Refleksi Pancasila dan Realita Perilaku Pejabat

- Publisher

Selasa, 3 Juni 2025 - 13:24 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Suara Utama Id.- Setiap 1 Juni, bangsa ini kembali membacakan teks Pancasila dengan penuh khidmat. Dari istana hingga sekolah-sekolah.

Melansir dari Dari Istana (https://setkab.go.id), Presiden Prabowo Subianto, memimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2025 yang digelar secara khidmat di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta, pada Senin, 2 Juni 2025.

Upacara tersebut menjadi momentum penting untuk meneguhkan kembali nilai-nilai dasar negara sebagai kompas moral bangsa menuju Indonesia Emas 2045.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam amanatnya, Presiden Prabowo menekankan pentingnya semangat persatuan dalam kebinekaan yang telah menjadi kekuatan utama bangsa Indonesia sejak Pancasila pertama kali dirumuskan. “Kita pada hari ini kembali memperingati Hari Lahir Pancasila sebagai momen dan peristiwa bersejarah ketika dasar negara kita dirumuskan oleh pendiri-pendiri bangsa kita.

BACA JUGA :  Ketua STAI Samarinda: Akreditasi Program Studi Bukan Sekadar Formalitas, Ini Kewajiban Hukum

Pada saat itulah dicapai suatu konsensus besar bangsa. Konsensus besar bangsa yang harus kita akui sebagai suatu prestasi cemerlang dari bangsa Indonesia,” ujar Presiden Prabowo. Acara ini dihadiri oleh ratusan tamu undangan, termasuk para mantan Presiden dan Wakil Presiden RI, pimpinan lembaga tinggi negara, serta jajaran Menteri Kabinet Merah Putih dan pejabat setingkat menteri.

Tampak hadir diantaranya adalah Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri, Wakil Presiden ke-6 RI Try Sutrisno, serta Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla. Read more: https://setkab.go.id/pimpin-upacara-peringatan-harlah-pancasila-2025-presiden-prabowo-tegaskan-komitmen-menuju-indonesia-raya/

Sebagai sebuah Refleksi kita sebagai penerus anak menyimak Teks lima sila itu dikumandangkan sebagai dasar negara yang tak tergoyahkan. Namun, ketika euforia peringatan usai, sering kali nilai-nilai luhur Pancasila justru hilang dari praktik kehidupan bernegara, terutama di kalangan pejabat publik.

BACA JUGA :  Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Menyambangi lokasi Pasca Longsor Susulan. Ditumbit Melayu, kecamatan Teluk bayur.

Ironisnya, sila-sila yang mestinya menjadi pedoman moral justru bertolak belakang dengan realita perilaku sejumlah pejabat: korupsi merajalela, konflik kepentingan dibiarkan, dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat hanya menjadi slogan kosong. Sila kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, misalnya, menjadi sulit dipercaya ketika pelayanan publik tidak manusiawi dan hak-hak dasar rakyat diabaikan demi keuntungan politik atau ekonomi.

Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa Indonesia mengandung nilai-nilai luhur yang seharusnya menjadi pedoman dalam setiap aspek kehidupan, terutama bagi para pejabat negara yang memegang amanah rakyat. Lima sila Pancasila menekankan pentingnya ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, demokrasi, dan keadilan sosial. Nilai-nilai ini idealnya tercermin dalam sikap, keputusan, dan tindakan para pemimpin.

BACA JUGA :  Bom Waktu Sampah di Jantung Kota Buntok

Namun, dalam realitasnya, sering kali kita menyaksikan perilaku sebagian pejabat yang jauh dari nilai-nilai Pancasila. Korupsi, penyalahgunaan kekuasaan, gaya hidup hedonistik, hingga rendahnya empati terhadap penderitaan rakyat mencerminkan adanya ketimpangan antara nilai yang diakui dan praktik yang dijalankan. Sila kelima, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, misalnya, kerap terabaikan ketika kebijakan lebih berpihak pada kepentingan kelompok tertentu daripada kesejahteraan bersama.

Refleksi ini hendaknya menjadi peringatan bahwa implementasi Pancasila bukan sekadar seremonial atau retorika, tetapi harus menjadi landasan moral dan etika yang hidup dalam perilaku sehari-hari para pejabat. Diperlukan keteladanan, integritas, dan keberanian untuk kembali menjadikan Pancasila sebagai arah dalam membangun pemerintahan yang bersih, adil, dan berpihak pada rakyat.sls.

Penulis : Tonny Rivani

Berita Terkait

Tarif Nol Rupiah untuk Pencatatan Lagu Mulai Disosialisasikan, DJKI Dorong Perlindungan Hak
Terindikasi Malpraktek Administrasi dan Kelalaian, ATR/BPN Kabupaten Probolinggo Terkesan Enggan Bertanggung Jawab
Tak Terima Lahan Dikuasai Pihak Lain, Ahli Waris Amer Husin di Kelurahan Mampun Siap Seret Merry-Tomy ke Ranah Hukum
PFII Dinilai Jadi Solusi Pembiayaan Daerah, SMSI Dorong Sinergi Percepat Penerbitan Obligasi Daerah
Tarif Merek UMKM Tak Naik, Pencatatan Hak Cipta Lagu Gratis Mulai Agustus 2026
PETI Diduga Milik Jayak Kian Merajalela di Tanjung Benuang, Warga Tagih Ketegasan APH
Ketua Umum FOR SANTRI Kukuhkan Pengurus Subkorwil V Jawa Timur di Kota Batu
Tanah untuk Rakyat, Bukan Oligarki : MPR RI Tegaskan Urgensi Pengesahan RUU Masyarakat Adat
Berita ini 48 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 19:29 WIB

Tarif Nol Rupiah untuk Pencatatan Lagu Mulai Disosialisasikan, DJKI Dorong Perlindungan Hak

Senin, 27 Juli 2026 - 09:03 WIB

Terindikasi Malpraktek Administrasi dan Kelalaian, ATR/BPN Kabupaten Probolinggo Terkesan Enggan Bertanggung Jawab

Sabtu, 25 Juli 2026 - 20:59 WIB

Tak Terima Lahan Dikuasai Pihak Lain, Ahli Waris Amer Husin di Kelurahan Mampun Siap Seret Merry-Tomy ke Ranah Hukum

Sabtu, 25 Juli 2026 - 14:26 WIB

PFII Dinilai Jadi Solusi Pembiayaan Daerah, SMSI Dorong Sinergi Percepat Penerbitan Obligasi Daerah

Sabtu, 25 Juli 2026 - 10:38 WIB

Tarif Merek UMKM Tak Naik, Pencatatan Hak Cipta Lagu Gratis Mulai Agustus 2026

Berita Terbaru

mancingjitu slot thailand slot thailand