Viral Excavator PETI Diduga Milik Kades Sekancing Sapri, Publik Bertanya: Sebenarnya Milik Siapa?

Minggu, 25 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARA UTAMA,Merangin – Gonjang-ganjing keberadaan satu unit alat berat jenis excavator yang diduga digunakan untuk aktivitas penambangan emas ilegal (PETI) di wilayah Desa Sekancing kembali menghebohkan publik. Nama Sapri, Kepala Desa Sekancing, kembali mencuat dan menjadi perbincangan hangat, terutama setelah isu tersebut viral di media sosial.

Sorotan publik terhadap Sapri bukan tanpa alasan. Pasalnya, dugaan aktivitas PETI di Desa Sekancing wilayah yang juga dikenal sebagai tempat kelahiran Gubernur Jambi, Al Haris telah lama menjadi buah bibir masyarakat.

Bahkan, perkara ini sebelumnya sempat masuk ke ranah hukum dan mendapat atensi serius.

Berdasarkan catatan media, Sapri beberapa kali dipanggil oleh pihak Polda Jambi untuk dimintai keterangan. Kasus ini juga sempat memicu aksi unjuk rasa mahasiswa di Mapolda Jambi, sehingga menjadikan nama Kades Sekancing tersebut kian disorot publik.

Seiring viralnya kembali informasi terkait alat berat excavator yang terpantau di lokasi PETI, Sapri akhirnya buka suara. Ia yang sebelumnya memblokir nomor wartawan media ini, secara mengejutkan kembali menghubungi dan meminta agar pemberitaan yang menyangkut dirinya dihentikan.

“Tolonglah berhenti memberitakan saya. Saya tidak lagi bermain PETI. Saya sempat sakit beberapa waktu lalu,” ujar Sapri kepada media ini.

Ia juga menyampaikan permintaan maaf atas tindakan pemblokiran nomor wartawan. “Saya minta maaf, waktu itu saya sedang fokus dengan kondisi saya,” tambahnya.

Namun demikian, sikap tersebut justru menuai catatan kritis. Media ini menyayangkan tindakan pemblokiran yang dilakukan Sapri sebelumnya. Sebagai pejabat publik, seorang kepala desa seharusnya bersikap terbuka terhadap konfirmasi media, bukan sebaliknya. Klarifikasi dan penjelasan yang proporsional dinilai jauh lebih elegan daripada menutup ruang komunikasi.

BACA JUGA :  HMI Pandeglang Dukung Pengembangan UMKM untuk Kesejahteraan Bersama

Di sisi lain, mencuatnya pemberitaan ini juga memunculkan reaksi dari sejumlah pihak lain yang disebut-sebut merasa “kepanasan” dan “kebakaran jenggot”. Tak sedikit pihak yang meminta agar aktivitas di lokasi tersebut tidak diviralkan, meski di lapangan warga tetap bersikukuh bahwa alat berat yang berada di lokasi itu diduga milik Kades Sekancing, Sapri.

Situasi ini semakin mempertebal tanda tanya publik. Pasalnya, di tengah ramainya isu, tidak satu pun pihak yang secara jelas dan terbuka mengakui kepemilikan alat berat excavator tersebut. Semua seolah saling lempar tangan.

Masyarakat pun kini menanti langkah tegas dari aparat penegak hukum. Warga berharap pihak kepolisian dan instansi terkait turun langsung ke lapangan, melakukan pengecekan fisik, serta mengkroscek secara menyeluruh siapa sebenarnya pemilik alat berat excavator yang terpantau di lokasi PETI tersebut.

Publik menilai, polemik ini tidak boleh terus dibiarkan menggantung. Penegakan hukum yang transparan dan tanpa pandang bulu sangat dinantikan, agar isu yang telah lama beredar dan viral di media sosial ini memiliki kejelasan hukum serta tidak terus menjadi spekulasi di tengah masyarakat.

Hingga berita ini diterbitkan, masyarakat Sekancing dan publik luas masih menunggu: excavator tersebut sebenarnya milik siapa? Aparat penegak hukum diminta segera menjawab pertanyaan itu melalui penyelidikan yang objektif dan terbuka.

Penulis : Ady Lubis

Sumber Berita : Wartawan Suara Utama

Berita Terkait

Baru Selesai Dibangun Sudah Banyak Keretakan Proyek Jalan Parit 13 Rt 07 Dusun Bahagia, Desa Tungkal 1 Pangkal Babu
Akui Kecorobohan Proses Pelatihan Pra Seleksi Magang IM Japan, Aris Wais Warisman Sampaikan Permohonan Maaf
AR Learning Center Resmi Tetapkan Struktur Manajemen Kelembagaan Masa Kerja 2026
Gempa Magnitudo 6,4 Guncang Pacitan, Terasa hingga Malang dan Wilayah Sekitarnya
Kesempatan Emas! AR Learning Center Buka 10 Program Pelatihan Profesional Sekaligus dengan Promo Spesial
P3N Desa Lubuk Birah M. Aidil Fitra Diduga Gelapkan Uang Adminitrasi Nikah  
Peringatan 1 Abad Hari Lahir :NU Tanggamus Adakan Istighosah
Satgas Jalan Lurus Kunjungi Ponpes Al Fatah, Untuk Klarifikasi Dugaan Bullying: Ponpes Al Fatah Akui Tidak Ada Bullying di Ponpes Al Fatah

Berita Terkait

Jumat, 6 Februari 2026 - 23:22

Baru Selesai Dibangun Sudah Banyak Keretakan Proyek Jalan Parit 13 Rt 07 Dusun Bahagia, Desa Tungkal 1 Pangkal Babu

Jumat, 6 Februari 2026 - 22:40

Akui Kecorobohan Proses Pelatihan Pra Seleksi Magang IM Japan, Aris Wais Warisman Sampaikan Permohonan Maaf

Jumat, 6 Februari 2026 - 19:15

AR Learning Center Resmi Tetapkan Struktur Manajemen Kelembagaan Masa Kerja 2026

Jumat, 6 Februari 2026 - 11:06

Gempa Magnitudo 6,4 Guncang Pacitan, Terasa hingga Malang dan Wilayah Sekitarnya

Jumat, 6 Februari 2026 - 10:41

Kesempatan Emas! AR Learning Center Buka 10 Program Pelatihan Profesional Sekaligus dengan Promo Spesial

Sabtu, 31 Januari 2026 - 20:41

P3N Desa Lubuk Birah M. Aidil Fitra Diduga Gelapkan Uang Adminitrasi Nikah  

Sabtu, 31 Januari 2026 - 20:20

Peringatan 1 Abad Hari Lahir :NU Tanggamus Adakan Istighosah

Sabtu, 31 Januari 2026 - 15:20

Satgas Jalan Lurus Kunjungi Ponpes Al Fatah, Untuk Klarifikasi Dugaan Bullying: Ponpes Al Fatah Akui Tidak Ada Bullying di Ponpes Al Fatah

Berita Terbaru