IPMADO Nabire Gelar demo Tuntut Pengusutan Kasus Dogiyai Berdarah

- Publisher

Senin, 11 Mei 2026 - 22:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAUTAMA,Nabire- awal kronologi Situasi keamanan di Kabupaten Dogiyai memanas menyusul insiden berdarah yang terjadi sejak 31 Maret sampai 2 April  2026.

Peristiwa yang kemudian dikenal sebagai “Dogiyai Berdarah” bermula dari ditemukannya jasad seorang anggota polisi, Bripda Juventus Edowai, di dalam selokan depan Gereja Kingmi Ebenezer pada Selasa (31/3/2026).

Pasca penemuan tersebut, situasi di wilayah Moanemani dilaporkan mencekam. Warga menyebut terjadi penyisiran aparat di sejumlah kampung di Distrik Kamuu yang berujung pada jatuhnya korban sipil.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Laporan awal dari masyarakat dan kelompok advokasi HAM menyebut sedikitnya lima warga sipil meninggal dunia dan enam lainnya mengalami luka tembak berat.

Beberapa korban yang disebutkan antara lain Siprianus Tibakoto yang dilaporkan tertembak di bagian kepala, Yulita Pigai seorang lansia lumpuh yang disebut meninggal di rumahnya, serta Martinus Yobee yang masih berusia remaja.

BACA JUGA :  PETI Excavator Diduga Milik Juri di Lubuk Beringin Tuai Kecaman, Warga Minta Polda Jambi Turun Tangan

Hingga awal April 2026, warga dilaporkan mengungsi ke tempat yang dianggap aman karena khawatir akan operasi lanjutan aparat keamanan.

IPMADO Kota Studi Nabire bersama solidaritas Melakukan aksi demontrasi damai pada Senin, 11 Mei 2026, di Nabire, Papua Tengah. 

Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk solidaritas terhadap korban peristiwa “Dogiyai Berdarah” yang terjadi di Dogiyai pada akhir Maret sampai 2 April 2026.

Aksi dimulai sejak pagi hari dari beberapa titik kumpul massa, di antaranya Asrama Dogiyai Jalan Dosa BMW, Pasar Karang, USWIM, dan Siriwini.

Massa aksi melakukan orasi, konsolidasi, dan negosiasi dengan aparat keamanan terkait rencana long march menuju Kantor DPR Papua Tengah, pada Senin (11/05).

BACA JUGA :  Direktur RSUD Waluyo Jati Klarifikasi Perihal Oknum Pegawai Non ASN Yang Viral Atas Pengakuan Nya

Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyuarakan tuntutan agar pemerintah dan aparat keamanan segera mengusut tuntas peristiwa Dogiyai Berdarah yang menelan korban jiwa warga sipil.

Kordinator umum marius Petege, juga meminta dibentuknya tim investigasi independen untuk menyelidiki dugaan pelanggaran HAM yang terjadi selama insiden di Dogiyai.

Ia menambah, Koalisi Penegak Hukum dan HAM Papua bersama pelajar dan mahasiswa dogiyai mendesak dibentuknya tim investigasi independen untuk mengusut dugaan pelanggaran HAM dalam peristiwa tersebut,jelas petege.

Mereka menilai insiden di Dogiyai menjadi salah satu kasus serius di wilayah Meepago karena adanya korban sipil, termasuk anak-anak dan lansia.

Ia katakan Selama aksi berlangsung, aparat keamanan tampak berjaga di sejumlah titik di Kota Nabire.

BACA JUGA :  Kecewa, Surat Undangan Resmi Terindikasi Tidak di Indahkan Oleh Oknum Kepala SPPG Karanggeger 1 Hingga Mediasi Gagal 

Beberapa kali terjadi negosiasi antara koordinator lapangan dan pihak kepolisian mengenai jalur aksi dan long march massa menuju Kantor DPR Papua Tengah,ujarnya.

Meski sempat mengalami pembatasan pergerakan, massa aksi akhirnya berkumpul di titik Pasar Karang sebelum bergerak bersama secara damai, ujarnya petege.

Aksi demontrasi damai tersebut berlangsung dengan pengawalan aparat keamanan dan menjadi bagian dari seruan mahasiswa Papua untuk meminta keadilan bagi korban peristiwa Dogiyai Berdarah.

Sejumlah organisasi mahasiswa menegaskan aksi tersebut merupakan bentuk solidaritas terhadap korban peristiwa Dogiyai Berdarah sekaligus tuntutan agar pemerintah dan aparat keamanan mengusut tuntas kasus tersebut secara transparan dan adil.

Berita Terkait

Santunan 28 Anak Yatim Piatu Warnai Peringatan 10 Muharram di Desa Tambang Baru
Polres Barsel Bedah Rumah Warga Keladan
Keadilan Tak Boleh Jauh, Bapelkum Bitung Perkuat Posbankum Desa
Perkuat Deteksi Dini Gangguan Kamtib, Lapas Bangko Gelar Razia Rutin Blok Hunian Warga Binaan
Polres Barsel Ziarah ke TMP Abdi Kencana: Komitmen Lanjutkan Pengabdian Pahlawan
Polres Maros Gelar Dzikir dan Doa Bersama Sambut Hari Bhayangkara Ke-80
Menjadi Cahaya di Tengah Keterbatasan, WBP Lapas Bangko Diajak Menebar Manfaat bagi Sesama
Wakil Bupati Majene Pimpin Rakor Teknis Penyelarasan Program Prioritas Nasional dan Daerah Tahun 2027
Berita ini 54 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 21:23 WIB

Santunan 28 Anak Yatim Piatu Warnai Peringatan 10 Muharram di Desa Tambang Baru

Kamis, 25 Juni 2026 - 21:11 WIB

Polres Barsel Bedah Rumah Warga Keladan

Kamis, 25 Juni 2026 - 20:43 WIB

Keadilan Tak Boleh Jauh, Bapelkum Bitung Perkuat Posbankum Desa

Kamis, 25 Juni 2026 - 15:15 WIB

Perkuat Deteksi Dini Gangguan Kamtib, Lapas Bangko Gelar Razia Rutin Blok Hunian Warga Binaan

Kamis, 25 Juni 2026 - 11:30 WIB

Polres Maros Gelar Dzikir dan Doa Bersama Sambut Hari Bhayangkara Ke-80

Berita Terbaru

Hukum

Keluhan Warga Soal Dugaan Antrean Solar di Barru

Kamis, 25 Jun 2026 - 21:48 WIB

Nasional

Polres Barsel Bedah Rumah Warga Keladan

Kamis, 25 Jun 2026 - 21:11 WIB

Berita Utama

Keadilan Tak Boleh Jauh, Bapelkum Bitung Perkuat Posbankum Desa

Kamis, 25 Jun 2026 - 20:43 WIB