Langkah Kontra Arus: Kebijakan Donald Trump Soal Palestina yang Tak Sejalan dengan Suara Rakyat AS

- Publisher

Sabtu, 31 Mei 2025 - 18:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Suara Utama.- Kebijakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait Palestina, khususnya usulan kontroversialnya untuk mengambil alih Jalur Gaza dan merelokasi penduduk Palestina, telah memicu kecaman luas baik di dalam negeri maupun di komunitas internasional. Langkah ini dianggap bertentangan dengan opini mayoritas warga Amerika Serikat dan prinsip-prinsip hukum internasional.(SINDOnews International)

Usulan Kontroversial: Mengambil Alih Gaza

Pada awal Februari 2025, Presiden Donald Trump mengusulkan agar Amerika Serikat mengambil alih Jalur Gaza, memindahkan sekitar 2 juta penduduk Palestina ke negara-negara tetangga, dan mengembangkan wilayah tersebut menjadi “Riviera Timur Tengah”. Donald Trump bahkan tidak menutup kemungkinan penggunaan kekuatan militer untuk mencapai tujuan tersebut. Proposal ini mendapat kecaman luas dari komunitas internasional, termasuk Sekretaris Jenderal PBB António Guterres, yang menyebut rencana tersebut sebagai bentuk “pembersihan etnis” Palestina .(SINDOnews International)

Penolakan dari Warga Amerika dan Tokoh Politik

Di dalam negeri, usulan Donald Trump menuai kritik tajam dari berbagai kalangan. Anggota Kongres dari Partai Demokrat, Rashida Tlaib, menuduh Donald Trump secara terbuka menyerukan pembersihan etnis dengan gagasan untuk memukimkan kembali seluruh penduduk Gaza . Senator Partai Republik Rand Paul juga menyatakan bahwa Amerika Serikat tidak memiliki urusan dengan pendudukan daerah lain yang akan menghancurkan diri sendiri .(republika.id, kompas.id)

BACA JUGA :  Waspada Oknum Berkedok Wartawan: Ancaman Nyata bagi Integritas Pers

Kecaman dari Komunitas Internasional

Rencana Donald Trump juga mendapat penolakan keras dari negara-negara Arab. Raja Jordania Abdullah II menyatakan penolakannya terhadap rencana Trump yang akan mengosongkan Jalur Gaza dan memindahkan warga Palestina ke wilayah lain, menyebutnya sebagai pelanggaran hukum internasional dan menghidupkan kembali era kolonialisme . Selain itu, negara-negara Arab seperti Mesir, Arab Saudi, Qatar, dan Uni Emirat Arab telah menyampaikan surat keberatan resmi kepada Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, menekankan bahwa setiap upaya pemindahan paksa rakyat Palestina adalah pelanggaran terhadap hak-hak dasar mereka .(kompas.id, kompas.id)

BACA JUGA :  Kilas Balik 28 Tahun Reformasi Indonesia

Kesimpulan : Kebijakan Presiden Trump terkait Palestina, khususnya usulan untuk mengambil alih Jalur Gaza dan merelokasi penduduknya, telah memicu kecaman luas dan dianggap bertentangan dengan opini mayoritas warga Amerika Serikat serta prinsip-prinsip hukum internasional. Penolakan dari berbagai kalangan, baik di dalam negeri maupun komunitas internasional, menunjukkan bahwa kebijakan ini tidak sejalan dengan aspirasi masyarakat dan nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh komunitas global.(SINDOnews International)

Penulis : Tonny Rivani

Berita Terkait

Pimpinan Umum & Redaksi SUARA UTAMA Kecam Penahanan 3 Jurnalis Indonesia oleh Militer Israel Saat Misi Kemanusiaan ke Gaza
Fardy Iskandar: Seleksi KPID Kaltim Bukan Sekadar Formalitas, Ini Soal Marwah Penyiaran Daerah
Kilas Balik 28 Tahun Reformasi Indonesia
Urgensi Reformasi Pendidikan Menggugat Sistem Pendidikan yang Kaku
Unifikasi Hukum untuk Kepastian Hak Warga Negara
Sengketa Tanah di Kalimantan Timur: Kenapa Sertifikat Tidak Selalu Menjamin Kepemilikan?
KUHAP 2025 Perkuat Hak Bantuan Hukum: Advokat Kini Wajib Hadir Sejak Awal Penyidikan
Kantor Hukum Samarinda Tangani Sengketa Ketenagakerjaan Tambang Bernilai Tinggi di Kutai Timur
Berita ini 39 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 20 Mei 2026 - 08:20 WIB

Pimpinan Umum & Redaksi SUARA UTAMA Kecam Penahanan 3 Jurnalis Indonesia oleh Militer Israel Saat Misi Kemanusiaan ke Gaza

Jumat, 8 Mei 2026 - 05:12 WIB

Fardy Iskandar: Seleksi KPID Kaltim Bukan Sekadar Formalitas, Ini Soal Marwah Penyiaran Daerah

Rabu, 6 Mei 2026 - 15:16 WIB

Kilas Balik 28 Tahun Reformasi Indonesia

Sabtu, 2 Mei 2026 - 08:49 WIB

Urgensi Reformasi Pendidikan Menggugat Sistem Pendidikan yang Kaku

Selasa, 28 April 2026 - 13:48 WIB

Unifikasi Hukum untuk Kepastian Hak Warga Negara

Berita Terbaru

Moslem Woman Silhouette in Old Vintage Brick Wall Background

Artikel

Muslimah: Let’s Say “No” to Hopelessness 

Sabtu, 23 Mei 2026 - 11:12 WIB

FOTO: Self Healing Talk & Workshop Bouquet untuk Muslimah (Dok. Robinsah/SUARA UTAMA)

Berita Utama

Self Healing Talk & Workshop Bouquet untuk Muslimah

Sabtu, 23 Mei 2026 - 10:20 WIB