Seakan Kebal Hukum, Aktivitas PETI Milik Slamet Cs di Desa Mentawak Melenggang Bebas

- Jurnalis

Minggu, 12 Mei 2024 - 10:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Lokasi PETI di Desa Mentawak

Foto: Lokasi PETI di Desa Mentawak

SUARA UTAMA, MERANGIN — Kendati aparat terkait di Kabupaten Merangin telah melakukan razia terhadap penambang emas tanpa izin (PETI), namun hingga kini belum membawa hasil maksimal, bahkan aktivitas PETI masih merajalela di daerah ini.Sekalipun kasus PETI tersebut sudah dilaporkan ke pihak penegak hukum, namun aktivitas PETI malah semakin merajalela, seolah-olah kebal hukum, bahkan tak sedikit para pelaku PETI adalah tokoh masyarakat.

Seperti yang terjadi Desa Mentawak, Kecamatan Nalo Tantan, Kabupaten Merangin, Jambi ini, terlihat beberpa Set Dompeng milik Slamet Cs menggelegar, bahkan lokasi Tersebut tidak jauh dari pemukiman warga setempat dan SMKN 2 Merangin.

BACA :  Wow.. Jasa Pengawalan Alat Berat Excavator Untuk PETI di Merangin Capai Puluhan Juta Rupiah

Terpantau, ketika beberapa Crew media ini menghampiri lokasi tersebut, (10/5/24) salah satu warga setempat mengatakan jika beberapa Set Mesin Dompeng tersebut milik Warga desa setempat diantaranya bernama Slamet.

ADVERTISEMENT

IMG 20240411 WA00381 Seakan Kebal Hukum, Aktivitas PETI Milik Slamet Cs di Desa Mentawak Melenggang Bebas Suara Utama ID Mengabarkan Kebenaran | Website Resmi Suara Utama

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ya bang, itu punya Slamet,” demikian ucap salah seorang warga setempat yang enggan di tulis namanya. Sabtu (10/5/24).

Sementara itu Slamet ketika hendak di konfirmasi oleh media ini di kediamannya dirinya tidak berada di tempat.

Lembaga Swadaya Masyarakat HAM INDONESIA Melalui Ketua DPD Kabupaten Merangin Larisman Sinaga sangat menyesalkan aktivitas PETI penambangan illegal di area tersebut, menurutnya Keberadaan penambangan emas illegal di Kabupaten Merangin sudah sangat mencemaskan, tidak hanya areal masyarakat yang diaduk-aduk untuk mengambil emas, tetapi juga sudah masuk ke dalam kawasan hutan, sebagaimana yang terjadi di Desa Mentawak, menurutnya harus ada tindakan nyata dari Aparat penegak hukum dan memberi efek jera,Menurutnya, tanpa ada penindakan yang tegas dan membuat jera, ke depan sungai-sungai di Jambi akan semakin habis digasak oleh para penambang emas illegal ini.

BACA :  Menelisik Korban Peluru Nyasar Warga Desa Selango Saat Berburu Rusa, Siapa Pelakunya..?

“Kita sama tahu bahwa emas itu sumber daya yang terbatas, ketika habis, ya sudah cari areal baru, lahan yang lama ditinggal dengan kerusakan yang parah. Dan ini menjadi masalah ekologis baru bagi masyarakat sekitarnya, paling tidak banjir dan longsor, belum lagi jika dihitung dampak pencemaran sungai sungai akibat penggunaan bahan kimia mercuri,” kata Larisman.

BACA :  Letjen TNI I Nyoman Cantiasa: Dharma Santi Dorong Kemajuan Generasi Muda

Untuk itu, ia menghimbau agar pemerintah menegakkan aturan dan melakukan penertiban yang membuat efek jera untuk semua pelaku penambangan emas ilegal.

“Hutan kita sudah semakin sempit, bencana ekologis sudah sangat sering menghampiri kita, peringatan alam sudah sangat sering menyapa kita. Tinggal kita bertindak dan tentu dalam kerangka negara hukum kita harapkan aparat negara yang terdepan dalam memberantas kejahatan ekologi ini,” demikian ucap Larisman.

 

Penulis : Ady Lubis

Sumber Berita : Wartawan Suara Utama

Berita Terkait

Aktivitas PETI Gunakan Alat Berat Diduga Milik Kades Ngaol Beraksi dan Rusak Jalan Kabupaten
Menelisik Korban Peluru Nyasar Warga Desa Selango Saat Berburu Rusa, Siapa Pelakunya..?
Petinggi Diskes Kampar ‘Kesalkan’ Permasalahan Di Puskesmas Laboy Jaya Bocor Keluar
LSM HAM Desak Polisi Ungkap Pelaku Penembakan Peluru Nyasar Warga Desa Selango
Oknum Aparat Penegak Hukum(APH) Melakukan Perbuatan Asusila , PRT Yang Jadi Korbannya
Kapolda Riau Mangkir Disidang Praperadilan, Eks Kadiskes Kampar Kecewa.
Beredar Kabar Satu Buah Excavator Untuk PETI Milik Aep di Pamenang Selatan dimankan Polisi
Pengurus Perbakin Aceh Utara Gelar Raker, ini Agenda Pembahasannya
Berita ini 91 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 19 Mei 2024 - 13:47 WIB

Aktivitas PETI Gunakan Alat Berat Diduga Milik Kades Ngaol Beraksi dan Rusak Jalan Kabupaten

Rabu, 15 Mei 2024 - 19:02 WIB

Petinggi Diskes Kampar ‘Kesalkan’ Permasalahan Di Puskesmas Laboy Jaya Bocor Keluar

Rabu, 15 Mei 2024 - 08:06 WIB

LSM HAM Desak Polisi Ungkap Pelaku Penembakan Peluru Nyasar Warga Desa Selango

Selasa, 14 Mei 2024 - 19:44 WIB

Oknum Aparat Penegak Hukum(APH) Melakukan Perbuatan Asusila , PRT Yang Jadi Korbannya

Selasa, 14 Mei 2024 - 15:40 WIB

Kapolda Riau Mangkir Disidang Praperadilan, Eks Kadiskes Kampar Kecewa.

Senin, 13 Mei 2024 - 06:11 WIB

Beredar Kabar Satu Buah Excavator Untuk PETI Milik Aep di Pamenang Selatan dimankan Polisi

Minggu, 12 Mei 2024 - 22:27 WIB

Pengurus Perbakin Aceh Utara Gelar Raker, ini Agenda Pembahasannya

Minggu, 12 Mei 2024 - 19:31 WIB

Anggaran Fantastis Namun Tak Bermanfaat, LSM-HAM Soroti Pembangunan MCK di Ponpes Nurul Ath’Fal Desa Simpang Limbur

Berita Terbaru

Pendidikan

Heboh Tata Kelola Perguruan Tinggi: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Minggu, 19 Mei 2024 - 12:15 WIB

FOTO : Hewan Sapi/Hikmah dalam Berqurban dalam Mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa ta'ala (Mas Andre Hariyanto/Suara Utama ID)

Berita Utama

Rumah Zakat Dukung Qurban untuk Gaza

Sabtu, 18 Mei 2024 - 21:02 WIB