SUARA UTAMA – Btung Sulawesi Utara — Ketua Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Distrik Kota Bitung, Fahry Lamato SH, meminta masyarakat tidak terburu-buru mempercayai isu dugaan pernyataan bernuansa SARA yang menyeret nama Komandan Satuan Patroli (Dansatrol) Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) VIII, Kolonel Laut Marvil Marfell.
Menurut Fahry, rekaman percakapan yang beredar luas di masyarakat perlu diuji secara menyeluruh untuk memastikan keaslian suara maupun konteks pembicaraan sebenarnya.
“Saya mewakili keluarga besar GMBI Distrik Kota Bitung dan Wilter Sulut tidak percaya jika beliau menyampaikan pernyataan yang menyinggung suku tertentu, khususnya suku Jawa,” kata Fahry kepada wartawan di Bitung, Jumat (22/5/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Fahry menilai, sebagai putra daerah Sulawesi Utara yang berhasil meraih pangkat Kolonel Laut di usia relatif muda, Marvil Marfell dikenal sebagai sosok terpelajar dan memahami pentingnya menjaga persatuan di tengah masyarakat yang majemuk.
Karena itu, ia meminta publik tidak langsung menarik kesimpulan hanya berdasarkan rekaman yang beredar di media sosial maupun aplikasi percakapan.
“Perlu ada pemeriksaan oleh tim ahli agar semuanya menjadi jelas dan terang. Jangan sampai masyarakat terprovokasi oleh informasi yang belum dipastikan kebenarannya,” ujarnya.
Fahry juga menduga adanya pihak tertentu yang sengaja menyebarkan potongan rekaman untuk membentuk opini negatif terhadap Dansatrol Kodaeral VIII.
Ia menilai penyebaran rekaman tanpa konteks utuh berpotensi memicu kesalahpahaman dan memperkeruh situasi sosial di masyarakat.
“Kalau memang rekaman itu dipotong lalu disebarluaskan dengan tujuan tertentu, tentu itu sangat disayangkan. Apalagi jika sampai menimbulkan kegaduhan dan perpecahan,” katanya.
Menurut Fahry, persoalan tersebut sebenarnya telah diselesaikan secara kekeluargaan melalui kegiatan buka puasa bersama yang digelar Satrol Kodaeral VIII bersama tokoh masyarakat Jawa, LSM, dan awak media beberapa waktu lalu.
Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap menjaga situasi yang kondusif dan tidak mudah terpengaruh isu yang belum terverifikasi.
“Masyarakat harus tetap berpikir jernih dan tidak mudah menghakimi sebelum fakta yang sebenarnya benar-benar terungkap,” ujar Fahry.
Penulis : Arman Pramana Sulu
Sumber Berita: Wartawan Suara Utama












Komentar
Silakan login untuk berkomentar.