Wisatawan Tewas Terjatuh Saat Berswafoto di Tebing Appalarang Bulukumba, Keselamatan Pengunjung Jadi Sorotan

- Publisher

Minggu, 7 Juni 2026 - 20:33 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Suarautama.id,Bulukumba – Kecelakaan tragis kembali terjadi di kawasan wisata alam Tebing Appalarang yang berada di Desa Ara, Kecamatan Bontobahari, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Seorang wisatawan dilaporkan meninggal dunia setelah terjatuh dari atas tebing saat diduga sedang melakukan aktivitas berswafoto atau selfie di salah satu titik pandang yang menghadap langsung ke laut lepas.

 

Peristiwa nahas tersebut sontak mengundang perhatian masyarakat dan para pengunjung yang berada di lokasi wisata saat kejadian berlangsung. Korban yang identitasnya belum diumumkan secara resmi itu disebut kehilangan keseimbangan ketika berada di area tebing yang memiliki ketinggian puluhan meter dari permukaan laut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Kepala Desa Ara, Kecamatan Bontobahari, membenarkan adanya insiden fatal yang merenggut nyawa seorang wisatawan tersebut. Berdasarkan informasi awal yang diterimanya, korban berada di sekitar bibir tebing ketika mencoba mengabadikan momen dengan latar panorama laut dan hamparan batu karst khas Appalarang.

 

“Benar, telah terjadi kecelakaan di kawasan wisata Tebing Appalarang. Informasi yang kami terima, korban terjatuh dari atas tebing dan meninggal dunia,” ujar Kepala Desa Ara saat dikonfirmasi.

BACA JUGA :  Dua Pelaku Penganiayaan Dibekuk di Selayar

 

Menurut keterangan sejumlah saksi di lokasi, sebelum kejadian korban terlihat berada di area yang cukup dekat dengan tepian tebing. Diduga saat berusaha mendapatkan sudut foto terbaik, korban kehilangan pijakan atau keseimbangan sehingga terjatuh ke bawah.

 

Suasana di lokasi wisata mendadak berubah menjadi kepanikan setelah sejumlah pengunjung menyadari adanya orang yang jatuh dari tebing. Beberapa pengunjung segera melaporkan kejadian tersebut kepada pengelola wisata dan aparat setempat untuk mendapatkan pertolongan secepat mungkin.

 

Tim gabungan yang terdiri dari unsur pemerintah desa, aparat keamanan, relawan, dan warga setempat kemudian bergerak menuju lokasi untuk melakukan proses pencarian serta evakuasi. Medan yang cukup terjal dan kondisi tebing yang curam menjadi tantangan tersendiri dalam proses penanganan korban.

 

Setelah dilakukan upaya evakuasi, korban akhirnya berhasil ditemukan. Namun nahas, korban dinyatakan meninggal dunia akibat luka berat yang dialami setelah terjatuh dari ketinggian.

 

Kejadian ini kembali menjadi peringatan serius mengenai pentingnya aspek keselamatan di destinasi wisata alam yang memiliki tingkat risiko tinggi. Tebing Appalarang sendiri dikenal sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Kabupaten Bulukumba yang menawarkan pemandangan laut yang indah dan tebing batu kapur yang eksotis.

BACA JUGA :  Netizen Desak Wali Kota Makassar Periksa Camat Ujung Pandang, Dugaan Penertiban PKL Tebang Pilih Tuai Sorotan

 

Keindahan panorama tersebut menjadikan kawasan ini sebagai salah satu lokasi favorit wisatawan untuk berfoto dan membuat konten media sosial. Namun di balik pesona alam yang dimiliki, kawasan tebing juga menyimpan potensi bahaya apabila pengunjung tidak mematuhi standar keselamatan selama berada di lokasi.

 

Pengamat pariwisata menilai bahwa meningkatnya tren swafoto ekstrem demi mendapatkan gambar yang menarik sering kali membuat sebagian wisatawan mengabaikan faktor keamanan. Tidak sedikit pengunjung yang nekat berdiri terlalu dekat dengan bibir tebing atau berada di area berbahaya demi memperoleh hasil foto yang dianggap lebih dramatis.

 

Peristiwa yang terjadi di Appalarang ini pun memunculkan kembali desakan agar pengelola wisata dan pemerintah daerah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengamanan kawasan wisata. Mulai dari pemasangan pagar pengaman, rambu-rambu peringatan, pembatasan akses ke titik rawan, hingga peningkatan pengawasan terhadap aktivitas pengunjung dinilai perlu menjadi perhatian utama.

BACA JUGA :  DPRD Sulsel Jadwalkan RDP Usut Polemik Seleksi Paskibraka Nasional

 

Selain itu, edukasi kepada wisatawan mengenai risiko dan bahaya yang mungkin terjadi di kawasan wisata alam juga dianggap penting untuk meminimalkan potensi kecelakaan. Pengunjung diharapkan lebih mengutamakan keselamatan diri dibandingkan mengejar foto atau konten media sosial yang berisiko tinggi.

 

Masyarakat sekitar berharap insiden tragis ini menjadi yang terakhir terjadi di kawasan wisata Appalarang. Mereka meminta seluruh pihak terkait dapat mengambil langkah konkret guna meningkatkan standar keselamatan sehingga destinasi wisata kebanggaan Bulukumba tersebut tetap dapat dinikmati dengan aman oleh wisatawan lokal maupun mancanegara.

 

Hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang masih melakukan pendalaman terkait kronologi lengkap kejadian. Sementara itu, keluarga korban dikabarkan telah mendapatkan pendampingan dan informasi mengenai proses penanganan pasca kejadian.

 

Peristiwa meninggalnya wisatawan akibat terjatuh saat berswafoto di Tebing Appalarang menjadi pengingat bahwa keselamatan harus selalu menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas wisata. Keindahan alam memang layak diabadikan, namun tidak sebanding dengan risiko yang dapat mengancam nyawa apabila kewaspadaan diabaikan.

Berita Terkait

Mengembalikan Marwah Penegakan Hukum
Kadis PUPR Kampar Tinjau Lansung Jalan Rusak di Desa Tg. Berulak dan Desa Naumbai
Warga Soroti Penertiban PKL, Minta Pemkot Makassar Berlaku Adil terhadap Semua Pelanggaran
Wakil Walikota Palangkaraya Dukung Penuh Sekolah Alam Alqonita: Milad ke-21 Ditandai Penanaman Pohon
Bupati Lutim Terima BPP DOB Luwu Raya
Harga di Rak Rp19.500, Saat Bayar Jadi Rp30 Ribu, Konsumen Keluhkan Dugaan Ketidaksesuaian Harga di Indomaret Barru
Mantan Kepala dan Dua Wakil Kepala BGN Ditahan Kejagung, Diduga Korupsi Tata Kelola Program Makan Bergizi Gratis
Brimob Polda Sulsel Intensifkan Patroli Malam di Kawasan CPI Makassar, Antisipasi Gangguan Kamtibmas dan Kriminalitas Jalanan
Berita ini 344 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 12 Juli 2026 - 19:43 WIB

Mengembalikan Marwah Penegakan Hukum

Senin, 29 Juni 2026 - 16:25 WIB

Kadis PUPR Kampar Tinjau Lansung Jalan Rusak di Desa Tg. Berulak dan Desa Naumbai

Jumat, 19 Juni 2026 - 05:30 WIB

Warga Soroti Penertiban PKL, Minta Pemkot Makassar Berlaku Adil terhadap Semua Pelanggaran

Selasa, 16 Juni 2026 - 18:53 WIB

Wakil Walikota Palangkaraya Dukung Penuh Sekolah Alam Alqonita: Milad ke-21 Ditandai Penanaman Pohon

Selasa, 9 Juni 2026 - 12:40 WIB

Bupati Lutim Terima BPP DOB Luwu Raya

Berita Terbaru