SUARA UTAMA, BERAU. –Tekanan terhadap pemerintah daerah dan legislatif di Kalimantan Timur memasuki babak baru. Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Kaltim memastikan gelombang aksi belum akan berhenti.
Melalui tajuk May Day Melawan, mereka menjadwalkan aksi lanjutan pada 4 Mei 2026 di depan Kantor Gubernur Kaltim, Karang Paci. Sasaran utama kini mengerucut ke DPRD Kalimantan Timur yang dinilai belum menunjukkan langkah tegas dalam menjalankan fungsi pengawasan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Aksi ini bukan sekadar lanjutan, melainkan eskalasi dari demonstrasi sebelumnya pada 21 April lalu. Jika sebelumnya suara mahasiswa masih berupa peringatan, kini tekanan diarahkan lebih konkret agar DPRD menggunakan hak angket atau interpelasi terhadap kebijakan pemerintah daerah.
Seruan aksi yang beredar di media sosial memperlihatkan nada yang semakin keras. Mahasiswa menuntut audit menyeluruh terhadap kebijakan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, sekaligus mendesak penghentian praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme yang dinilai masih menjadi persoalan mendasar.











