Senator Eka Yeimo Desak tuntasan dugaan Pelanggaran HAM dogiyai

- Publisher

Jumat, 10 April 2026 - 19:12 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAUTAMA,Dogiyai- Untuk segera menghentikan kekerasan terhadap warga sipil kembali menguat menyusul konflik yang terjadi di Dogiyai sejak tanggal 31 Maret hingga awal  2 April 2026. Berbagai pihak mendesak aparat keamanan dan pemerintah segera mengusut tuntas dugaan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa.

Kematian Anggota Polisi Picu Penembakan, 5 Warga Dogiyai Tewas

Senator DPD RI Papua Tengah, Eka Kristina Murib Yeimo, menegaskan bahwa penggunaan senjata oleh aparat negara harus berorientasi pada perlindungan masyarakat.

Mahasiswa Papua Desak Usut Tuntas Kekerasan di Dogiyai

“Stop tembak masyarakat sipil. Senjata itu alat negara untuk melindungi masyarakatnya, bukan untuk menciptakan ketakutan,” ujarnya, Jumat (10/4/2026).

Yeimo meminta aparat penegak hukum segera menghadirkan dan mengungkap pelaku di balik penembakan warga sipil. Menurutnya, transparansi dan penegakan hukum yang adil sangat penting untuk memberikan keadilan bagi para korban dan keluarga mereka.

BACA JUGA :  Sengketa Tambang Barsel: Janji "Hibah" Alat Berat Berujung Penolakan di RDP

Konflik disebut bermula dari ditemukannya seorang anggota polisi, Bripda Juventus Edowai, dalam kondisi meninggal dunia di Kampung Kimupugi pada 31 Maret 2026, yang kemudian memicu ketegangan antara aparat dan masyarakat.

Sejak peristiwa tersebut, sedikitnya lima warga sipil dilaporkan meninggal dunia akibat dugaan penembakan. Namun hingga kini, belum ada kejelasan terkait pihak yang bertanggung jawab atas rangkaian kejadian tersebut.

Yeimo juga menyoroti pentingnya keterlibatan semua elemen masyarakat, termasuk tokoh adat, tokoh agama, dan pemerintah, untuk bersama-sama mengungkap fakta serta menjaga situasi tetap kondusif.

BACA JUGA :  Jawab Tantangan AI, Kemenkumham Matangkan Standar Kompetensi Perancang Regulasi

Ia berharap pemerintah pusat dan daerah segera mengambil langkah konkret untuk meredam konflik serta memastikan kasus ini ditangani secara transparan dan berkeadilan, agar tidak terus berulang di masa mendatang.

“Kami minta agar dalang di balik kasus Dogiyai berdarah segera diungkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku”.tutupnya.

Berita Terkait

Bapelkum Bitung dan UNKLAB Perkuat Kolaborasi Edukasi Hukum melalui Webinar KUHP Baru
Jalan Provinsi Tak Terurus, Roni Sentil Pemerintah: Jangan Ingat Rakyat Saat Butuh Suara
Poltera Hadirkan e-Khitan Florence, Dorong Digitalisasi Layanan Kesehatan di Griya Sehat Florence Sumenep
Perkuat Keteguhan Hati, Lapas Bangko Gelar Yasinan Bersama Warga Binaan
Vonis Ringan Terhadap Terdakwa Pemalsuan SK ASN di Gresik
Jasat Korban KKM KM Virgo Transport 8 Warga Lamongan di Laut Jawa Berhasil Dievakuasi
Miris, Oknum KS Diduga Membuat Pengumuman Melalui Group Whatsap, Perihal Indikasi Dugaan Praktek Pungli di SDN Sebaung 1.
Bapelkum Bitung Kupas KUHP Nasional, dari Kohabitasi hingga Tujuan Pemidanaan
Berita ini 46 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 23:12 WIB

Bapelkum Bitung dan UNKLAB Perkuat Kolaborasi Edukasi Hukum melalui Webinar KUHP Baru

Kamis, 24 September 2026 - 21:37 WIB

Jalan Provinsi Tak Terurus, Roni Sentil Pemerintah: Jangan Ingat Rakyat Saat Butuh Suara

Kamis, 24 September 2026 - 21:09 WIB

Poltera Hadirkan e-Khitan Florence, Dorong Digitalisasi Layanan Kesehatan di Griya Sehat Florence Sumenep

Kamis, 24 September 2026 - 19:35 WIB

Perkuat Keteguhan Hati, Lapas Bangko Gelar Yasinan Bersama Warga Binaan

Kamis, 24 September 2026 - 11:07 WIB

Vonis Ringan Terhadap Terdakwa Pemalsuan SK ASN di Gresik

Berita Terbaru

Berita Utama

Vonis Ringan Terhadap Terdakwa Pemalsuan SK ASN di Gresik

Kamis, 24 Sep 2026 - 11:07 WIB

https://mancingjitu.com/