Warga Resah, Aktivitas PETI Dompeng di Tanjung Lamin Disebut Makin Mendekati Permukiman

- Publisher

Jumat, 21 Agustus 2026 - 10:41 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

SUARA UTAMA,Merangin – Aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) menggunakan dompeng rakit di sekitar Desa Tanjung Lamin, Kecamatan Pamenang Barat, Kabupaten Merangin, kembali menjadi sorotan. Pasalnya, aktivitas yang disebut semakin marak tersebut kini diduga mulai merambah hingga mendekati kawasan permukiman warga.

Kondisi itu membuat sebagian masyarakat setempat mulai merasa resah. Warga mengkhawatirkan aktivitas dompeng yang sebelumnya berada cukup jauh dari permukiman, kini justru semakin mendekati lingkungan tempat tinggal mereka.

Salah seorang warga setempat yang meminta namanya tidak disebutkan kepada media ini mengatakan, keberadaan aktivitas PETI tersebut sudah cukup mengganggu ketenangan masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ya, mungkin kalau awal-awal dulu masih jauh dari pemukiman. Sekarang sudah dekat dengan pemukiman warga. Aktivitas PETI tersebut jadi sangat meresahkan,” ujar warga tersebut.

BACA JUGA :  Jaga Kesehatan, Perkuat Pembinaan. Warga Binaan Lapas Bangko Jalani Pemeriksaan Kesehatan

Menurutnya, masyarakat sebenarnya berharap aktivitas penambangan yang berada di sekitar aliran sungai dapat segera ditertibkan, terlebih apabila keberadaannya sudah berdekatan dengan rumah-rumah warga.

Selain persoalan keresahan masyarakat, aktivitas PETI tersebut juga dikhawatirkan menimbulkan dampak terhadap lingkungan sekitar. Penggunaan dompeng rakit dalam aktivitas penambangan berpotensi merusak aliran sungai, mengikis bantaran, mengganggu ekosistem perairan, serta meningkatkan risiko pencemaran lingkungan.

Sementara itu, berdasarkan informasi yang kembali dihimpun media ini dari warga lainnya pada Kamis, 20 Agustus 2026, disebutkan bahwa sejumlah personel kepolisian sempat mendatangi lokasi yang diduga menjadi tempat aktivitas PETI.

“Saya kemarin melihat ada beberapa dari pihak kepolisian datang ke lokasi. Saya lihat, cuma tidak ada penindakan dan razia. Saya tidak tahu apa yang dilakukan. Setelah itu keluar lagi rombongan anggota polisi. Kalau tidak salah dari Polsek Pamenang,” kata warga tersebut.

BACA JUGA :  Kasus Dugaan Provokasi Demo Desa Sungai Kapas, Ahmad Fahmi Soroti Dua Tersangka yang Belum Ditahan

Keterangan itu menimbulkan tanda tanya di tengah masyarakat mengenai maksud kedatangan aparat ke lokasi tersebut. Warga berharap apabila benar ditemukan aktivitas penambangan emas tanpa izin, aparat dapat melakukan pemeriksaan dan penindakan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Terlebih, informasi mengenai maraknya dompeng rakit di kawasan tersebut disebut bukan lagi menjadi persoalan yang sulit diketahui. Aktivitas yang berlangsung di sekitar aliran sungai dan disebut semakin mendekati permukiman membuat masyarakat meminta agar kondisi tersebut mendapat perhatian serius dari aparat penegak hukum.

Warga juga meminta agar penertiban dilakukan secara transparan dan tidak tebang pilih. Siapa pun yang terbukti terlibat maupun memberikan ruang bagi berlangsungnya aktivitas PETI diharapkan dapat diproses sesuai aturan yang berlaku.

BACA JUGA :  Bupati Merangin Siapkan Videotron Pertama, Perindah Kota Bangko dan Dorong PAD

Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Merangin, Polres Merangin maupun jajaran kepolisian terkait segera turun ke lapangan untuk memastikan kondisi sebenarnya. Jika memang ditemukan aktivitas PETI tanpa izin yang meresahkan warga, masyarakat meminta agar dilakukan tindakan tegas sebelum dampaknya semakin meluas.

Sebab, persoalan tersebut bukan hanya menyangkut aktivitas ekonomi ilegal, tetapi juga menyentuh aspek keselamatan warga, ketertiban lingkungan, serta keberlangsungan ekosistem sungai yang selama ini menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat sekitar.

Hingga berita ini ditulis, informasi mengenai adanya kedatangan personel kepolisian ke lokasi tersebut masih berdasarkan keterangan warga. Konfirmasi lebih lanjut dari pihak kepolisian maupun pemerintah setempat terkait tujuan kedatangan personel dan langkah penanganan aktivitas PETI tersebut masih diperlukan.

Penulis : Ady Lubis

Sumber Berita: Wartawan Suara Utama

Berita Terkait

Tenaga Ahli DPRD Merangin Jadi Sorotan, Tiga Nama Muncul: Isnedi Buka Suara
Yohanes Degei Tegaskan Ketertiban Ketertiban Jelang Peresmian Gereja Katolik Idakebo
Kepsek Ancelina: HUT ke-63 Jadi Momentum Kemajuan Pendidikan SMP YPPK Fransiskus Moanemani
Lapas Sarolangun Panen Ikan Lele, Dorong Ketahanan Pangan dan Kemandirian Warga Binaan
Umat Stase Goodide Kembangkan Literasi Iman melalui Buku 50 Tahun Pelayanan Katekis Germanus Goo
Bupati Yudas Tebai Serahkan Bantuan Rp300 Juta Untuk Peresmian Gereja
Bansos Tak Kunjung Diterima, Imil Warga Dusun Bangko Minta Bupati Turun Tangan
Irjen Pol Dekananto Eko Purwono Resmi Ditunjuk Jadi Kapolda Jawa Timur
Berita ini 354 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:11 WIB

Tenaga Ahli DPRD Merangin Jadi Sorotan, Tiga Nama Muncul: Isnedi Buka Suara

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:22 WIB

Yohanes Degei Tegaskan Ketertiban Ketertiban Jelang Peresmian Gereja Katolik Idakebo

Senin, 5 Oktober 2026 - 13:58 WIB

Kepsek Ancelina: HUT ke-63 Jadi Momentum Kemajuan Pendidikan SMP YPPK Fransiskus Moanemani

Senin, 5 Oktober 2026 - 12:21 WIB

Lapas Sarolangun Panen Ikan Lele, Dorong Ketahanan Pangan dan Kemandirian Warga Binaan

Minggu, 4 Oktober 2026 - 16:51 WIB

Bupati Yudas Tebai Serahkan Bantuan Rp300 Juta Untuk Peresmian Gereja

Berita Terbaru

https://mancingjitu.com/