Lestarikan Budaya, Sanggar Seni Batin Penghulu Gelar Pelatihan Batik Motif Rumah Tuo Merangin  

- Publisher

Senin, 27 April 2026 - 19:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

SUARA UTAMA, Merangin – Upaya pelestarian budaya lokal terus digalakkan di Kabupaten Merangin. Sanggar Seni dan Budaya Batin Penghulu, melalui dukungan dana Indonesiana Kementerian Kebudayaan, menggelar kegiatan pengembangan motif ukiran khas Rumah Tuo (tradisional) Merangin. Kegiatan berupa pelatihan membatik ini dilaksanakan di lokasi Situs Budaya Rumah Tuo Rantau Panjang, Kecamatan Tabir, pada Senin, 27 April 2026.

Pelatihan yang berlangsung selama dua hari ini diikuti oleh 20 peserta. Kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan desain batik berbasis budaya lokal, sekaligus mendorong pelestarian warisan nenek moyang dan pengembangan ekonomi kreatif di masyarakat.

Wakil Bupati Merangin Drs. H. Abdul Khafidh, M.M. dalam sambutannya sekaligus membuka acara, menekankan pentingnya generasi muda menjadi pelopor kebudayaan. Ia berpesan agar masyarakat semakin mencintai batik kebanggaan daerah dengan motif khas Rumah Tuo.

“Kegiatan ini tidak hanya sebatas pelatihan keterampilan, namun kita berharap setelah ini masyarakat semakin mencintai batik bermotif Rumah Tuo. Melalui kegiatan ini, kita memperlihatkan bahwa upaya pelestarian budaya di Merangin dilakukan secara nyata, berkelanjutan, dan melibatkan partisipasi aktif masyarakat agar transformasi motif ukiran menjadi batik khas daerah dapat terwujud,” ujar Wabup.

Turut hadir dalam acara tersebut antara lain Ketua TP PKK, Hj. Lavita Syukur SE bersama ibu-ibu Pokja, GM UNESCO Global Geopark Dr. Agus, S.Sos., M.Hum, Camat Tabir, Kepala Desa Kampung Baru, Plt Kepala Balitbang Kiki Yanita Budi Utama, S.STP, MPA, serta Kabid Kebudayaan Kabupaten Merangin.

Sementara itu, Ketua Sanggar Seni dan Budaya Batin Penghulu, Febra Moyu, menyatakan bahwa motif ukiran Rumah Tuo Rantau Panjang bukan sekadar hiasan, melainkan warisan yang menyimpan nilai filosofis, sejarah, dan kearifan lokal masyarakat Merangin.

BACA JUGA :  Longsor Mengancam. Perusahan Dan Pemerintah Hanya Diam, Kampung Tumbit Dayak di Lingkar Tambang Menanti Kepedulian

“Setiap ornamen ukiran memiliki makna simbolik yang berkaitan dengan kehidupan sosial, kepercayaan, serta hubungan manusia dengan alam. Keberadaan motif ini menjadi identitas budaya yang membedakan masyarakat Merangin dari daerah lain,” ujar Febra Moyu.

Ia menambahkan, kekayaan budaya ini tersebar di tiga titik utama, yaitu Rumah Tuo di Tabir, Rumah Tuo di Jangkat, dan Rumah Tuo Renah Pembarap.

Namun, di tengah arus modernisasi dan globalisasi, keberadaan motif tradisional ini menghadapi tantangan serius. Minimnya dokumentasi, terbatasnya regenerasi pengrajin, serta kurangnya pemahaman generasi muda dikhawatirkan dapat menyebabkan pengetahuan tradisional ini perlahan menghilang.

“Jika tidak dilakukan upaya pelestarian secara sistematis, maka kekayaan budaya ini dikhawatirkan hanya akan menjadi catatan sejarah tanpa keberlanjutan yang nyata,” ungkapnya.

BACA JUGA :  50 Daftar Masjid di Makassar yang Gelar Sholat Idul Adha 1447 H/2026 M, Jamaah Diimbau Datang Lebih Awal

Oleh karena itu, kegiatan pelatihan ini dinilai sebagai langkah strategis. Melalui kegiatan ini, diharapkan motif ukiran Rumah Tuo tidak hanya terjaga keberadaannya, tetapi juga berkembang menjadi inovasi yang relevan dengan kebutuhan masa kini.

“Pelestarian budaya tidak hanya bersifat menjaga, tetapi juga menghidupkan kembali nilai-nilai tradisi agar tetap berdaya guna dan berkelanjutan bagi generasi mendatang,” tutup Febra.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, juga diselenggarakan perlombaan membatik yang bertemakan “Rumah Adat Warisan Budaya Nusantara”. Lomba yang dikemas secara apik ini diikuti oleh berbagai sanggar batik dan sekolah, serta berlangsung selama dua hari di area Rumah Tuo Rantau Panjang, Tabir.

Penulis : Ady Lubis

Sumber Berita: Wartawan Suara Utama

Berita Terkait

Pemimpin Redaksi Andre Hariyanto Ajak Seluruh Keluarga Besar Hadiri Silatnas & Anniversary 2026
Musyawarah Hutan Adat Adolang Sepakati Usulan Pengalihan Hutan Lindung Menjadi Hutan Adat
Bapelkum dan BNNK Bitung Siapkan Podcast Edukasi Hukum dan Anti-Narkoba.
Menata Masa Depan Wisata Nusantara melalui Formula Pariwisata Berbasis Masyarakat dari Pantai Galung oleh UT Surabaya
PWI Provinsi Jambi Lakukan PAW Kepengurusan 2025–2027, Sejumlah Jabatan Strategis Bergeser
Sambut HUT Bhayangkara ke-80, Polsek Manggala Gelar Turnamen Domino 80 Pasang Peserta
Kapolres Gowa Buka Turnamen Sepak Bola Usia Dini Kapolres Cup 2026
Tidak ada titik terang Banuanta konsisten, akan membawa sampai ke provinsi atau pusat. PT PAMA tidak menunjukkan data tentang rekrutmen.
Berita ini 72 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 23:28 WIB

Pemimpin Redaksi Andre Hariyanto Ajak Seluruh Keluarga Besar Hadiri Silatnas & Anniversary 2026

Rabu, 17 Juni 2026 - 22:31 WIB

Musyawarah Hutan Adat Adolang Sepakati Usulan Pengalihan Hutan Lindung Menjadi Hutan Adat

Rabu, 17 Juni 2026 - 17:14 WIB

Bapelkum dan BNNK Bitung Siapkan Podcast Edukasi Hukum dan Anti-Narkoba.

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:35 WIB

Menata Masa Depan Wisata Nusantara melalui Formula Pariwisata Berbasis Masyarakat dari Pantai Galung oleh UT Surabaya

Rabu, 17 Juni 2026 - 06:05 WIB

Sambut HUT Bhayangkara ke-80, Polsek Manggala Gelar Turnamen Domino 80 Pasang Peserta

Berita Terbaru