Oknum Warga Sukabumi Diduga Serobot Lahan Milik Dinkes Kabupaten Probolinggo Telah Puluhan Tahun

- Publisher

Jumat, 27 Maret 2026 - 18:09 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

 

SUARA UTAMA, Probolinggo – Diduga tanpa izin Mengelola, menguasai, atau memanfaatkan sebagai tambak Tanah milik pemerintah kabupaten Probolinggo Jawa Timur, sertifikat nomor :28.Tanggal 23 September 1991 dengan luas : 19.930 M². Berlokasi di Jln. Anggrek nomor 32 Desa/Kelurahan Sukabumi kecamatan Mayangan Kota Probolinggo. 27/03/2026.

Berdasarkan investigasi team media, Fakta di lapangan terdapat beberapa petak tambak yang diduga kuat telah di kelola puluhan tahun oleh oknum warga sekitar lokasi tanah (Aset) milik Dinas Kesehatan kabupaten Probolinggo. Padahal, di Indonesia tidak ada istilah “Tanah Tak Bertuan”. Semua tanah yang tidak memiliki hak milik sah (sertifikat) dikuasai langsung oleh negara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mengelola, Menguasai atau memanfaatkan tanah Negara tanpa izin, melanggar Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perpu) Nomor 51 Tahun 1960.Tentang Larangan Pemakaian Tanah Tanpa Izin yang Berhak atau Kuasanya. Pasal 385 KUHP (Penyerobotan Tanah). Undang undang nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara.

BACA JUGA :  Kolaborasi KKN UMAHA dan Posyandu Karang Tanjung, Perkuat Kepedulian terhadap Kesehatan Warga

Oleh karenanya, Oknum yang mengelola, menguasai atau memanfaatkan dapat di jerat dengan sanksi Pidana (Penjara). Berdasarkan Perpu 51/1960 dan KUHP, pelaku dapat diancam pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun. Adapun sanksi Perdata (Perbuatan Melawan Hukum) Dapat digugat berdasarkan Pasal 1365 KUHPerdata.

Sementara oknum yang diduga menyerobot / Menggarap lahan milik Dinas Kesehatan kabupaten Probolinggo tanpa izin (Sewa) “SPR” Saat di konfirmasi media melalui pesan singkat whatsap tanggal 14 Maret 2026. Ia mengaku mengelola tambak di lahan tersebut melai tahun 2015. Ia juga mengaku baru tahu bahwa lahan tersebut milik pemerintah kabupaten Probolinggo.

“Waalaikumsalam. Belum ada kesepakatan sewa. Dulu hutan belantara, di kira tanah tak bertuan jadi di manfaatkan. Saya ganti rugi garapan juga sudah berbentuk kolam. ganti rugi pada orang deket musholla tapi sudah almarhum. Di kelola saya Mulai 2015. Di sebelah barat lebih luas pak, saya cuman 2 petak itu saja. “Katanya.

BACA JUGA :  Fakta Sidang Kasus 997 Ekstasi Samarinda: Advokat Krissandi & Partners Buktikan Kliennya Hanya Sopir Carteran Tanpa 'Mens Rea'

Selanjutnya “SPR” mengaku bahwa telah di kumpulkan untuk membahas sewa menyewa kedepan nya. Namun, Untuk sewa mulai tahun 2015 hingga 2024, Ia enggan untuk membayar sewa nya. Parah nya, Yang menggarap lahan milik dinas kesehatan kabupaten Probolinggo di jadikan tambak, Ia mengaku tidak sendirian melainkan ada oknum RT 07 yang menggarap lebih luas.

“Nggak lah pak, cuman baru paham saja itu tanah aset kabupaten. Kita sudah di kumpulkan (semua penggarap) mulai tahun ini Harus di sewa, tahun tahun sebelum nya gakk paham pak. Harga yang di tawarkan terlalu mahal. Kemrin sepakat 500 per meter, sekarang minta 2000 per meter sesuai aturan. Tanya ke pak RT 07 “SHT” yang menggarap lebih luas itu pak. “Ucap nya.

BACA JUGA :  Publik Geram, Seurgensi Apa Hingga DPRD Kabupaten Probolinggo Menggelar Rapat di Hotel Surabaya Selama Dua Hari

Lebih lanjut, Team media mendatangi kantor BPKAD (Badan Pengelolaan Keuntungan dan Aset Daerah) Bidang Aset kabupaten Probolinggo “Syamsul” pada tanggal 17 Maret 2026. Ia menyampaikan bahwa saat ini telah proses penyusunan draft sewa menyewa lahan Dinas kesehatan yang di jadikan tambak. Namun, terkait harga masih butuh koordinasi dengan Dinas kesehatan.

“Saya berterima atas kerjasama nya. Untuk sewa menyewa tambak di lahan milik Dinas kesehatan belum ada kesepakatan. Saat ini sudah tahap penyusuna draft perjanjian dengan penyewa. Terkait sewa menyewa sebelumnya kami kami akan koordinasikan dengan Dinas kesehatan. “Ucap nya.

Penulis : Ali Minso

Berita Terkait

Fakta Sidang Kasus 997 Ekstasi Samarinda: Advokat Krissandi & Partners Buktikan Kliennya Hanya Sopir Carteran Tanpa ‘Mens Rea’
Bapelkum Bitung Bekali 15 Peserta MagangHub dengan Etos Kerja dan Integritas
Mubeslub Ormawa UT Surabaya Bahas dan Tetapkan AD/ART sebagai Landasan Organisasi Mahasiswa
Pelatihan Menulis Digelar di MTS Mamba’ul Ulum Pekon Margoyoso, Tanggamus
Diakon Alex Pigai Apresiasi Kadis Pendidikan Dogiyai Bantu 50 Sak Semen
Minggu Biasa XIV, Umat Paroki Idakebo Diajak Tetap Pegang Tangan Tuhan.
Dinas PUPR Dogiyai Bangun Bronjong di Kali Wani
Dugaan Modus Operandi Mafia Tanah Terbongkar Sejak Tahun 2024, Warga Gading Kulon Menduga Sudah Lihai dan Cerdik 
Berita ini 54 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 15:43 WIB

Fakta Sidang Kasus 997 Ekstasi Samarinda: Advokat Krissandi & Partners Buktikan Kliennya Hanya Sopir Carteran Tanpa ‘Mens Rea’

Selasa, 11 Agustus 2026 - 02:19 WIB

Bapelkum Bitung Bekali 15 Peserta MagangHub dengan Etos Kerja dan Integritas

Selasa, 11 Agustus 2026 - 01:00 WIB

Mubeslub Ormawa UT Surabaya Bahas dan Tetapkan AD/ART sebagai Landasan Organisasi Mahasiswa

Senin, 10 Agustus 2026 - 17:25 WIB

Pelatihan Menulis Digelar di MTS Mamba’ul Ulum Pekon Margoyoso, Tanggamus

Senin, 10 Agustus 2026 - 10:38 WIB

Diakon Alex Pigai Apresiasi Kadis Pendidikan Dogiyai Bantu 50 Sak Semen

Berita Terbaru

Berita Utama

Bang Nahar Strategis Wafat, Sulbar Kehilangan Putra Terbaiknya

Selasa, 11 Agu 2026 - 16:33 WIB

Berita Utama

15 Peserta MagangHub Mulai Jalani Pemagangan di Bapelkum Bitung

Selasa, 11 Agu 2026 - 12:15 WIB

mancingjitu slot thailand slot thailand https://www.marcopolodijon.com/