HIMAS 2026 : AMAN Sulsel Tegaskan Kedaulatan Pengetahuan Masyarakat Adat adalah Kunci Menjaga Bumi, Mendesak Pengesahan UU Masyarakat Adat

- Publisher

Senin, 10 Agustus 2026 - 14:21 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARA UTAMA | Makassar — Dalam rangka memperingati Hari Internasional Masyarakat Adat Sedunia (HIMAS) 2026, Pengurus Wilayah Aliansi Masyarakat Adat Nusantara () Sulawesi Selatan mengangkat tema “Kedaulatan Pengetahuan Masyarakat Adat: Menjaga Bumi, Mensejahterakan, dan Merawat Kehidupan” sebagai seruan untuk memperkuat pengakuan dan perlindungan terhadap hak-hak masyarakat adat di Indonesia.

Momentum tahunan ini dinilai bukan sekadar peringatan simbolik, tetapi menjadi pengingat bagi negara dan seluruh pemangku kepentingan agar memberikan pengakuan, penghormatan, serta perlindungan terhadap keberadaan masyarakat adat beserta seluruh pengetahuan, nilai, tradisi, dan sistem kehidupan yang telah diwariskan lintas generasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua Pelaksana Harian PW AMAN Sulawesi Selatan, , menegaskan bahwa kedaulatan pengetahuan masyarakat adat bukan hanya upaya mempertahankan tradisi masa lalu, melainkan merupakan hak masyarakat adat untuk menentukan sendiri cara hidupnya, mengelola wilayah adat, menjaga sumber daya alam, serta merawat hubungan yang harmonis antara manusia dan alam.

“Kedaulatan pengetahuan masyarakat adat adalah fondasi dalam menjaga keseimbangan kehidupan. Pengetahuan yang lahir dari pengalaman panjang membaca alam telah terbukti mampu menjaga kelestarian hutan, sungai, tanah, laut, pangan lokal, hingga menghadapi berbagai perubahan lingkungan,” ujar Tendri Itti.

Menurutnya, selama berabad-abad masyarakat adat telah membangun sistem pengetahuan yang berakar dari pengalaman hidup bersama alam. Pengetahuan mengenai pengelolaan hutan, tata kelola wilayah adat, tanaman obat, musim, serta sumber pangan lokal menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus menopang kehidupan masyarakat.

BACA JUGA :  Kebakaran Lahan di Desa Pamangka Dipadamkan

Ia menambahkan, bagi masyarakat adat, alam bukan semata-mata aset ekonomi yang dapat dieksploitasi, melainkan ruang hidup, identitas budaya, sumber pangan, serta warisan bagi generasi mendatang. Karena itu, perlindungan wilayah adat merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari upaya menjaga keberlanjutan lingkungan dan masa depan kehidupan.

Namun demikian, AMAN Sulawesi Selatan menilai berbagai tantangan masih dihadapi masyarakat adat hingga saat ini. Mulai dari penguasaan wilayah adat tanpa persetujuan yang bermakna, perampasan ruang hidup, kerusakan lingkungan, konflik sumber daya alam, hingga kebijakan pembangunan yang belum sepenuhnya mengakui dan menghormati hak-hak masyarakat adat.

BACA JUGA :  Semarak HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Desa Rasau Gelar Festival Pentas Seni & Pembagian Hadiah

Dalam konteks tersebut, PW AMAN Sulawesi Selatan mendorong agar kedaulatan pengetahuan masyarakat adat ditempatkan sebagai bagian penting dalam pembangunan yang berkeadilan dan berkelanjutan. Pengetahuan lokal masyarakat adat harus dihormati, dilindungi, serta tidak dimanfaatkan secara sepihak tanpa persetujuan masyarakat adat sebagai pemilik sah wilayah dan pengetahuan tersebut.

Selain itu, kesejahteraan masyarakat adat dinilai harus dibangun tanpa menghilangkan identitas dan kebudayaannya. Penguatan hak atas wilayah adat, akses terhadap sumber penghidupan, pangan lokal, pendidikan, kesehatan, hingga ruang bagi masyarakat adat untuk menentukan masa depannya sendiri menjadi bagian penting dari pembangunan yang berpihak pada masyarakat adat.

PW AMAN Sulawesi Selatan juga menekankan pentingnya peran perempuan, pemuda, anak-anak, dan seluruh anggota komunitas adat dalam menjaga serta mewariskan pengetahuan lokal kepada generasi berikutnya. Pewarisan nilai-nilai kearifan lokal dinilai menjadi kunci agar identitas budaya masyarakat adat tetap hidup di tengah perubahan zaman.

BACA JUGA :  Siswa Gema Insan Cendekia Karawang Belajar Ekosistem Laut dan Kepemimpinan Lingkungan Bersama Emil Salim Institute

Melalui peringatan Hari Internasional Masyarakat Adat Sedunia 2026, AMAN Sulawesi Selatan mengajak seluruh elemen bangsa untuk menyadari bahwa masa depan bumi tidak dapat dipisahkan dari keberadaan masyarakat adat. Ketika wilayah adat terlindungi, hutan tetap lestari, sumber air terjaga, dan pengetahuan lokal dihormati, maka keberlanjutan kehidupan bagi generasi mendatang juga akan terjamin.

Mengakhiri pernyataannya, PW AMAN Sulawesi Selatan kembali menyerukan pentingnya pengesahan Undang-Undang Masyarakat Adat sebagai landasan hukum yang memberikan kepastian atas pengakuan dan perlindungan hak-hak masyarakat adat di Indonesia.

“Kedaulatan Pengetahuan Masyarakat Adat! Jaga Wilayah Adat, Jaga Bumi! Masyarakat Adat Sejahtera, Alam Terjaga, Kehidupan Berkelanjutan! Sahkan Undang-Undang Masyarakat Adat Sekarang Juga!” demikian seruan yang disampaikan PW AMAN Sulawesi Selatan dalam peringatan HIMAS 2026.

Penulis : Hamsir

Editor : Hamsir

Berita Terkait

Kebakaran Gunung Kawi-Butak hingga Arjuno, Yayasan Suara Utama Indonesia Serukan Kepedulian
PETI Gunakan Ekskavator Milik Cuncun di Pematang Kandis, Beranikah Aparat Bertindak ?
Rapuh Seperti Kue Sagon, Paving Block Anggaran Pokir Dikeluhkan Anggota DPRD Pandeglang
Jenazah Misterius Ditemukan di Pulau Enggano, Tim SAR dan Polisi Lakukan Pencocokan DNA Dengan Delapan Keluarga Korban Hilang Saat Peliputan Eerupsi Gunung Anak Krakatau
Lantik Ketua LPM Baru, Lurah Girian Weru Dua Harapkan Sinergi Kuat
Lapas Bangko Gelar Hening Cipta untuk Mengenang ASN Jayawijaya yang Gugur dalam Tugas
Sisir Rakata, Sertung, hingga Pulau Panjang, Tim Gabungan Belum Temukan 8 Orang yang Hilang
5 Jurnalis Hilang Kontak Saat Liputan Gunung Anak Krakatau, Founder YSUI Ajak Insan Pers Panjatkan Doa
Berita ini 55 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 23:47 WIB

Kebakaran Gunung Kawi-Butak hingga Arjuno, Yayasan Suara Utama Indonesia Serukan Kepedulian

Selasa, 15 September 2026 - 20:34 WIB

PETI Gunakan Ekskavator Milik Cuncun di Pematang Kandis, Beranikah Aparat Bertindak ?

Senin, 14 September 2026 - 19:15 WIB

Jenazah Misterius Ditemukan di Pulau Enggano, Tim SAR dan Polisi Lakukan Pencocokan DNA Dengan Delapan Keluarga Korban Hilang Saat Peliputan Eerupsi Gunung Anak Krakatau

Senin, 14 September 2026 - 18:55 WIB

Lantik Ketua LPM Baru, Lurah Girian Weru Dua Harapkan Sinergi Kuat

Senin, 14 September 2026 - 10:39 WIB

Lapas Bangko Gelar Hening Cipta untuk Mengenang ASN Jayawijaya yang Gugur dalam Tugas

Berita Terbaru

https://mancingjitu.com/