagian paha di lokasi yang sama, Selasa sekitar pukul 11:40 WP.

3. Martinus Yobee (11/12 tahun): Seorang pelajar SD yang tewas tertembak di perut hingga usus keluar di Kampung Ekemanida, Selasa sore.

4. Ferdinand Auwe (19 tahun): Tewas tertembak di paha di Kampung Ikebo, Rabu dini hari.

5. Angkian Edowai (19/20 tahun): Tewas tertembak di dada hingga mengenai jantung di Kampung Kimupugi, Rabu pagi.

6. Maikel Waine (11 tahun): Awalnya tercatat kritis tertembak di dada hingga bahu, namun kemudian dinyatakan meninggal dunia.

BACA JUGA :  Menuju Panggung Juara Arsenal Siap Jamu Burnley di Emirates, Kemenangan Jadi Harga Mati

Sementara itu, korban luka parah antara lain Pigai Kikibi (tertembak di kaki dan paha) serta Magapai Yobee (tertembak di pipi). Dari pihak aparat, selain Bripda Jufentus Edowai, terdapat juga Bripda Abius Yawan yang mengalami luka tembak panah di punggung dan masih dalam perawatan.

Laporan ini menyebutkan bahwa selama insiden berlangsung, wilayah Dogiyai berubah menjadi zona pertempuran. Selain korban jiwa, terdapat juga kerugian materiil berupa kendaraan bermotor dan bangunan yang dilaporkan mengalami kerusakan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi mengenai kronologi dan jumlah korban dari pihak berwenang terkait peristiwa ini.

Sumber: Data Investigasi Solidaritas Rakyat Papua (SRP), 3 April 2026.

Berita Terkait

Polres Maros Bersihkan Rumah Ibadah Sambut Hari Bhayangkara ke-80
Tukin Diduga Belum Terbayar Selama Lima Bulan di Tahun 2025, P3K di Bawah Naungan Kemenag Kab. Probolinggo Menunggu Kepastian 
Sorotan untuk Kopdes
Kecewa, Surat Undangan Resmi Terindikasi Tidak di Indahkan Oleh Oknum Kepala SPPG Karanggeger 1 Hingga Mediasi Gagal 
Bengkel di Jalan Mallengkeri Raya Dikeluhkan Warga karena Diduga Jadi Penyebab Kemacetan Harian
Polisi Hadir Sejak Pagi, Unit Turjawali 1 Samapta Polres Gowa Kawal Aktivitas Warga dan Kelancaran Lalu Lintas
Abaikan Penolakan Lama Warga, Lapangan Japati Caringin Kini Justru Jadi Sumber Petaka Kebakaran Dua Hari Berturut-turut
Air Laut Surut Mendadak Dan naik/ pasang, secara cepat tidak seperti biasa. Usai Gempa, Warga Pesisir Berau Panik.
Berita ini 57 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:39 WIB

Polres Maros Bersihkan Rumah Ibadah Sambut Hari Bhayangkara ke-80

Selasa, 9 Juni 2026 - 20:25 WIB

Tukin Diduga Belum Terbayar Selama Lima Bulan di Tahun 2025, P3K di Bawah Naungan Kemenag Kab. Probolinggo Menunggu Kepastian 

Selasa, 9 Juni 2026 - 18:51 WIB

Sorotan untuk Kopdes

Selasa, 9 Juni 2026 - 13:10 WIB

Kecewa, Surat Undangan Resmi Terindikasi Tidak di Indahkan Oleh Oknum Kepala SPPG Karanggeger 1 Hingga Mediasi Gagal 

Selasa, 9 Juni 2026 - 09:03 WIB

Bengkel di Jalan Mallengkeri Raya Dikeluhkan Warga karena Diduga Jadi Penyebab Kemacetan Harian

Berita Terbaru

Berita Utama

Sorotan untuk Kopdes

Selasa, 9 Jun 2026 - 18:51 WIB