Rumah Kaprawi Disorot Warga, Diduga Jadi Lokasi Penampungan dan Pembakaran Emas Hasil PETI

- Publisher

Sabtu, 23 Mei 2026 - 17:42 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

SUARA UTAMA,Merangin– Isu mengenai praktik Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Desa Lubuk Bumbun, Kecamatan Margo Tabir, Kabupaten Merangin, kian memanas dan menjadi sorotan utama warga setempat. Masyarakat kini mendesak aparat penegak hukum untuk turun langsung ke lokasi guna mengusut tuntas dugaan aktivitas ilegal tersebut.

Dari hasil pantauan di lapangan, kekhawatiran warga bukan hanya tertuju pada lokasi penambangan saja, melainkan juga pada jalur pengolahan hingga distribusi hasil tambang ilegal. Kabar yang beredar menyebutkan adanya lokasi tertentu yang diduga kuat dijadikan tempat pengolahan bahan galian tersebut.

BACA JUGA :  Alhamdulillah, Siswi SDN 01 Tiuh Balak Pasar Raih Juara 2 Lampung Student Olympic (LSO)

Sejumlah warga yang ditemui di lokasi mengungkapkan kecurigaannya secara terang-terangan. Mereka menduga bahwa kediaman seorang warga bernama Kaprawi menjadi pusat kegiatan penampungan sekaligus tempat pembakaran atau pemurnian emas yang berasal dari aktivitas PETI di wilayah sekitar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami warga sekitar curiga sekali, rumah milik Pak Kaprawi ini sepertinya dipakai untuk usaha penampungan emas. Tidak hanya disimpan di sini, tapi kami juga menduga ada proses pembakaran atau pemurnian emas hasil galian ilegal di wilayah kita ini,” ungkap salah satu warga yang enggan disebutkan identitasnya.

BACA JUGA :  Pelatihan Menulis Digelar di MTS Mamba’ul Ulum Pekon Margoyoso, Tanggamus

Pernyataan senada juga disampaikan oleh warga lainnya. Mereka menilai selama rantai pasok dan pengolahan tidak ditindak tegas, maka praktik PETI di Merangin akan terus tumbuh subur dan sulit diberantas.

“Kalau tempat penampungan dan pengolahannya sudah jelas ada, seperti dugaan di rumah Kaprawi ini, seharusnya aparat segera bertindak. Selama tempat seperti ini masih beroperasi, penambangan ilegal pasti tidak akan berhenti,” tambahnya.

BACA JUGA :  Saudi Edu Expo 2026 Sukses Digelar, Antusiasme Pengunjung Melonjak Tiga Kali Lipat

Menyusul maraknya informasi tersebut, warga meminta Polres Merangin dan Polda Jambi segera melakukan klarifikasi dan pengecekan mendalam ke kediaman Kaprawi. Masyarakat berharap penelusuran dilakukan secara objektif untuk membuktikan kebenaran kabar sekaligus menghentikan aktivitas yang dinilai merusak lingkungan dan mengganggu ketertiban umum tersebut.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi baik dari pihak kepolisian maupun dari Kaprawi terkait tudingan yang dialamatkan kepada kediamannya. Warga pun berharap jika terbukti ada pelanggaran, hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu.

Penulis : Ady Lubis

Sumber Berita: Wartawan Suara Utama

Berita Terkait

Andre Hariyanto Dinyatakan Kompeten dalam Uji Kompetensi Wartawan
Team Ngorek Audio: Sebaiknya Volume Sound Horeg Sewajarnya
Persebaya Optimis Juara di Musim Menuju Usia 100 Tahun
Kebakaran Gunung Kawi-Butak hingga Arjuno, Yayasan Suara Utama Indonesia Serukan Kepedulian
5 Jurnalis Hilang Kontak Saat Liputan Gunung Anak Krakatau, Founder YSUI Ajak Insan Pers Panjatkan Doa
Dedikasi Membuahkan Hasil: Delegasi SMA Ar Rohmah Guncang Panggung Asean Olympiad 2026 dengan Sederet Kemenangan
Yayasan Suara Utama Indonesia Soroti Polemik Sound Horeg dan Etika, Pernyataan “Goblok” Jadi Sorotan
Yayasan Suara Utama Indonesia Perkuat Kiprah di Dunia Pers
Berita ini 557 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 20:11 WIB

Andre Hariyanto Dinyatakan Kompeten dalam Uji Kompetensi Wartawan

Jumat, 18 September 2026 - 16:52 WIB

Team Ngorek Audio: Sebaiknya Volume Sound Horeg Sewajarnya

Jumat, 18 September 2026 - 15:39 WIB

Persebaya Optimis Juara di Musim Menuju Usia 100 Tahun

Selasa, 15 September 2026 - 23:47 WIB

Kebakaran Gunung Kawi-Butak hingga Arjuno, Yayasan Suara Utama Indonesia Serukan Kepedulian

Minggu, 13 September 2026 - 13:24 WIB

5 Jurnalis Hilang Kontak Saat Liputan Gunung Anak Krakatau, Founder YSUI Ajak Insan Pers Panjatkan Doa

Berita Terbaru

FOTO: Andre Hariyanto mengenakan batik cokelat saat mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) dan dinyatakan kompeten. UKW diselenggarakan Lembaga Uji Kompetensi Wartawan Kompas bersama KG Media dan Google. (Dok. Pribadi Andre Hariyanto)

Berita Utama

Andre Hariyanto Dinyatakan Kompeten dalam Uji Kompetensi Wartawan

Sabtu, 19 Sep 2026 - 20:11 WIB

FOTO: Truk sound horeg pawai Agustusan di Jawa Timur. (Sumber Wikipedia)

Berita Utama

Team Ngorek Audio: Sebaiknya Volume Sound Horeg Sewajarnya

Jumat, 18 Sep 2026 - 16:52 WIB

FOTO:Memakai Kaos Hitam Wakil Direktur Persebaya, Nanang Priyanto saat jumpa Pers di Amaris Hotel Surabaya, Jawa Timur pada Jum'at 18 September 2026 (Andre Hariyanto/SUARA UTAMA)

Nasional

Persebaya Optimis Juara di Musim Menuju Usia 100 Tahun

Jumat, 18 Sep 2026 - 15:39 WIB

https://mancingjitu.com/