Diduga Abaikan SOP, Oknum Kepala SPPG Disorot: Relawan Mengeluh, Sistem Kerja Dinilai Semrawut.

kecewa karena merasa hanya dijadikan “tenaga pelengkap” tanpa penghargaan maupun koordinasi kerja yang jelas.

- Publisher

Jumat, 29 Mei 2026 - 23:44 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

💰 Ayo Dukung Keberlanjutan Media & Jurnalisme
+ Berpartisipasi

Suara utama.id Berau — Kinerja salah satu oknum kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mulai menuai sorotan tajam. ramai dimedia sosil terkait kinerja SPPG, Sejumlah relawan dan pihak internal dikabarkan mengeluhkan pola kepemimpinan yang dinilai tidak profesional serta jauh dari standar operasional prosedur (SOP) yang semestinya diterapkan dalam pelayanan publik.
Persoalan yang mencuat disebut bukan hanya menyangkut komunikasi internal, tetapi juga dugaan perlakuan tidak layak terhadap relawan, sistem kerja yang amburadul, hingga standar kebersihan yang dinilai memprihatinkan.

Beberapa relawan mengaku kecewa karena merasa hanya dijadikan “tenaga pelengkap” tanpa penghargaan maupun koordinasi kerja yang jelas. Bahkan, ada dugaan pembagian tugas dilakukan secara semena-mena tanpa mempertimbangkan kapasitas maupun keselamatan kerja.

BACA JUGA :  Jaga Kesehatan, Perkuat Pembinaan. Warga Binaan Lapas Bangko Jalani Pemeriksaan Kesehatan

“Kerja kami seolah tidak dihargai. Arahan sering berubah-ubah, kadang mendadak, bahkan ada yang dimarahi di depan umum,” ungkap salah satu relawan yang meminta identitasnya dirahasiakan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tak hanya itu, sistem operasional di lingkungan SPPG tersebut juga disebut jauh dari kata profesional. Jadwal kerja kerap berubah tanpa pemberitahuan jelas, alur distribusi dinilai kacau, dan pengawasan internal dianggap lemah.

BACA JUGA :  Paroki Idakebo Sambut Bulan Maria dengan Perarakan Patung Bunda Maria, Doa Rosario, dan Perayaan Ekaristi

Ironisnya, persoalan kebersihan turut menjadi perhatian serius. Sejumlah pihak menyebut kondisi area kerja hingga perlengkapan operasional tidak memenuhi standar higienitas yang seharusnya menjadi prioritas utama dalam pelayanan pangan dan gizi.

“Kalau benar standar kebersihan diabaikan, ini bukan sekadar pelanggaran disiplin. Ini menyangkut kesehatan dan keselamatan masyarakat,” ujar salah satu pemerhati pelayanan publik.

Situasi tersebut memunculkan pertanyaan besar mengenai fungsi pengawasan serta evaluasi terhadap kepala SPPG bersangkutan. Pasalnya, berbagai keluhan disebut telah berlangsung cukup lama namun belum terlihat adanya tindakan tegas.

BACA JUGA :  Lapas Bangko Gelar Doa Bersama untuk Keselamatan Jurnalis dan Awak Kapal yang Hilang Kontak

Publik kini mendesak instansi terkait untuk turun tangan melakukan audit menyeluruh terhadap tata kelola SPPG, termasuk memeriksa dugaan pelanggaran SOP, pola kepemimpinan, serta kondisi kebersihan di lapangan.

Jika terbukti terjadi pelanggaran serius, maka pembinaan internal saja dinilai tidak cukup. Evaluasi jabatan hingga pencopotan oknum yang dianggap gagal menjalankan tugas secara profesional mulai disuarakan berbagai pihak.

“Jangan sampai pelayanan publik dijalankan asal-asalan. Relawan ditekan, SOP diabaikan, kebersihan dipertanyakan. Ini harus dibenahi sebelum menimbulkan dampak lebih besar,” tegasnya.

Berita Terkait

1.800 Polisi Gerebek Kampung Bahari, 26 Orang Diamankan
Kelompok Tumenggung Jon Serahkan 20 Pucuk Senjata Api Rakitan kepada Polres Merangin
Ruri Jumar Saef Prihatin!, Kasus Dugaan Penganiayaan Suarni di Probolinggo Berujung Prapradilan dan SP3, Kemana Arah Ke Adilan Korban?. 
Diduga Dikelola Wandri, PETI Excavator di Sungai Ulak Merangin Disorot
Diduga Milik Sukro, Aktivitas PETI di Mentawak Dikeluhkan Warga, Polres Merangin Diminta Bertindak
Ketua Dewan Pakar SUARA UTAMA Kolonel (Purn) Oktovianus Karundeng Berdiskusi dengan Staf Khusus Menteri Agama
DPRD dan Pemprov Babel Dorong Raperda Kelautan hingga Lingkungan Hidup
Bapelkum Bitung Goes to Campus, Bangun Generasi Sadar Hukum di Tengah Berlakunya KUHP Nasional
Berita ini 116 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 14:49 WIB

1.800 Polisi Gerebek Kampung Bahari, 26 Orang Diamankan

Minggu, 1 November 2026 - 11:56 WIB

Kelompok Tumenggung Jon Serahkan 20 Pucuk Senjata Api Rakitan kepada Polres Merangin

Minggu, 1 November 2026 - 10:45 WIB

Ruri Jumar Saef Prihatin!, Kasus Dugaan Penganiayaan Suarni di Probolinggo Berujung Prapradilan dan SP3, Kemana Arah Ke Adilan Korban?. 

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 18:49 WIB

Diduga Dikelola Wandri, PETI Excavator di Sungai Ulak Merangin Disorot

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:25 WIB

Diduga Milik Sukro, Aktivitas PETI di Mentawak Dikeluhkan Warga, Polres Merangin Diminta Bertindak

Berita Terbaru

Penggrebekan Kampung Bahari oleh Polres Jakarta Utara || Sumber : tribratanews.metro.polri.go.id

Berita Utama

1.800 Polisi Gerebek Kampung Bahari, 26 Orang Diamankan

Minggu, 1 Nov 2026 - 14:49 WIB

Chat via WhatsApp