Hujan Ekstrem Lumpuhkan Aktivitas Warga, Siswa SMP IL Kapitan Fatubaa NTT Terhambat Bersekolah

- Publisher

Sabtu, 25 April 2026 - 10:26 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

💰 Ayo Dukung Keberlanjutan Media & Jurnalisme
+ Berpartisipasi

FOTO: Hujan Ekstrem Lumpuhkan Aktivitas warga, Siswa SMP IL Kapitan Fatubaa NTT Gagal Sekolah (Julio Pires/SUARA UTAMA)

FOTO: Hujan Ekstrem Lumpuhkan Aktivitas warga, Siswa SMP IL Kapitan Fatubaa NTT Gagal Sekolah (Julio Pires/SUARA UTAMA)

SUARA UTAMA, Belu – Hujan berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Belu, Provinsi NTT pada Senin (20/4/2026) menyebabkan deker penghubung utama di Dusun Debubot, Desa Fatubaa, Kecamatan Tasifeto Timur ambruk total. Akibatnya, akses vital warga terputus dan sejumlah aktivitas masyarakat lumpuh.

Deker yang ambruk tersebut merupakan urat nadi transportasi yang menghubungkan Desa Fatubaa dengan Dusun Bauatok–Lalosuk di Desa Manleten, sekaligus menjadi jalur utama warga menuju Kota Atambua. Putusnya akses membuat warga terisolasi, distribusi logistik tersendat, dan roda perekonomian lokal terhenti.

Dampak paling dirasakan terjadi pada sektor pendidikan. Puluhan siswa SMP IL Kapitan Fatubaa tidak dapat berangkat ke sekolah karena tidak ada jalur alternatif yang bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

“Anak-anak kami sudah tiga hari tidak sekolah. Kami khawatir kalau dibiarkan lama, mereka tertinggal pelajaran,” ungkap Domingus, salah satu warga Debubot.

Pemkab Belu Gerak Cepat

Menindaklanjuti kejadian itu, Pemerintah Kabupaten Belu langsung turun tangan. Kamis (23/4/2026), Kepala Pelaksana BPBD Belu, drg. Maria Ansilla F. Eka Mutty, bersama tim teknis dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) meninjau lokasi untuk asesmen kerusakan dan menentukan langkah darurat.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas PU. Anggaran perbaikan sebenarnya telah tersedia dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA). Sambil menunggu perbaikan permanen, dalam waktu dekat akan dibuka jalan alternatif agar aktivitas warga bisa kembali normal,” tegas Ansilla di lokasi.

BACA JUGA :  Kalapas Bangko Sematkan Tanda Kenaikan Pangkat Lima Petugas, Tekankan Profesionalisme dan Integritas

Ia menambahkan, BPBD Belu juga akan menyusun laporan resmi melalui Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) untuk diteruskan ke BPBD Provinsi NTT dan BNPB Pusat. Hal ini dilakukan mengingat dampak kerusakan menyasar langsung layanan dasar masyarakat, terutama pendidikan dan ekonomi.

Titik Rawan yang Berulang Kali Rusak

Berdasarkan data lapangan, titik deker Fatubaa memang tergolong rawan bencana. Pada Oktober 2025 lalu, lokasi yang sama sempat longsor akibat curah hujan tinggi. Saat itu, penanganan hanya bersifat darurat karena keterbatasan waktu dan anggaran.

Namun, intensitas hujan ekstrem yang terjadi pekan ini kembali menggerus pondasi deker hingga akhirnya ambruk total dan tidak bisa dilalui sama sekali.

“Kendaraan motor pun tidak bisa lewat. Kami sangat bergantung pada jalan ini untuk jual hasil kebun ke Atambua dan antar anak sekolah,” keluh Domingus.

BACA JUGA :  Lapas Bangko Gelar Doa Bersama untuk Keselamatan Jurnalis dan Awak Kapal yang Hilang Kontak

Desakan Infrastruktur Tangguh Bencana

Ambruknya deker Fatubaa menjadi alarm bagi pemerintah daerah untuk mengevaluasi kualitas infrastruktur di wilayah rawan bencana. Warga berharap pembangunan kembali deker dilakukan dengan konstruksi yang lebih kuat dan tahan terhadap cuaca ekstrem.

“Jangan sampai setiap musim hujan kami selalu terisolasi. Kami butuh jalan dan jembatan yang permanen dan aman,” tambah warga lainnya.

Pemkab Belu menegaskan bahwa penanganan infrastruktur di Dusun Debubot akan menjadi prioritas. Selain membuka jalur darurat, perencanaan pembangunan deker permanen dengan spesifikasi tahan bencana akan segera dipercepat agar kejadian serupa tidak terus berulang dan merugikan masyarakat.

Penulis : Julio Pires

Editor : Andre Hariyanto

Sumber Berita: Wartawan Suara Utama

Berita Terkait

1.800 Polisi Gerebek Kampung Bahari, 26 Orang Diamankan
Kelompok Tumenggung Jon Serahkan 20 Pucuk Senjata Api Rakitan kepada Polres Merangin
Ruri Jumar Saef Prihatin!, Kasus Dugaan Penganiayaan Suarni di Probolinggo Berujung Prapradilan dan SP3, Kemana Arah Ke Adilan Korban?. 
Diduga Dikelola Wandri, PETI Excavator di Sungai Ulak Merangin Disorot
Diduga Milik Sukro, Aktivitas PETI di Mentawak Dikeluhkan Warga, Polres Merangin Diminta Bertindak
Ketua Dewan Pakar SUARA UTAMA Kolonel (Purn) Oktovianus Karundeng Berdiskusi dengan Staf Khusus Menteri Agama
DPRD dan Pemprov Babel Dorong Raperda Kelautan hingga Lingkungan Hidup
Bapelkum Bitung Goes to Campus, Bangun Generasi Sadar Hukum di Tengah Berlakunya KUHP Nasional
Berita ini 98 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 14:49 WIB

1.800 Polisi Gerebek Kampung Bahari, 26 Orang Diamankan

Minggu, 1 November 2026 - 11:56 WIB

Kelompok Tumenggung Jon Serahkan 20 Pucuk Senjata Api Rakitan kepada Polres Merangin

Minggu, 1 November 2026 - 10:45 WIB

Ruri Jumar Saef Prihatin!, Kasus Dugaan Penganiayaan Suarni di Probolinggo Berujung Prapradilan dan SP3, Kemana Arah Ke Adilan Korban?. 

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 18:49 WIB

Diduga Dikelola Wandri, PETI Excavator di Sungai Ulak Merangin Disorot

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:25 WIB

Diduga Milik Sukro, Aktivitas PETI di Mentawak Dikeluhkan Warga, Polres Merangin Diminta Bertindak

Berita Terbaru

Penggrebekan Kampung Bahari oleh Polres Jakarta Utara || Sumber : tribratanews.metro.polri.go.id

Berita Utama

1.800 Polisi Gerebek Kampung Bahari, 26 Orang Diamankan

Minggu, 1 Nov 2026 - 14:49 WIB

Chat via WhatsApp