SUARA UTAMA, BERAU. Tersebar dugaan isu yang berkembang berkaitan dengan dugaan pembayaran uang muka pada proyek pembangunan RSUD Abdul Rivai. Informasi yang beredar menyebutkan adanya pencairan dana dalam persentase tertentu sebelum progres fisik pekerjaan dilaksanakan oleh kontraktor. Meski dedemikian Kebenaran informasi tersebut masih menunggu konfirmasi dari pikah terkait.
Di sisi lain, isu mengenai kekosongan obat juga menjadi perhatian. Kabar tersebut telah beredar dalam beberapa bulan terakhir. Jika terbukti, kondisi ini dinilai dapat memengaruhi kualitas pelayanan kepada pasien. Namun hingga kini, belum ada penjelasan resmi dari manajemen rumah sakit terkait hal tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Upaya wartawan untuk mengonfirmasi yang dilakukan kepada pihak manajemen RSUD Abdul Rivai melalui App whatsapp belum mendapatkan tanggapan. Kita, masyarakat ingin ada keterbukaan informasi yang berkembang dapat segera diklarifikasi secara terbuka. Transparansi dinilai penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan, sekaligus menjadi dasar perbaikan apabila ditemukan kekurangan dalam pengelolaan.
Isu terkait hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Kalimantan Timur terhadap pengelolaan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) di RSUD Abdul Rivai menjadi perhatian publik di Kabupaten Berau.
Sejumlah informasi yang beredar didalam menyebutkan adanya temuan dalam pengelolaan keuangan dan operasional rumah sakit. Disebut-sebut, jumlah temuan mencapai puluhan poin. Namun demikian, hingga saat ini belum terdapat rilis resmi dari BPK yang dapat dikonfirmasi secara terbuka.
Penulis : Rudi salam
Sumber Berita: Wartawan Suara Utama











