Konflik ini memuncak dalam pertemuan di Kantor Camat Teluk Bayur. Masjid yang lama saja berukuran 16×16 meter, Mengapa sekarang membantu bertambah kecil.

penyaluran CSR periode 2024-2025 yang hingga kini belum dirasakan manfaatnya secara nyata oleh warga, berstatus lingkar tambang.

- Publisher

Senin, 11 Mei 2026 - 08:19 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto rapat dikantor camat yang dihadiri, kapolsek teluk bayu, komandan babinsa, camat teluk bayur,  dan manejemen pt berau coal.

Foto rapat dikantor camat yang dihadiri, kapolsek teluk bayu, komandan babinsa, camat teluk bayur, dan manejemen pt berau coal.

SUARA UTAMA, BERAU. – Ketegangan menyelimuti proses mediasi antara masyarakat Kampung Tumbit Melayu dengan pihak manajemen PT Berau Coal. Warga dari lima Rukun Tetangga (RT) di wilayah Meraang secara tegas menyatakan penolakan terhadap rencana pembangunan Masjid Al-Huda yang dinilai tidak layak secara kapasitas dan mencederai komitmen dana Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan.

 

Konflik ini memuncak dalam pertemuan di Kantor Camat Teluk Bayur, Rabu (6/5), yang dihadiri oleh unsur Muspika, perwakilan perusahaan, dan tokoh masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Meski difasilitasi langsung oleh Camat Teluk Bayur, mediasi tersebut berakhir buntu (deadlock) tanpa kesepakatan konkret.

 

Inti permasalahan terletak pada spesifikasi bangunan. PT Berau Coal berencana membangun masjid berukuran 12×12 meter. Namun, angka ini dinilai sebagai kemunduran signifikan oleh warga.

 

BACA JUGA :  Tuntutan Kasus Renah Alai Dibacakan, Kuasa Hukum Korban Minta Hakim Beri Putusan yang Berkeadilan

“Kebutuhan masyarakat saat ini sangat besar. Masjid yang lama saja berukuran 16×16 meter, mengapa sekarang justru mau diberi yang lebih kecil 12×12 meter,” ujar Kepala Kampung Tumbit Melayu, Syamsudin A., dengan nada kecewa.

 

Menurutnya, warga menuntut bangunan minimal berukuran 25×25 meter, mengingat lahan yang dihibahkan masyarakat sangat luas, mencapai 30×50 meter di lokasi yang bebas banjir.

 

Syamsudin juga menyoroti keterlambatan penyaluran CSR periode 2024-2025 yang hingga kini belum dirasakan manfaatnya secara nyata oleh warga.

 

Kritik keras juga datang dari perwakilan warga, Saripuddin, yang mempertanyakan akuntabilitas finansial pihak perusahaan.

 

Dalam forum tersebut, ia mencecar mengenai total alokasi dana CSR yang seharusnya menjadi hak masyarakat.

 

“Saya tadi menanyakan berapa sebenarnya total anggaran dana CSR dari PT Berau Coal untuk kami, tapi mereka bungkam dan tidak memberikan jawaban pasti,” tegas Saripudin dengan nada keras.

BACA JUGA :  Menkum Percepat Digitalisasi Layanan, 470 Layanan Hukum Beralih Penuh Mulai September 2026

 

“Jika memang PT Berau coal tidak mau membangun mesjid kami yang kami minta kami akan melakukan aksi damai di lokasi” tambahannya.

 

Ketidakjelasan ini memicu kecurigaan warga bahwa alokasi anggaran yang turun tidak sebanding dengan produksi tambang di wilayah mereka, meskipun perusahaan berdalih adanya proses pengurusan izin lanjutan sebagai alasan keterlambatan administrasi.

 

Camat Teluk Bayur menyatakan bahwa pihaknya akan terus mengawal aspirasi warga melalui persuratan resmi ke tingkat pusat PT Berau Coal.

 

Camat mengakui bahwa kondisi masjid lama sudah tidak aman bagi keselamatan jemaah, sehingga pembangunan baru menjadi kebutuhan mendesak.

 

“Dana sebesar Rp933 juta sempat disebut, namun apakah itu untuk total periode 2024-2026. Pihak pelaksana di lapangan tidak bisa menjawab karena itu kewenangan pusat,” ungkap Camat di hadapan awak media.

BACA JUGA :  Warga Desa Gading Kulon Mendesak ATR/BPN, Segera Mengambil Tindakan dan Keputusan Agar Kebenaran Terungkap 

 

Sementara itu, sikap tertutup ditunjukkan oleh manajemen PT Berau Coal. Saat dikonfirmasi, Fajri selaku perwakilan eksternal perusahaan enggan memberikan pernyataan resmi dan melemparkan tanggung jawab konfirmasi ke Rudini

 

masyarakat Meraang tetap pada pendiriannya, Menolak pembangunan jika ukuran masjid tetap dipaksakan kecil.

 

Didukung oleh unsur Polsek dan Koramil setempat, warga berjanji akan terus memperjuangkan hak rumah ibadah mereka hingga tuntas.

 

Bagi warga, masjid bukan sekedar bangunan fisik, melainkan simbol pemenuhan kewajiban moral perusahaan terhadap lingkungan yang telah mereka eksploitasi selama bertahun-tahun.

 

Hingga waktu yang diberikan redaksi, pihak manajemen PT Berau Coal (Rudini) tetap memilih bungkam meski pesan konfirmasi telah terkirim dan terbaca

Penulis : Rudi Salam

Editor : R salam

Sumber Berita: Wartawan Suara Utama

Berita Terkait

Tambang PT MTN Makin Dekat dengan Rumah Warga, 100 KK Palayo Mengeluh: Sosialisasi Dipertanyakan, Manajemen Bungkam ‎
Bang Nahar Strategis Wafat, Sulbar Kehilangan Putra Terbaiknya
Fakta Sidang Kasus 997 Ekstasi Samarinda: Advokat Krissandi & Partners Buktikan Kliennya Hanya Sopir Carteran Tanpa ‘Mens Rea’
15 Peserta MagangHub Mulai Jalani Pemagangan di Bapelkum Bitung
Bapelkum Bitung Bekali 15 Peserta MagangHub dengan Etos Kerja dan Integritas
Mubeslub Ormawa UT Surabaya Bahas dan Tetapkan AD/ART sebagai Landasan Organisasi Mahasiswa
Pelatihan Menulis Digelar di MTS Mamba’ul Ulum Pekon Margoyoso, Tanggamus
HIMAS 2026 : AMAN Sulsel Tegaskan Kedaulatan Pengetahuan Masyarakat Adat adalah Kunci Menjaga Bumi, Mendesak Pengesahan UU Masyarakat Adat
Berita ini 56 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 21:50 WIB

Tambang PT MTN Makin Dekat dengan Rumah Warga, 100 KK Palayo Mengeluh: Sosialisasi Dipertanyakan, Manajemen Bungkam ‎

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:33 WIB

Bang Nahar Strategis Wafat, Sulbar Kehilangan Putra Terbaiknya

Selasa, 11 Agustus 2026 - 15:43 WIB

Fakta Sidang Kasus 997 Ekstasi Samarinda: Advokat Krissandi & Partners Buktikan Kliennya Hanya Sopir Carteran Tanpa ‘Mens Rea’

Selasa, 11 Agustus 2026 - 12:15 WIB

15 Peserta MagangHub Mulai Jalani Pemagangan di Bapelkum Bitung

Selasa, 11 Agustus 2026 - 02:19 WIB

Bapelkum Bitung Bekali 15 Peserta MagangHub dengan Etos Kerja dan Integritas

Berita Terbaru

Berita Utama

Bang Nahar Strategis Wafat, Sulbar Kehilangan Putra Terbaiknya

Selasa, 11 Agu 2026 - 16:33 WIB

Berita Utama

15 Peserta MagangHub Mulai Jalani Pemagangan di Bapelkum Bitung

Selasa, 11 Agu 2026 - 12:15 WIB

mancingjitu slot thailand slot thailand https://www.marcopolodijon.com/