SUARA UTAMA – Dalam kehidupan yang penuh dinamika ini, manusia sering kali terjebak pada ilusi bahwa segala yang dimiliki adalah hasil mutlak dari usaha dan kecerdasannya sendiri. Padahal, dalam perspektif keimanan, ada hal-hal mendasar yang sepenuhnya berada dalam kuasa Allah SWT, yaitu rezeki, jodoh, hidup, mati, dan kesehatan.

Kesadaran akan hal ini bukan sekadar pengetahuan, melainkan fondasi penting dalam membentuk sikap rendah hati dan menjauhkan diri dari kesombongan.
Rezeki Sudah Diatur, Tinggal Dijemput dengan Ikhtiar
Rezeki setiap manusia telah ditentukan oleh Allah SWT. Dalam Al-Qur’an disebutkan bahwa tidak ada satu makhluk pun di bumi ini melainkan Allah yang menjamin rezekinya. Namun, hal ini bukan berarti manusia berpangku tangan. Ikhtiar tetap menjadi kewajiban, sementara hasil akhirnya adalah hak prerogatif Allah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sering kali, manusia merasa bangga atas pencapaian materi yang diraih, hingga lupa bahwa semua itu hanyalah titipan. Kesombongan muncul ketika seseorang menganggap dirinya sebagai pusat dari segala keberhasilan.
Jodoh adalah Rahasia Ilahi
Begitu pula dengan jodoh. Tidak sedikit manusia yang gelisah memikirkan kapan dan dengan siapa ia akan dipersatukan. Padahal, jodoh adalah bagian dari takdir yang telah Allah tetapkan. Tugas manusia adalah memperbaiki diri dan berdoa, bukan memaksakan kehendak.
Kepercayaan terhadap ketetapan Allah akan menghadirkan ketenangan, serta menjauhkan dari sikap iri dan dengki terhadap kehidupan orang lain.
Hidup dan Mati dalam Genggaman-Nya
Hidup dan mati adalah ketetapan mutlak Allah SWT. Tidak ada satu pun manusia yang mampu memperpanjang atau mempercepat ajalnya. Kesadaran ini seharusnya menjadi pengingat bahwa kehidupan di dunia hanyalah sementara.
Dengan memahami hal ini, manusia akan lebih bijak dalam menjalani hidup, memperbanyak amal kebaikan, serta menghindari perbuatan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Sehat adalah Nikmat yang Sering Dilupakan
Kesehatan merupakan nikmat besar yang kerap tidak disadari hingga ia hilang. Banyak orang baru merasakan betapa berharganya sehat setelah diuji dengan sakit. Padahal, sehat juga merupakan bagian dari takdir Allah yang harus disyukuri dan dijaga.
Kesombongan sering kali muncul saat seseorang merasa kuat dan tidak tersentuh oleh kelemahan. Padahal, dalam sekejap Allah dapat membalikkan keadaan.
Jangan Sombong, Karena Semua Hanya Titipan
Kesombongan adalah penyakit hati yang dapat merusak amal kebaikan. Dalam ajaran Islam, kesombongan bahkan menjadi salah satu sebab seseorang terhalang dari kebenaran.
Apa yang dimiliki hari ini – harta, jabatan, pasangan, usia, hingga kesehatan – Semuanya hanyalah titipan yang sewaktu-waktu bisa diambil kembali oleh Sang Pemilik.
Sikap terbaik adalah rendah hati, bersyukur, dan terus mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dengan demikian, manusia akan lebih bijak dalam menyikapi setiap keadaan, baik dalam kelapangan maupun kesempitan.
Penutup
Menyadari bahwa rezeki, jodoh, hidup, mati, dan kesehatan sepenuhnya berada dalam kuasa Allah SWT akan menumbuhkan ketenangan dan mengikis kesombongan. Hidup bukan tentang siapa yang paling hebat, melainkan siapa yang paling taat.
Maka, jangan pernah sombong atas apa pun yang dimiliki. Sebab, pada akhirnya, manusia hanyalah hamba yang tidak memiliki kuasa tanpa kehendak-Nya.
Referensi Sumber:
1. Al-Qur’an Surah Hud ayat 6 – tentang jaminan rezeki dari Allah.
2. Al-Qur’an Surah Ar-Rum ayat 21 – tentang pasangan (jodoh).
3. Al-Qur’an Surah Al-A’raf ayat 34 – tentang ajal (hidup dan mati).
4. Hadis Riwayat Muslim – tentang pentingnya menjaga kesehatan sebelum datang sakit.
5. Imam Al-Ghazali, Ihya Ulumuddin – pembahasan tentang kesombongan dan penyakit hati.
Penulis oleh Andre Hariyanto, Abu Zahwa Qarira Nazhira, tinggal di Malang, Jawa Timur
Editor : Zhafran Saif Ghazi Al-Amin
Sumber Berita: Redaksi Suara Utama










