Gencatan Senjata di Gaza Akan Segera Berlaku Setelah Persetujuan Pemerintah Israel

- Publisher

Jumat, 10 Oktober 2025 - 10:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

 

Doha, 9 Oktober 2025 — Pejabat senior Hamas, Osama Hamdan, mengumumkan bahwa kesepakatan gencatan senjata di Jalur Gaza akan segera diberlakukan setelah mendapat persetujuan resmi dari pemerintah Israel.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Dalam wawancara dengan Alaraby Television Network di Qatar, Hamdan menyebut kesepakatan ini sebagai penghentian final konflik antara Hamas dan Israel yang telah berlangsung sejak Oktober 2023. Ia juga menegaskan bahwa pertukaran tahanan tidak akan dilakukan hingga penghentian konflik secara menyeluruh diumumkan.

BACA JUGA :  Cekcok Diduga Berakibat Saling Gigit Saling Lapor, DPC Ormas Brigkom TKN Akan Kawal Laporan dan Ini Fersi Oknum Kades

 

> “Gencatan senjata seharusnya mulai berlaku pukul 12.00 waktu setempat (16.00 WIB), namun kesepakatan masih menunggu persetujuan pemerintah Israel. Masyarakat internasional perlu memantau agar Israel mematuhi kesepakatan ini dan tidak berupaya membatalkannya,” ujar Hamdan.

 

 

 

Hamdan menuturkan, tahap pertama kesepakatan meliputi:

 

Penarikan pasukan Israel dari Gaza City, wilayah utara Gaza, Rafah, dan Khan Younis.

 

Pembukaan lima perlintasan untuk memperlancar masuknya bantuan kemanusiaan.

 

Penghentian operasi drone di wilayah udara Gaza selama proses pembebasan tahanan.

BACA JUGA :  Lestarikan Budaya, Sanggar Seni Batin Penghulu Gelar Pelatihan Batik Motif Rumah Tuo Merangin  

 

 

Proses pertukaran tahanan tersebut, menurut Hamdan, akan melibatkan 250 tahanan Palestina yang menjalani hukuman seumur hidup dan sekitar 1.700 tahanan lainnya. Pengawasan distribusi bantuan kemanusiaan akan dilakukan oleh badan-badan internasional, bukan oleh Gaza Humanitarian Foundation.

 

Hamdan menegaskan bahwa pemerintahan di Gaza merupakan urusan nasional Palestina, dan “tidak ada campur tangan eksternal yang diizinkan.”

 

Negosiasi antara delegasi Israel dan Hamas difasilitasi oleh Qatar, Mesir, dan Amerika Serikat, berlangsung di Sharm el-Sheikh, Mesir, sejak Senin (6/10). Setelah beberapa hari pembahasan, kedua pihak menyetujui tahap pertama rencana perdamaian yang juga mendapat dukungan dari pemerintahan Amerika Serikat.

BACA JUGA :  Temui Massa Tani, Bupati Berau Dorong PT TRH Beri Ganti Kerohiman Tanam Tumbuh

 

Sejak perang meletus pada 7 Oktober 2023, serangan Israel ke Jalur Gaza telah menewaskan sedikitnya 67.194 orang dan melukai 169.890 warga, menurut data otoritas kesehatan yang berbasis di Gaza per Kamis (9/10). Konflik ini juga menyebabkan krisis kemanusiaan serius, dengan kelaparan dan pengungsian massal di wilayah tersebut.

Penulis : Ziqro fernando

Editor : Ziqro fernando

Berita Terkait

Fahry Lamato Buka Suara Soal Isu SARA: “Jangan Ada Upaya Mengadu Domba Masyarakat Bitung”
Rumah Kaprawi Disorot Warga, Diduga Jadi Lokasi Penampungan dan Pembakaran Emas Hasil PETI
Dinamika Persaingan Media di Makassar dan Gowa Jadi Sorotan, Profesionalisme Pers Dipertanyakan
Self Healing Talk & Workshop Bouquet untuk Muslimah
Seorang Pelajar Angkat Bicara, Pernyataan Oknum Sekda Terindikasi Kontradiktif Berpotensi Sanksi Administratif Bahkan Pidana
Kompak, Oknum Ketua Poktan Gemah Ripah Krajan dan Oknum PPL Banyuanyar Enggan Menjawab Konfirmasi Media 
Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Berau. Terbitkan Surat Edaran Pelaku Usaha dan Industri Wajib Kelola Sampah Mandiri Mulai 16 Maret 2026
Tebar 45 Ekor Sapi Kurban, Ridwan Wittiri: Idul Adha Momentum Perkuat Solidaritas dan Kemanusiaan
Berita ini 33 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 02:13 WIB

Fahry Lamato Buka Suara Soal Isu SARA: “Jangan Ada Upaya Mengadu Domba Masyarakat Bitung”

Sabtu, 23 Mei 2026 - 17:42 WIB

Rumah Kaprawi Disorot Warga, Diduga Jadi Lokasi Penampungan dan Pembakaran Emas Hasil PETI

Sabtu, 23 Mei 2026 - 14:13 WIB

Dinamika Persaingan Media di Makassar dan Gowa Jadi Sorotan, Profesionalisme Pers Dipertanyakan

Sabtu, 23 Mei 2026 - 09:51 WIB

Seorang Pelajar Angkat Bicara, Pernyataan Oknum Sekda Terindikasi Kontradiktif Berpotensi Sanksi Administratif Bahkan Pidana

Sabtu, 23 Mei 2026 - 09:46 WIB

Kompak, Oknum Ketua Poktan Gemah Ripah Krajan dan Oknum PPL Banyuanyar Enggan Menjawab Konfirmasi Media 

Berita Terbaru

Moslem Woman Silhouette in Old Vintage Brick Wall Background

Artikel

Muslimah: Let’s Say “No” to Hopelessness 

Sabtu, 23 Mei 2026 - 11:12 WIB