SUARA UTAMA, Kupang – Suasana khidmat dan penuh semangat kebersamaan terasa di Aula Kantor BRMP NTT, Jl. Timor Raya Km. 32 Naibonat, Kabupaten Kupang, Provinsi NTT, Sabtu (2/5/2026), saat berlangsung pengukuhan dan pelantikan pengurus Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Kupang periode 2025–2030.
Mengusung tema “Sinergi Pemerintah dan Dewan Masjid Indonesia dalam Mewujudkan Kabupaten Kupang yang Religius, Harmonis, dan Sejahtera”, kegiatan ini dihadiri sekitar 200 peserta dari 40 masjid yang tersebar di 24 kecamatan. Peserta terjauh berasal dari Kecamatan Amanuban Tengah (Amfoang), yang menunjukkan tingginya komitmen umat dalam memperkuat peran masjid di Kabupaten Kupang.
Acara ini turut dihadiri unsur pemerintah daerah yang diwakili oleh Asisten II Kabupaten Kupang. Dalam arahannya, ia menegaskan kesiapan pemerintah untuk berkolaborasi dan bersinergi dengan DMI dalam menjalankan berbagai program strategis keumatan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Hadir pula Ketua DMI Wilayah NTT, jajaran Forkopimda, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Kupang, perwakilan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Ketua Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kabupaten Kupang beserta pengurus, Kepala Bank Indonesia Cabang Kupang, Direktur Wilayah BRMP NTT, tokoh agama, tokoh masyarakat, para imam, serta takmir masjid se-Kabupaten Kupang. Selain itu, tampak hadir Ketua DMI Kota Kupang dan Ketua DMI Kabupaten Timor Tengah Selatan.
Prosesi inti pengukuhan dan pelantikan ditandai dengan pengambilan sumpah serta penandatanganan berita acara oleh Ketua DMI Provinsi NTT, Muhammad Abdurrahman, bersama Ketua DMI Kabupaten Kupang, Haruna. Prosesi ini disaksikan oleh Asisten II Setda Kabupaten Kupang, Direktur Wilayah BRMP NTT, serta Ketua DMI Kota Kupang.
Sebelumnya, Ketua Panitia menyampaikan laporan kegiatan yang dilanjutkan dengan sambutan Ketua DMI Kabupaten Kupang. Dalam sambutannya, Dr. Haruna menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi masjid di Kabupaten Kupang, mulai dari jarak antar masjid yang berjauhan, manajemen masjid yang belum sesuai standar DMI, keterbatasan dai, hingga perlunya peningkatan kapasitas imam dan pengurus melalui pelatihan berkelanjutan. Ia juga menekankan pentingnya pemberdayaan ekonomi umat berbasis masjid sebagai solusi jangka panjang dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Masjid tidak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga pusat pemberdayaan umat. Di sinilah kita harus bergerak bersama, menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat,” tegasnya.
Rangkaian acara ditutup dengan rapat kerja yang melibatkan seluruh peserta dan menghadirkan pemateri dari pengurus DMI Provinsi NTT, termasuk Ketua dan Wakil Ketua DMI Provinsi, Ketua DMI Kabupaten Kupang, serta Ketua MUI Kabupaten Kupang sebagai penasihat. Dalam forum ini, dibahas strategi pelaksanaan program DMI, pemetaan persoalan yang dihadapi masjid, serta berbagai saran dan masukan konstruktif dari para pengurus masjid di lapangan.
Momentum ini menjadi titik awal penguatan peran DMI di Kabupaten Kupang, sekaligus menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah, ulama, dan masyarakat merupakan kunci dalam mewujudkan daerah yang religius, harmonis, dan sejahtera.
Penulis : Muhazir Syukur
Editor : Andre Hariyanto
Sumber Berita: Wartawan Suara Utama











