Tambang PT MTN Makin Dekat dengan Rumah Warga, 100 KK Palayo Mengeluh: Sosialisasi Dipertanyakan, Manajemen Bungkam ‎

Pertanyaan itu kini mengemuka di kawasan Palayo, RT 15, Kelurahan Gunung Tabur.

- Publisher

Selasa, 11 Agustus 2026 - 21:50 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAUTAMA  KALIMANTAN TIMUR. BERAU — Ketika aktivitas tambang semakin mendekati permukiman, siapa yang sebenarnya harus berdiri paling depan melindungi warga?

‎Pertanyaan itu kini mengemuka di kawasan Palayo, RT 15, Kelurahan Gunung Tabur. Sekitar 100 kepala keluarga (KK) mengeluhkan aktivitas pertambangan PT Madani Talatah Nusantara (MTN) Site Sambarata yang dinilai terlalu dekat dengan permukiman mereka.

‎Persoalan menjadi semakin serius karena warga menyebut aktivitas pertambangan telah berjalan sebelum sosialisasi awal kepada masyarakat dilakukan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

‎Perwakilan warga RT 15, Doni, mempertanyakan bagaimana sebuah kegiatan yang berdampak langsung terhadap lingkungan sekitar permukiman dapat berjalan sementara masyarakat mengaku belum memperoleh sosialisasi secara memadai sejak awal.

BACA JUGA :  Puluhan Kubik Kayu Pecahan Diduga Keluar dari Kawasan Hutan Pulau Bayur, Aparat Diminta Lakukan Investigasi

‎Ini bukan sekadar soal tambang. Ini soal bagaimana suara warga diperlakukan ketika kepentingan investasi berhadapan langsung dengan kehidupan masyarakat.

‎Sekitar 100 KK bukan angka kecil. Di balik angka tersebut terdapat rumah, keluarga, anak-anak, serta masyarakat yang setiap hari harus hidup berdampingan dengan aktivitas pertambangan.

‎Warga berhak mendapatkan penjelasan mengenai batas wilayah operasi, dampak kegiatan tambang, aspek keselamatan, lingkungan, hingga langkah mitigasi yang disiapkan perusahaan.

‎Namun sampai saat ini, sejumlah pertanyaan warga masih belum mendapatkan jawaban yang terang.

‎Media telah berupaya meminta konfirmasi kepada manajemen PT MTN Site Sambarata mengenai keluhan masyarakat.

BACA JUGA :  Tujuh Terdakwa Kasus Renah Alai Divonis 3 Bulan, JPU Dikabarkan Banding

‎Namun hingga berita ini diterbitkan, tidak ada tanggapan dari manajemen perusahaan.

‎Sikap diam tersebut tentu tidak otomatis berarti perusahaan bersalah. Tetapi dalam perkara yang menyangkut keresahan sekitar 100 KK, diam bukanlah jawaban yang mampu menghapus pertanyaan publik.

‎‎Justru semakin perusahaan tidak memberikan penjelasan, semakin besar ruang bagi publik untuk mempertanyakan transparansi kegiatan tersebut.

‎Apakah masyarakat telah mendapatkan sosialisasi sebelum aktivitas berjalan?

‎‎Dan siapa yang memastikan warga tidak menjadi pihak yang harus menanggung dampak dari aktivitas pertambangan?

‎Pemerintah daerah dan instansi terkait juga patut memastikan persoalan ini tidak berhenti sebagai keluhan warga semata.

‎Jika seluruh prosedur telah dipenuhi, perusahaan semestinya dapat menjelaskannya secara terbuka. Jika terdapat persoalan, maka pemerintah wajib memastikan ada penyelesaian yang berpihak pada kepentingan masyarakat dan sesuai ketentuan hukum.

BACA JUGA :  Tak Terima Lahan Dikuasai Pihak Lain, Ahli Waris Amer Husin di Kelurahan Mampun Siap Seret Merry-Tomy ke Ranah Hukum

‎Sebab, investasi memang penting. Tambang memang menghasilkan nilai ekonomi, Dan Tenaga Kerja. Tetapi pembangunan tidak boleh membuat masyarakat yang tinggal paling dekat dengan aktivitas tambang justru menjadi pihak yang paling banyak menanggung risikonya, ‎Palayo kini menunggu jawaban.‎‎Warga sudah bicara. Media sudah meminta konfirmasi. Kini giliran perusahaan dan pemerintah memberikan penjelasan.

‎‎Media membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi PT Madani Talatah Nusantara maupun pihak terkait lainnya.

‎‎-Rudi’S

Penulis : Rudi Salam

Sumber Berita: Wartawan Suara utama

Berita Terkait

Viral! Dugaan Aktivitas Dompeng di Tengah Kota Bangko Disorot Publik, Warga Khawatir Anak-Anak Jadi Korban
Suara Utama Buka Ruang Berkarya bagi Penulis, Jurnalis dan Wartawan di Indonesia
Peduli Kesehatan di Tengah Kabut Asap, Lapas Bangko Bagikan Masker dan Vitamin kepada Masyarakat
Jaga Kesehatan, Perkuat Pembinaan. Warga Binaan Lapas Bangko Jalani Pemeriksaan Kesehatan
Lapas Bangko Gelar Doa Bersama untuk Keselamatan Jurnalis dan Awak Kapal yang Hilang Kontak
Dedikasi Membuahkan Hasil: Delegasi SMA Ar Rohmah Guncang Panggung Asean Olympiad 2026 dengan Sederet Kemenangan
“Quo Vadis” UU Perampasan Asset
Yayasan Suara Utama Indonesia Soroti Polemik Sound Horeg dan Etika, Pernyataan “Goblok” Jadi Sorotan
Berita ini 78 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 19:48 WIB

Viral! Dugaan Aktivitas Dompeng di Tengah Kota Bangko Disorot Publik, Warga Khawatir Anak-Anak Jadi Korban

Jumat, 11 September 2026 - 18:16 WIB

Suara Utama Buka Ruang Berkarya bagi Penulis, Jurnalis dan Wartawan di Indonesia

Jumat, 11 September 2026 - 14:36 WIB

Peduli Kesehatan di Tengah Kabut Asap, Lapas Bangko Bagikan Masker dan Vitamin kepada Masyarakat

Jumat, 11 September 2026 - 14:30 WIB

Jaga Kesehatan, Perkuat Pembinaan. Warga Binaan Lapas Bangko Jalani Pemeriksaan Kesehatan

Jumat, 11 September 2026 - 14:25 WIB

Lapas Bangko Gelar Doa Bersama untuk Keselamatan Jurnalis dan Awak Kapal yang Hilang Kontak

Berita Terbaru

https://mancingjitu.com/