Klarifikasi Kepala SMA Hayatul Islam Desa Roto Perihal Beredar nya Informasi Dugaan Pungli, Ini Faktanya 

- Publisher

Selasa, 2 Juni 2026 - 11:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

 

SUARA UTAMA, Probolinggo – Klarifikasi kepala SMA Hayatul Islam Desa Roto kecamatan Krucil kabupaten Probolinggo Jawa Timur. Atas penayangan pemberitaan sebelumnya dengan judul “Diduga Telah Terjadi Praktek Pungli Dana Bantuan PIP di SMA Hayatul Islam Desa Roto Kecamatan Krucil” yang di terbitkan pada tanggal 31 Mei 2026.

Kepala SMA Hayatul Islam Desa Roto “Matra’i” Mengklarifikasi dugaan tersebut. Menurutnya, pihak lembaga tidak pernah mewajibkan Siswa Siswi nya (penerima dana bantuan PIP) untuk menyerahkan sebagian bantuan yang di terimanya kepada pihak lembaga. 02/06/2026.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Perlu kami luruskan bahwa tidak pernah ada kewajiban ataupun permintaan dari sekolah kepada siswa penerima PIP untuk menyerahkan sebagian dana bantuan. “Tegas nya.

BACA JUGA :  Statement Kontradiktif, Oknum Sekda Ketua Pansel Calon Direktur Perumdam Tirta Argapura Terindikasi Melanggar Undang Undang 

Salah satu rekan kepala sekolah yang berprofesi sebagai guru di SMA Hayatul Islam Desa Roto menjelaskan kronologis terkait mencuat nya dugaan pungli tersebut. Menurutnya, Kepala SMA Hayatul Islam pada saat itu menolak pemberian sukarela siswa di karenakan bantuan tersebut adalah hak para anak didiknya.

“Kronologinya, saat pencairan dana PIP, beberapa siswa secara sukarela dan atas inisiatif sendiri datang ke sekolah dengan maksud memberikan uang sebesar Rp150 ribu kepada lembaga. Namun saat itu, Kepala SMA Hayatul Islam, Matra’i, menolak menerima uang tersebut karena dana PIP merupakan hak penuh siswa yang tidak boleh dipotong dalam bentuk apa pun. “Katanya.

BACA JUGA :  Kebun Sawit Diduga Digusur Perusahaan, Warga Gurimbang Kehilangan Mata Pencarian

Ia kembali menegaskan, di karenakan pemberian anak didiknya di tolak oleh kepala sekolah, para siswa siswi SMA Hayatul Islam secara bersama-sama dan kompak memberikan uang sukarela yang di titipkan kepada lembaga. Namun, Menurut uang titipan tersebut di kembalikan pada ke esokan hari nya.

“Karena para siswa datang secara kompak dan tetap meminta agar uang tersebut diterima oleh lembaga, akhirnya uang itu dititipkan sementara di sekolah. Namun uang tersebut hanya berada di lembaga selama satu malam dan keesokan harinya langsung dikembalikan secara utuh kepada para siswa. Tidak ada satu rupiah pun yang digunakan atau dimanfaatkan oleh pihak sekolah karena kami memahami bahwa dana PIP adalah hak siswa sepenuhnya. “Tegas nya.

BACA JUGA :  Belum Seumur Jagung, Oknum Kepala PDAM  Unit Pedagangan Terindikasi Dugaan Melakukan Praktek Pungli di Dusun Nangger 

Ia berharap, kepada masyarakat agar mendapatkan informasi secara utuh di karenakan komitmen lembaga dalam penyaluran dana PIP sesuai aturan dan undang-undang yang berlaku.

“Oleh sebab itu, kami berharap masyarakat mendapatkan informasi yang utuh dan berimbang. Sekolah berkomitmen menjalankan penyaluran PIP sesuai aturan yang berlaku dan memastikan seluruh dana diterima penuh oleh siswa penerima manfaat. “Imbuh nya.

Penulis : Ali Misno

Berita Terkait

pekerja mengaku bekerja di PT BAR site PT BERAU COAL. mengeluhkan pembayaran upah molorrr.!
Akhirnya Kepala Kemenag Kabupaten Probolinggo Buka Suara, Pakopak Ikut Angkat Bicara Terkait Tukin P3K Tahun 2025
Pertamax Rp16.650 per Liter: Rakyat Dipaksa Menyesuaikan. UMKM, Hingga Pengemudi Transportasi Terasa Dampaknya.
Polres Maros Bersihkan Rumah Ibadah Sambut Hari Bhayangkara ke-80
Tukin Diduga Belum Terbayar Selama Lima Bulan di Tahun 2025, P3K di Bawah Naungan Kemenag Kab. Probolinggo Menunggu Kepastian 
Kecewa, Surat Undangan Resmi Terindikasi Tidak di Indahkan Oleh Oknum Kepala SPPG Karanggeger 1 Hingga Mediasi Gagal 
Abaikan Penolakan Lama Warga, Lapangan Japati Caringin Kini Justru Jadi Sumber Petaka Kebakaran Dua Hari Berturut-turut
Air Laut Surut Mendadak Dan naik/ pasang, secara cepat tidak seperti biasa. Usai Gempa, Warga Pesisir Berau Panik.
Berita ini 69 kali dibaca

Komentar

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 21:17 WIB

pekerja mengaku bekerja di PT BAR site PT BERAU COAL. mengeluhkan pembayaran upah molorrr.!

Rabu, 10 Juni 2026 - 20:34 WIB

Akhirnya Kepala Kemenag Kabupaten Probolinggo Buka Suara, Pakopak Ikut Angkat Bicara Terkait Tukin P3K Tahun 2025

Rabu, 10 Juni 2026 - 10:24 WIB

Pertamax Rp16.650 per Liter: Rakyat Dipaksa Menyesuaikan. UMKM, Hingga Pengemudi Transportasi Terasa Dampaknya.

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:39 WIB

Polres Maros Bersihkan Rumah Ibadah Sambut Hari Bhayangkara ke-80

Selasa, 9 Juni 2026 - 20:25 WIB

Tukin Diduga Belum Terbayar Selama Lima Bulan di Tahun 2025, P3K di Bawah Naungan Kemenag Kab. Probolinggo Menunggu Kepastian 

Berita Terbaru