SUARAUTAMA JAKARTA- Aksi unjuk rasa yang digelar oleh Aliansi Mahasiswa Jakarta dalam rangka Hari Pendidikan Nasional berlangsung di kawasan Silang Selatan Monas, Senin (4/5/2026). Massa mahasiswa mulai berkumpul sejak siang hari dengan membawa berbagai atribut aksi seperti spanduk, poster tuntutan, serta pengeras suara untuk menyampaikan aspirasi.
Aksi ini merupakan bagian dari rangkaian demonstrasi mahasiswa yang digelar secara serentak di sejumlah titik di Jakarta. Dalam aksinya, mahasiswa menyuarakan berbagai tuntutan terkait kebijakan pemerintah yang dinilai tidak berpihak kepada kepentingan rakyat, khususnya di sektor pendidikan dan pengelolaan anggaran negara.
Presiden Mahasiswa DEMA UIN Jakarta, Achmad Hafizh, dalam orasinya menyoroti sejumlah kebijakan yang dianggap bermasalah. Ia menyampaikan bahwa pendanaan program MBG yang bersumber dari anggaran pendidikan perlu dipertanyakan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pendanaan MBG yang dialokasikan dari 20 persen dana pendidikan menjadi persoalan serius karena berpotensi menggeser prioritas utama sektor pendidikan,” ujarnya.
Ia juga mengkritisi komponen belanja dalam program tersebut yang dinilai tidak rasional.
“Kami mempertanyakan belanja MBG, seperti pembelian kaos kaki hingga kegiatan zoom meeting yang anggarannya bisa mencapai miliaran rupiah,” lanjutnya.
Selain itu, Hafizh turut menyinggung kondisi pengamanan aksi yang menurutnya mencerminkan tindakan represif aparat.
“Kami melihat adanya represivitas aparat penegak hukum yang justru cenderung melindungi pemerintah, bukan mengayomi masyarakat yang menyampaikan aspirasi,” tegasnya.
Ia juga menyoroti adanya pembatasan terhadap kebebasan berpendapat.
“Terjadi pembungkaman terhadap penyampaian aspirasi oleh masyarakat, khususnya mahasiswa,” tambahnya.
Selama aksi berlangsung, aparat kepolisian terlihat melakukan pengamanan di sekitar lokasi, termasuk di akses menuju kawasan Istana Negara. Sejumlah personel gabungan disiagakan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan menjaga jalannya aksi tetap kondusif.
Situasi di lapangan sempat mengalami peningkatan tensi, terutama ketika massa mencoba mendekati area yang dibatasi aparat. Meski demikian, hingga sore hari aksi masih berlangsung dengan penyampaian orasi secara bergantian dari perwakilan mahasiswa.
Aksi ini disebut sebagai bagian dari gelombang demonstrasi mahasiswa yang terus berlanjut, dengan fokus pada isu transparansi anggaran, kebijakan pendidikan, serta ruang demokrasi di Indonesia.
Penulis : Rizky Fadirubun
Editor : Rizky Fadirubun
Sumber Berita: Wartawan Suara Utama











