Viral Excavator PETI Diduga Milik Kades Sekancing Sapri, Publik Bertanya: Sebenarnya Milik Siapa?

- Publisher

Minggu, 25 Januari 2026 - 10:08 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

💰 Ayo Dukung Keberlanjutan Media & Jurnalisme
+ Berpartisipasi

SUARA UTAMA,Merangin – Gonjang-ganjing keberadaan satu unit alat berat jenis excavator yang diduga digunakan untuk aktivitas penambangan emas ilegal (PETI) di wilayah Desa Sekancing kembali menghebohkan publik. Nama Sapri, Kepala Desa Sekancing, kembali mencuat dan menjadi perbincangan hangat, terutama setelah isu tersebut viral di media sosial.

Sorotan publik terhadap Sapri bukan tanpa alasan. Pasalnya, dugaan aktivitas PETI di Desa Sekancing wilayah yang juga dikenal sebagai tempat kelahiran Gubernur Jambi, Al Haris telah lama menjadi buah bibir masyarakat.

Bahkan, perkara ini sebelumnya sempat masuk ke ranah hukum dan mendapat atensi serius.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan catatan media, Sapri beberapa kali dipanggil oleh pihak Polda Jambi untuk dimintai keterangan. Kasus ini juga sempat memicu aksi unjuk rasa mahasiswa di Mapolda Jambi, sehingga menjadikan nama Kades Sekancing tersebut kian disorot publik.

BACA JUGA :  Sorotan Tajam! Juhendri Disorot Usai Hadiri Pengukuhan PKB Berseragam PNS

Seiring viralnya kembali informasi terkait alat berat excavator yang terpantau di lokasi PETI, Sapri akhirnya buka suara. Ia yang sebelumnya memblokir nomor wartawan media ini, secara mengejutkan kembali menghubungi dan meminta agar pemberitaan yang menyangkut dirinya dihentikan.

“Tolonglah berhenti memberitakan saya. Saya tidak lagi bermain PETI. Saya sempat sakit beberapa waktu lalu,” ujar Sapri kepada media ini.

Ia juga menyampaikan permintaan maaf atas tindakan pemblokiran nomor wartawan. “Saya minta maaf, waktu itu saya sedang fokus dengan kondisi saya,” tambahnya.

Namun demikian, sikap tersebut justru menuai catatan kritis. Media ini menyayangkan tindakan pemblokiran yang dilakukan Sapri sebelumnya. Sebagai pejabat publik, seorang kepala desa seharusnya bersikap terbuka terhadap konfirmasi media, bukan sebaliknya. Klarifikasi dan penjelasan yang proporsional dinilai jauh lebih elegan daripada menutup ruang komunikasi.

BACA JUGA :  Bupati Merangin Siapkan Videotron Pertama, Perindah Kota Bangko dan Dorong PAD

Di sisi lain, mencuatnya pemberitaan ini juga memunculkan reaksi dari sejumlah pihak lain yang disebut-sebut merasa “kepanasan” dan “kebakaran jenggot”. Tak sedikit pihak yang meminta agar aktivitas di lokasi tersebut tidak diviralkan, meski di lapangan warga tetap bersikukuh bahwa alat berat yang berada di lokasi itu diduga milik Kades Sekancing, Sapri.

Situasi ini semakin mempertebal tanda tanya publik. Pasalnya, di tengah ramainya isu, tidak satu pun pihak yang secara jelas dan terbuka mengakui kepemilikan alat berat excavator tersebut. Semua seolah saling lempar tangan.

BACA JUGA :  LSM Brajo Sakti Soroti Penggunaan Anggaran RS Pratama Bukit Kerman, Siap Laporkan ke Kejati Jambi

Masyarakat pun kini menanti langkah tegas dari aparat penegak hukum. Warga berharap pihak kepolisian dan instansi terkait turun langsung ke lapangan, melakukan pengecekan fisik, serta mengkroscek secara menyeluruh siapa sebenarnya pemilik alat berat excavator yang terpantau di lokasi PETI tersebut.

Publik menilai, polemik ini tidak boleh terus dibiarkan menggantung. Penegakan hukum yang transparan dan tanpa pandang bulu sangat dinantikan, agar isu yang telah lama beredar dan viral di media sosial ini memiliki kejelasan hukum serta tidak terus menjadi spekulasi di tengah masyarakat.

Hingga berita ini diterbitkan, masyarakat Sekancing dan publik luas masih menunggu: excavator tersebut sebenarnya milik siapa? Aparat penegak hukum diminta segera menjawab pertanyaan itu melalui penyelidikan yang objektif dan terbuka.

Penulis : Ady Lubis

Sumber Berita: Wartawan Suara Utama

Berita Terkait

Kebakaran Gunung Arjuno – Welirang, Founder Persatuan Kelana Alam Indonesia Ajak Masyarakat Berdoa dan Turun Hujan
Bapelkum Bitung Edukasi Pelajar SMAN 2 Bitung melalui Program “Bapelkum Bitung Mengajar”
Fasilitator TEKAD Dogiyai Dukung Festival Kopi Papua Tengah 2026
Dukung UMKM Naik Kelas, Sekjen DPP APPSI Kunjungi Zona BakuBae Kota Bitung
Andre Hariyanto Lulus UKW Dewan Pers, Perkuat Kompetensi sebagai Wartawan Profesional
Dishub Pangkalpinang Sosialisasi Smart Parking di SMADA, Dorong Pelajar Jadi Pelopor Digitalisasi
Aula Bappeda Merangin Dipakai Pengukuhan PKB, Publik Pertanyakan Penggunaan Fasilitas Pemerintah
Sorotan Tajam! Juhendri Disorot Usai Hadiri Pengukuhan PKB Berseragam PNS
Berita ini 61 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:17 WIB

Kebakaran Gunung Arjuno – Welirang, Founder Persatuan Kelana Alam Indonesia Ajak Masyarakat Berdoa dan Turun Hujan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 02:14 WIB

Bapelkum Bitung Edukasi Pelajar SMAN 2 Bitung melalui Program “Bapelkum Bitung Mengajar”

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:19 WIB

Fasilitator TEKAD Dogiyai Dukung Festival Kopi Papua Tengah 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 - 02:57 WIB

Dukung UMKM Naik Kelas, Sekjen DPP APPSI Kunjungi Zona BakuBae Kota Bitung

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:26 WIB

Andre Hariyanto Lulus UKW Dewan Pers, Perkuat Kompetensi sebagai Wartawan Profesional

Berita Terbaru

Chat via WhatsApp