SUARA UTAMA, Luwu Timur— Upaya perjuangan pembentukan Provinsi Luwu Raya terus menunjukkan perkembangan positif. Badan Pekerja Pembentukan Daerah Otonomi Baru Provinsi Luwu Raya (BPP DOB Provinsi Luwu Raya) kembali melanjutkan agenda konsolidasi dan silaturahmi dengan pemerintah daerah di kawasan Tana Luwu guna memperkuat dukungan terhadap pembentukan provinsi baru tersebut.
Setelah sebelumnya melakukan pertemuan dengan Bupati Luwu Utara, rombongan BPP DOB Provinsi Luwu Raya melanjutkan rangkaian kunjungannya dengan menemui Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, di kediaman pribadinya di Malili, Senin (8/6/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kunjungan tersebut dipimpin langsung oleh Ir. H. Hasbi Syamsu Ali, MM, selaku Koordinator Wilayah BPP DOB Provinsi Luwu Raya yang juga menjabat sebagai Ketua Badan Pengurus Wilayah Kerukunan Keluarga Luwu Raya (BPW KKLR) Sulawesi Selatan.
Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat, penuh kekeluargaan, dan sarat semangat kebersamaan. Momentum tersebut terasa semakin istimewa karena bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-23 Kabupaten Luwu Timur yang jatuh pada hari yang sama.
Dalam kesempatan itu, jajaran BPP DOB Provinsi Luwu Raya memaparkan berbagai perkembangan terkini terkait perjuangan pembentukan Provinsi Luwu Raya. Sejumlah tahapan yang telah dilalui disampaikan secara rinci, termasuk langkah-langkah pemenuhan persyaratan administratif sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Koordinator Wilayah BPP DOB Provinsi Luwu Raya, Hasbi Syamsu Ali, menjelaskan bahwa kunjungan tersebut tidak hanya bertujuan mempererat silaturahmi, tetapi juga menjadi wadah untuk melaporkan progres perjuangan pembentukan daerah otonomi baru sekaligus meminta masukan, arahan, dan dukungan dari Pemerintah Kabupaten Luwu Timur sebagai salah satu daerah yang menjadi bagian penting dalam cakupan wilayah Provinsi Luwu Raya.
Menurut Hasbi, dukungan seluruh pemerintah daerah di kawasan Tana Luwu merupakan faktor strategis yang akan menentukan keberhasilan perjuangan pemekaran wilayah tersebut. Oleh karena itu, komunikasi dan koordinasi terus dilakukan secara intensif dengan berbagai pemangku kepentingan.
“Perjuangan pembentukan Provinsi Luwu Raya membutuhkan kebersamaan seluruh elemen masyarakat dan pemerintah daerah. Karena itu, kami terus membangun komunikasi dan memperkuat dukungan dari seluruh daerah yang masuk dalam wilayah cakupan provinsi baru ini,” ujarnya.
Salah satu agenda penting dalam pertemuan tersebut adalah penandatanganan surat persetujuan Kabupaten Luwu Timur untuk menjadi bagian dari cakupan wilayah Daerah Persiapan Provinsi Luwu Raya.
Selain itu, dilakukan pula penandatanganan Berita Acara Persetujuan Bersama Cakupan Wilayah Daerah Persiapan Provinsi Luwu Raya. Dokumen tersebut menjadi bagian penting dalam penguatan dukungan administratif yang dibutuhkan dalam proses pembentukan daerah otonom baru.
Penandatanganan dokumen tersebut dinilai sebagai langkah strategis yang menunjukkan komitmen dan dukungan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur terhadap aspirasi masyarakat Tana Luwu dalam mewujudkan Provinsi Luwu Raya.
Dalam dialog yang berlangsung terbuka dan konstruktif, Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam turut memberikan sejumlah masukan strategis terkait tahapan lanjutan pembentukan daerah otonomi baru tersebut.
Irwan menegaskan bahwa keberhasilan pembentukan provinsi baru tidak hanya ditentukan oleh kelengkapan dokumen administrasi dan dukungan politik semata, melainkan juga memerlukan kesiapan sumber daya yang memadai, termasuk aspek pendanaan yang berkelanjutan.
Menurutnya, perencanaan yang matang harus dilakukan sejak awal agar seluruh proses yang akan dilalui dapat berjalan efektif, terukur, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Ia menekankan pentingnya pengelolaan pendanaan yang terkoordinasi dan terarah untuk mendukung setiap tahapan perjuangan pembentukan Provinsi Luwu Raya.
“Kita harus memastikan seluruh tahapan berjalan dengan baik dan didukung sumber daya yang memadai agar perjuangan ini memiliki peluang yang lebih besar untuk berhasil,” ujar Bupati Irwan Bachri Syam dalam pertemuan tersebut.
Selain membahas aspek administratif dan strategi perjuangan, pertemuan tersebut juga menjadi ruang diskusi mengenai berbagai potensi dan peluang yang dapat diwujudkan apabila Provinsi Luwu Raya terbentuk di masa mendatang.
Pembentukan provinsi baru diyakini dapat mempercepat pemerataan pembangunan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat tata kelola pemerintahan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata di kawasan Tana Luwu.
Agenda silaturahmi tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh masyarakat, akademisi, dan pengurus organisasi kemasyarakatan yang selama ini aktif mendukung perjuangan pembentukan Provinsi Luwu Raya.
Di antaranya Prof Mansyur Ramly selaku Ketua Pembina Yayasan Badan Wakaf UMI dan Ketua Pembina Yayasan Tociung Luwu, Dr Annas Boceng selaku Rektor Universitas Andi Djemma (Unanda), serta Drs. Baharuddin Solongi, M.Si yang merupakan Wakil Ketua BPP KKLR sekaligus Pengawas Tociung Luwu–Unanda.
Hadir pula Prof. Dr. Hatta Fattah, Prof. Lambang Basri, Hamzah Jalante, Baharman Supri, Dr. Abd. Rahman Nur, MH, Dr. Sukriming Sapareng, Ibrahim Bija, serta sejumlah pengurus KKLR dan tim dari Universitas Andi Djemma.
Kehadiran para tokoh tersebut menunjukkan bahwa dukungan terhadap pembentukan Provinsi Luwu Raya tidak hanya datang dari unsur pemerintah daerah, tetapi juga mendapat perhatian luas dari kalangan akademisi, tokoh masyarakat, organisasi sosial, serta berbagai elemen strategis lainnya.
Pertemuan di Malili ini menjadi bagian dari rangkaian konsolidasi yang terus dilakukan oleh BPP DOB Provinsi Luwu Raya untuk memperkuat dukungan lintas kabupaten di kawasan Tana Luwu.
Di tengah peringatan Hari Ulang Tahun ke-23 Kabupaten Luwu Timur, agenda tersebut menjadi simbol bahwa pembangunan daerah dan perjuangan pembentukan Provinsi Luwu Raya dapat berjalan beriringan demi mewujudkan percepatan pembangunan, pemerataan pelayanan publik, peningkatan daya saing daerah, serta kesejahteraan masyarakat di seluruh wilayah Tana Luwu.
Dengan semakin kuatnya dukungan dari berbagai pihak, harapan masyarakat terhadap terwujudnya Provinsi Luwu Raya sebagai daerah otonomi baru terus menguat dan menjadi salah satu agenda strategis yang diperjuangkan bersama demi masa depan kawasan Tana Luwu yang lebih maju dan mandiri.













Komentar
Silakan login untuk berkomentar.