Diduga Milik Yuki, Excavator PETI di Desa Lubuk Beringin Makin Tak Terkendali

- Publisher

Minggu, 12 April 2026 - 20:14 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

SUARA UTAMA, Merangin – Aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) di Desa Lubuk Beringin, Kecamatan Muara Siau, Kabupaten Merangin, kian mengkhawatirkan. Penggunaan alat berat jenis excavator di wilayah tersebut dilaporkan semakin marak dan tak terkendali, memicu keresahan warga serta kerusakan lingkungan yang kian parah.

Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini di lapangan pada Minggu (12/4/2026), warga setempat mengungkapkan bahwa aktivitas PETI di desa tersebut terus meningkat. Bahkan, alat berat yang beroperasi disebut-sebut milik seorang berinisial Yuki, dengan lokasi kerja terkini berada di kawasan Sengaak hingga Bukit Sulah.

“Semakin menggila, Bang. Excavator yang bekerja di Lubuk Beringin itu sekarang pindah ke Sengaak di Bukit Sulah,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Fenomena ini menunjukkan bahwa praktik tambang ilegal bukan lagi hal baru di wilayah Kabupaten Merangin. Meski aparat penegak hukum, baik dari Polres Merangin maupun Polda Jambi, telah beberapa kali melakukan penindakan, namun aktivitas tersebut tetap berulang tanpa efek jera.

Sebelumnya, Polda Jambi diketahui telah mengamankan dua unit alat berat excavator di wilayah Sekancing, Kecamatan Tiang Pumpung. Namun, penindakan tersebut dinilai belum cukup kuat untuk menghentikan laju aktivitas PETI. Warga menyebut, setiap satu pelaku ditangkap, justru muncul lima hingga sepuluh penambang baru di lokasi lain.

BACA JUGA :  Diduga Pungut Iuran dari Bos PETI untuk Rehab Jembatan Gantung, Pemdes Mudo Jadi Sorotan Publik

Maraknya aktivitas PETI dengan penggunaan alat berat memberikan dampak serius terhadap lingkungan. Beberapa dampak yang mulai dirasakan antara lain:

Kerusakan hutan dan lahan: Pembukaan lahan secara masif menyebabkan hilangnya vegetasi alami dan habitat satwa.

Pencemaran air: Limbah tambang, termasuk penggunaan bahan kimia berbahaya, mencemari sungai yang menjadi sumber air masyarakat.

Erosi dan longsor: Struktur tanah yang rusak akibat pengerukan meningkatkan risiko bencana alam.

Menurunnya kualitas hidup masyarakat: Air bersih sulit didapat, serta lahan pertanian rusak sehingga berdampak pada ekonomi warga.

Kondisi ini jika dibiarkan berlarut-larut dikhawatirkan akan menimbulkan kerusakan permanen yang sulit dipulihkan.

Warga kini mendesak aparat penegak hukum untuk turun langsung ke Kecamatan Muara Siau, khususnya di Desa Lubuk Beringin yang disinyalir menjadi salah satu pusat aktivitas PETI dengan alat berat.

BACA JUGA :  LSM HAM Merangin Soroti PETI Milik Ngadri di Sungai Kapas, Desak Polisi Turun ke Lapangan

Penindakan yang tegas dan berkelanjutan dinilai sangat diperlukan agar memberikan efek jera bagi para pelaku. Tanpa langkah konkret, aktivitas ilegal ini diperkirakan akan terus berkembang dan semakin merusak lingkungan.

“Jangan sampai Lubuk Beringin jadi sarang PETI yang dibiarkan. Kami berharap aparat benar-benar turun dan menindak tegas,” tegas warga lainnya.

Hingga berita ini diterbitkan, aktivitas penambangan emas ilegal di wilayah tersebut masih berlangsung. Masyarakat berharap adanya perhatian serius dari aparat penegak hukum demi menyelamatkan lingkungan dan masa depan generasi mendatang.

Penulis : Ady Lubis

Sumber Berita: Wartawan Suara Utama

Berita Terkait

Kolaborasi KKN UMAHA dan Posyandu Karang Tanjung, Perkuat Kepedulian terhadap Kesehatan Warga
BEMNUS Sulawesi Barat Soroti Rencana Pengangkatan Kembali Nakes PPPK di Mamuju : “Jangan Jadikan Tenaga Kesehatan Korban Kebijakan Anggaran
Bapelkum Bitung Dorong Pelayanan Hukum Makin Dekat dengan Masyarakat
Jam Pelayanan Masih Berlangsung, BEMNUS Sulbar Soroti Kosongnya Loket Layanan Disdikpora Majene
Semangat Pengayoman Menggelora, Bapelkum Bitung Meriahkan Fun Walk Sambut HUT RI ke-81
Semarak HUT RI ke-81, Lapas Kelas IIB Bangko Gelar Cek Kesehatan Gratis untuk Warga Binaan, Keluarga dan Masyarakat
Bapelkum Bitung Tebar Kepedulian, Bagikan Sembako untuk Security dan TAD Sambut HUT RI ke-81
Bapelkum Bitung dan BNNK Perkuat Sinergi Sambut HUT RI ke-81
Berita ini 491 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 19:17 WIB

Kolaborasi KKN UMAHA dan Posyandu Karang Tanjung, Perkuat Kepedulian terhadap Kesehatan Warga

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 15:24 WIB

BEMNUS Sulawesi Barat Soroti Rencana Pengangkatan Kembali Nakes PPPK di Mamuju : “Jangan Jadikan Tenaga Kesehatan Korban Kebijakan Anggaran

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 11:19 WIB

Bapelkum Bitung Dorong Pelayanan Hukum Makin Dekat dengan Masyarakat

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 00:07 WIB

Jam Pelayanan Masih Berlangsung, BEMNUS Sulbar Soroti Kosongnya Loket Layanan Disdikpora Majene

Jumat, 7 Agustus 2026 - 16:39 WIB

Semarak HUT RI ke-81, Lapas Kelas IIB Bangko Gelar Cek Kesehatan Gratis untuk Warga Binaan, Keluarga dan Masyarakat

Berita Terbaru

mancingjitu slot thailand slot thailand