RSUD Waluyo jati Diduga belum Memenuhi Prasarana IPAL dan Oknum Tenaga Kesehatan Belum Memiliki Ijazah Diploma lll 

- Publisher

Sabtu, 22 November 2025 - 09:08 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

 

SUARA UTAMA, Probolinggo – RSUD Waluyo jati Kraksaan kabupaten Probolinggo Jawa Timur terus menjadi sorotan publik. Sorotan awal tertuju kepada anggaran pengadaan gizi kering dan basah serta inventaris RSUD Waluyo jati. Sorotan kedua, tertuju kepada anggaran Farmasi. 22/11/2025.

Kali ini sorotan publik melebar terhadap prasarana IPAL. Yang mana RSUD Waluyo jati terindikasi dugaan belum memiliki izin pembuangan limbah cair (IPLC). Begitu pula oknum operator intalasi pengelolaan air limbah (IPAL) diduga belum mengantongi sertifikat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

RSUD Waluyo jati pada tahun 2024, diduga menampung 4 orang oknum tenaga kesehatan yang belum memenuhi kualifikasi pendidikan (belum memiliki ijazah Diploma lll). Diantarnya “HG” perawatan penyelia “WP” tenaga sanitasi lingkungan penyelia “SA” perawatan penyelia dan “MJ” perawatan terampil. Kesemuanya diduga berpendidikan SLTA.

BACA JUGA :  Komnas PA Kota Batu Berikan Edukasi Perlindungan Anak pada Pertemuan Forum Anak Desa Tlekung

Indikasi dugaan RSUD Waluyo jati belum sepenuhnya memiliki prasarana sesuai persyaratan standar rumah sakit (IPAL) yang membuat warga kabupaten Probolinggo “AM” merenung dan terkejut. Menurutnya, prasarana yang baik, dapat memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas.

“Sekelas RSUD Waluyo jati belum memiliki prasarana IPAL, rumah sakit terbesar di kabupaten Probolinggo dan menggunakan APBD. Padahal IPAL merupakan salah satu prasarana yang sangat penting bagi rumah sakit. Limbah medis mengandung berbagai macam zat berbahaya, baik kimia maupun biologis. Ini tidak boleh di biarkan, karena dampak negatif nya sangat serius, selain aspek lingkungan juga berdampak kepada kesehatan masyarakat. “Katanya.

Ia juga menangapi adanya 4 orang oknum tenaga kesehatan di RSUD Waluyo jati yang diduga belum memiliki ijazah Diploma lll. Ia berpendapat resiko kesalahan medis akan meningkat. Sementara Perawat penyelia bertanggung jawab atas pengawasan dan manajemen asuhan keperawatan.

BACA JUGA :  Ahli Waris Djawan Satino Ungkap Kerugian Materiil dan Immateriil, Diduga Akibat Ulah Oknum Mafia Tanah Desa Gading Kulon 

“Kenapa RSUD Waluyo jati menampung perawat yang diduga belum memenuhi kualifikasi pendidikan?. apakah saat ini sudah memiliki ijazah Diploma lll?. Hal ini dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya kesalahan dalam diagnosis keperawatan, perencanaan tindakan, dan pemberian asuhan, yang berujung pada komplikasi medis atau cedera pasien.”pungkas nya.

Namun, dalam kedua dugaan tersebut, perihal RSUD Waluyo jati belum sepenuhnya memenuhi persyaratan standar rumah sakit (IPAL). Dugaan 4 orang oknum tenaga kesehatan yang belum memiliki ijazah Diploma lll. Team media lagi lagi tidak mendapat jawaban, bahkan oknum Direktur RSUD Waluyo jati “dr. Yessi Rahmawati” diduga alergi media.

BACA JUGA :  Ruri Jumar Saef Ketua Team Nawacita -Astacita Presiden RI, Segera Tindak Tegas Pelaku Penganiayaan Suarni Tengger Probolinggo   

Sementara Humas RSUD Waluyo jati “Zainul Fatah” saat di konfirmasi media melalui pesan singkat whatsap. Perihal, (1) Apakah benar RSUD waluyo jati belum mempunyai prasarana ijin pembuangan limbah cair (IPLC). Jika sudah ada mulai kapan?. (2) Apakah benar operator IPAL tidak memiliki Sertifikat, Jika ada mulai kapan?.(3) Apakah benar 4 orang oknum tenaga kesehatan yang diduga belum memenuhi kualifikasi pendidikan. (Belum memiliki ijazah Diploma III). tahun 2024 berpendidikan SLTA?..

Humas RSUD Waluyo jati pada tanggal 21 November 2025, hanya menjawab akan menyampaikan kepada pimpinan nya (Direktur RSUD Waluyo jati). “Waalaikumsalam. saya teruskan ke pimpinan dulu ya mz. “Kata Humas RSUD Waluyo jati. Namun, sampai berita kembali di tayangkan lagi lagi belum ada jawaban.

Penulis : Ali Misno

Berita Terkait

Ruri Jumar Saef Ketua Team Nawacita -Astacita Presiden RI, Segera Tindak Tegas Pelaku Penganiayaan Suarni Tengger Probolinggo   
Kasus Dugaan Penganiayaan Suarni Mendapat Perhatian Ketua Team Astacita -Astacita Presiden Republik Indonesia 
Dugaan Pelanggaran Hukum Proyek Jalan Rp25,2 Miliar di Berau, Tembus Kawasan Hutan Tanpa Izin hingga Ancaman Laporan ke Kejagung
Relokasi PKL Dengan Humanis, RSUD Waluyo Jati Kraksaan Menyajikan Sentra Kuliner WJ Sejahtera 
UPT Puskesmas Klenang Kidul Pastikan  Bayi Kembar 3 Desa Gading Kulon Kondisi Bagus, BB Sesuai Umur 
Kontainer Sampah Kondisi Memprihatinkan, Keluarga Pasien UPT Puskesmas Ranugedang Ungkap Potensi Lingkungan Tidak Sehat 
HGU Lonsum Berakhir, AMAN Sulsel Fasilitasi Terbentuknya Koalisi Rebut Ruang
Konsumen Sebut Oknum Kepala Unit Pedagangan Terindikasi Tidak Berintegritas, Air Sering Mati dan Tunggakan Perlu Dikaji Penyebab Nya
Berita ini 119 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 20:02 WIB

Ruri Jumar Saef Ketua Team Nawacita -Astacita Presiden RI, Segera Tindak Tegas Pelaku Penganiayaan Suarni Tengger Probolinggo   

Minggu, 23 Agustus 2026 - 19:51 WIB

Kasus Dugaan Penganiayaan Suarni Mendapat Perhatian Ketua Team Astacita -Astacita Presiden Republik Indonesia 

Minggu, 23 Agustus 2026 - 13:36 WIB

Dugaan Pelanggaran Hukum Proyek Jalan Rp25,2 Miliar di Berau, Tembus Kawasan Hutan Tanpa Izin hingga Ancaman Laporan ke Kejagung

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 11:07 WIB

UPT Puskesmas Klenang Kidul Pastikan  Bayi Kembar 3 Desa Gading Kulon Kondisi Bagus, BB Sesuai Umur 

Jumat, 21 Agustus 2026 - 18:06 WIB

Kontainer Sampah Kondisi Memprihatinkan, Keluarga Pasien UPT Puskesmas Ranugedang Ungkap Potensi Lingkungan Tidak Sehat 

Berita Terbaru

mancingjitu slot thailand slot thailand https://www.marcopolodijon.com/