SUARA UTAMA, Makassar – Aksi pencurian helm kembali terjadi di kawasan Jalan AP Pettarani, Kota Makassar. Sudah 8 Kali ini, korbannya adalah seorang Muh Zulkarnaim wartawan yang kehilangan helm saat memarkir kendaraannya di area sebuah warung kopi (warkop) yang diketahui milik seorang anggota DPR RI.
Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (23/6/2026) dini hari dan menambah daftar panjang kasus kehilangan helm yang belakangan dikeluhkan warga serta pengunjung warkop di kawasan Panakkukang. Kejadian ini pun menjadi sorotan setelah rekaman kamera pengawas (CCTV) yang memperlihatkan dugaan aksi pelaku beredar luas di media sosial.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban datang ke lokasi untuk bersantai sekaligus berdiskusi bersama sejumlah rekan. Kendaraan roda dua miliknya diparkir di area parkir yang tersedia di depan warkop dengan kondisi helm masih terpasang sebagaimana umumnya dilakukan para pengunjung.
Namun saat hendak pulang, korban terkejut mendapati helm miliknya sudah tidak berada di tempat. Setelah dilakukan pengecekan, rekaman CCTV memperlihatkan seorang pria yang diduga pelaku pencurian mendekati area parkir, mengamati situasi sekitar, lalu mengambil helm yang terpasang pada sepeda motor korban sebelum meninggalkan lokasi.
Aksi pelaku berlangsung cepat dan nyaris tanpa menimbulkan kecurigaan. Dalam hitungan detik, helm milik korban berhasil dibawa kabur. Rekaman tersebut kemudian beredar di berbagai platform media sosial dan memicu beragam tanggapan dari masyarakat.
Korban yang berprofesi sebagai wartawan mengaku kecewa atas kejadian tersebut. Menurutnya, kawasan yang ramai dikunjungi masyarakat seharusnya memiliki sistem keamanan yang lebih baik sehingga pengunjung merasa aman saat memarkir kendaraannya.
“Kejadian seperti ini tentu sangat merugikan. Apalagi lokasi tersebut cukup ramai dan sering menjadi tempat berkumpul berbagai kalangan masyarakat,” ujarnya.
Sejumlah pengunjung mengaku kasus kehilangan helm di kawasan tersebut bukan pertama kali terjadi. Bahkan, beberapa warga menyebut sudah ada sejumlah korban lain yang mengalami kejadian serupa dalam beberapa bulan terakhir.
Menurut keterangan warga sekitar, para pelaku diduga memanfaatkan situasi ketika pengunjung sedang fokus berbincang atau berada di dalam warkop. Kondisi area parkir yang dipadati kendaraan membuat aksi pencurian relatif mudah dilakukan apabila tidak ada pengawasan yang maksimal.
“Kami sering mendengar ada yang kehilangan helm di sekitar sini. Kadang korbannya pengunjung warkop, kadang juga pemilik kendaraan yang parkir di deretan ruko sekitar Pettarani,” kata salah seorang warga.
Maraknya aksi pencurian tersebut menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat. Tidak sedikit pengunjung yang kini memilih membawa helm masuk ke dalam warkop atau menggunakan pengaman tambahan guna menghindari risiko kehilangan.
Warga berharap pengelola tempat usaha turut meningkatkan pengawasan terhadap area parkir, baik melalui pemantauan CCTV secara aktif maupun penempatan petugas keamanan di lokasi yang dianggap rawan.
Selain itu, masyarakat juga mendesak aparat kepolisian untuk segera menindaklanjuti informasi dan rekaman CCTV yang telah beredar. Identifikasi terhadap pelaku dinilai penting untuk mencegah munculnya korban-korban baru serta memberikan efek jera kepada para pelaku kejahatan.
Kasus ini menjadi perhatian publik karena terjadi di salah satu kawasan bisnis dan pusat aktivitas masyarakat yang cukup ramai di Kota Makassar. Banyak pihak menilai bahwa keamanan lingkungan harus menjadi prioritas bersama agar masyarakat dapat beraktivitas dengan nyaman tanpa dihantui rasa khawatir terhadap aksi kriminalitas.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi terkait identitas pelaku yang terekam CCTV. Namun warga berharap aparat penegak hukum dapat segera mengungkap dan menangkap pelaku agar kejadian serupa tidak terus berulang di kawasan Jalan AP Pettarani maupun wilayah lainnya di Kota Makassar.
Peristiwa hilangnya helm milik wartawan tersebut sekaligus menjadi peringatan bagi seluruh pengguna kendaraan roda dua agar lebih waspada saat memarkir kendaraan, terutama pada malam hingga dini hari. Masyarakat juga diimbau untuk segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan aktivitas mencurigakan yang berpotensi mengarah pada tindak kriminal.












Komentar
Silakan login untuk berkomentar.