Waspada! Lalat Bermufakat tabur Penyakit

Senin, 10 Februari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARA UTAMA.Lalat adalah serangga yang kerap ditemukan di sekitar kita, terutama di tempat-tempat dengan sanitasi buruk.

Hewan ini sangat menyukai makanan busuk, sampah, dan kotoran hewan sebagai tempat berkembang biak. Meski terlihat sepele, lalat membawa bahaya yang tidak bisa dianggap remeh.

Lalat mengalami metamorfosis sempurna yang terdiri dari empat tahap: telur, larva (belatung), pupa, dan lalat dewasa.

Seekor lalat betina mampu bertelur hingga 3.000 butir sepanjang hidupnya. Dalam sekali periode bertelur, jumlahnya bisa mencapai 500 butir. Telur ini biasanya diletakkan di tempat yang kotor dan lembap, seperti sampah atau sisa makanan, sebelum akhirnya menetas menjadi belatung.

Lalat bukan sekadar serangga pengganggu—mereka adalah pembawa lebih dari 300 jenis virus, bakteri, dan parasit yang dapat menyebabkan berbagai penyakit,Diare dan disentri,Tipes,Kolera sertaInfeksi saluran pencernaan

Ketika lalat hinggap di tempat sampah, lalu berpindah ke makanan Anda, mereka bisa menyebarkan kuman penyakit dalam hitungan detik.

BACA JUGA :  Apa itu Segitiga Eksposur dan Mengapa Penting dalam Photography

Bahkan, menurut para ahli, lalat lebih menjijikkan dibanding kecoa karena mereka berpindah-pindah dari tempat yang sangat kotor ke makanan manusia dengan cepat.

Meskipun lalat hanya hinggap sesaat, itu sudah cukup untuk meninggalkan bakteri dan virus di makanan. Bahkan, ada kemungkinan lalat bertelur di makanan tersebut, yang kemudian menetas menjadi belatung. Jika makanan ini dikonsumsi, bisa menyebabkan gangguan pencernaan yang serius.

Lalat Berkerumun, Penyakit Ditabur,Lalat tidak datang sendirian—mereka berkerumun di sekitar sumber makanan dan tempat yang kotor, seolah bermufakat untuk menyebarkan penyakit tanpa ampun. Karena itu, menjaga kebersihan rumah dan makanan sangat penting agar terbebas dari ancaman penyakit yang mereka bawa.

 

Jadi, jangan anggap remeh lalat! Selalu pastikan makanan tertutup rapat, buang sampah secara rutin, dan jaga kebersihan lingkungan agar lalat tidak berkembang biak di sekitar Anda.

 

 

 

 

 

 

Penulis : Zakaria

Berita Terkait

Ruang GTK, BCKS, dan Tantangan Kepemimpinan Sekolah
Tips Menyambut Ramadhan 1447 H: Bulan Penuh Rahmat, Ampunan, dan Keberkahan
PTNBH dan Ikhtiar Membangun LBH Universitas Terbuka: Dari Otonomi Kampus Menuju Akses Keadilan
Namanya Diabadikan: Taman Soekarno Tanggamus
Meningkatkan Kualitas Shalat: Hikmah Agung dari Perjalanan Isra Mi‘raj Nabi SAW
Negara untuk Warga atau Warga untuk Negara? Membaca Indonesia Hari Ini lewat Cermin La Politica Aristoteles
Babak Baru Hukum Pidana Indonesia, KUHP dan KUHAP Baru Resmi Berlaku
Mahasiswa Sosiologi UINSA Padukan Rekreasi dan Refleksi Sosial di Kota Batu

Berita Terkait

Minggu, 8 Februari 2026 - 10:35

Ruang GTK, BCKS, dan Tantangan Kepemimpinan Sekolah

Jumat, 6 Februari 2026 - 12:39

Tips Menyambut Ramadhan 1447 H: Bulan Penuh Rahmat, Ampunan, dan Keberkahan

Senin, 26 Januari 2026 - 15:19

PTNBH dan Ikhtiar Membangun LBH Universitas Terbuka: Dari Otonomi Kampus Menuju Akses Keadilan

Kamis, 22 Januari 2026 - 21:16

Namanya Diabadikan: Taman Soekarno Tanggamus

Senin, 19 Januari 2026 - 16:36

Meningkatkan Kualitas Shalat: Hikmah Agung dari Perjalanan Isra Mi‘raj Nabi SAW

Minggu, 18 Januari 2026 - 23:47

Negara untuk Warga atau Warga untuk Negara? Membaca Indonesia Hari Ini lewat Cermin La Politica Aristoteles

Sabtu, 3 Januari 2026 - 23:45

Babak Baru Hukum Pidana Indonesia, KUHP dan KUHAP Baru Resmi Berlaku

Jumat, 2 Januari 2026 - 16:11

Mahasiswa Sosiologi UINSA Padukan Rekreasi dan Refleksi Sosial di Kota Batu

Berita Terbaru