Manuver Politik Mencitrakan Presiden Anti Media: Fakta Anies Baswedan Sebagai Ilustrasi

- Publisher

Selasa, 30 September 2025 - 12:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta,30/09/25-

Belakangan ini muncul manuver politik yang mencoba membangun kesan seolah-olah Presiden bersikap anti media. Framing semacam ini berbahaya karena dapat menyesatkan publik, merusak relasi strategis antara pemerintah dengan pers, serta melemahkan demokrasi.

Media memiliki fungsi kontrol, sementara pemerintah berkewajiban menjamin kebebasan pers sebagaimana diatur dalam UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Karena itu, narasi yang diarahkan untuk mengadu domba Presiden dengan media patut diwaspadai, sebab seringkali bukan didasari fakta, melainkan strategi politik kelompok tertentu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Untuk memperjelas bagaimana framing media bisa dimainkan, kita bisa menilik beberapa fakta dan kontroversi yang menyertai Anies Baswedan, figur politik yang kerap menjadi sorotan:

BACA JUGA :  Waspada Heat Exhaustion di Musim Panas, Kenali Gejala dan Cara Pencegahannya

1. Klaim “sahabat Amerika Serikat”
Tahun 2009, telegram diplomatik AS menyebut Anies sebagai akademisi moderat. Fakta lama ini dipelintir sebagai narasi politik baru untuk membangun stigma tertentu.

2. Isu pemecatan sebagai menteri
Beredar klaim bahwa Anies dicopot dari kursi Menteri Pendidikan karena membongkar anggaran. Faktanya, berdasarkan cek fakta, klaim itu tidak benar dan hanya kampanye opini semata.

3. Ketegangan dengan media soal data infrastruktur
Tim Anies sempat menyalahkan media ketika data pembangunan jalan tol SBY–Jokowi dikoreksi. Hal ini menunjukkan bagaimana narasi media bisa memicu gesekan antara tokoh politik dan publik.

BACA JUGA :  Jaga Keberlanjutan Bisnis, Advokat Roszi Krissandi Tekankan Pentingnya Audit Hukum Berkala bagi Perusahaan

4. Kampanye identitas di Pilkada DKI 2017
Isu SARA mewarnai Pilkada Jakarta yang dimenangkan Anies. Narasi media kala itu memperbesar sentimen identitas, dan framing politik jelas ikut bermain.

5. Fakta viral & roasting publik
Dari unggahan pertemuan dengan dosen pembimbing hingga jadi bahan roasting komika, Anies kembali menjadi contoh bagaimana media dan ruang publik digital membentuk citra politik seseorang.

BACA JUGA :  Lapas Kelas IIB Bangko dan BPS Merangin Perkuat Sinergi Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Kesimpulan

Kasus Anies Baswedan memperlihatkan bahwa narasi “anti media” sering kali tidak lepas dari permainan framing. Fakta-fakta bisa dipelintir, dimanipulasi, atau diperbesar untuk kepentingan politik tertentu. Karena itu, setiap tuduhan terhadap Presiden yang disebut anti pers harus dihadapi dengan sikap kritis.

Kami menegaskan: demokrasi akan runtuh bila media dijadikan alat propaganda politik. Insan pers wajib menjaga independensi, sementara publik harus cerdas membaca arah manuver politik agar tidak mudah digiring oleh framing sesat.

Penulis : Tim wartawan

Editor : Tim wartawan

Berita Terkait

Bom Waktu Sampah di Jantung Kota Buntok
Menkum Dorong Reformasi Royalti Global di Forum WIPO
Fasilitas Umum di Bongkar, Pertanggung Jawaban Masih Misteri, BPN atau Pemerintah Desa Gading Kulon 
Tomas Tiris Angkat Bicara, Sopir Elf Meminta Pihak Pihak Terkait Bertanggung Jawab Atas Pemasangan Portal Desa Segaran 
Warga Sambaliung Resah, Aktivitas Galian C Diduga Ilegal Milik GWN Dituding Rusak Jalan dan Ancam Keselamatan
Pers Harus Dilindungi, Pemred SUARA UTAMA, Andre Hariyanto Kecam Dugaan Penganiayaan Wartawan Suara Utama di Merangin Jambi
Perkuat Tata Kelola PAW, BK DPRD Kaltim Gelar Studi Banding ke Kukar
Kekosongan Jabatan ASN Di Barsel Diisi PLT, Tunggu Restu BKN
Berita ini 66 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 8 Juli 2026 - 11:26 WIB

Bom Waktu Sampah di Jantung Kota Buntok

Selasa, 7 Juli 2026 - 19:28 WIB

Menkum Dorong Reformasi Royalti Global di Forum WIPO

Selasa, 7 Juli 2026 - 11:08 WIB

Fasilitas Umum di Bongkar, Pertanggung Jawaban Masih Misteri, BPN atau Pemerintah Desa Gading Kulon 

Selasa, 7 Juli 2026 - 09:55 WIB

Tomas Tiris Angkat Bicara, Sopir Elf Meminta Pihak Pihak Terkait Bertanggung Jawab Atas Pemasangan Portal Desa Segaran 

Senin, 6 Juli 2026 - 20:44 WIB

Warga Sambaliung Resah, Aktivitas Galian C Diduga Ilegal Milik GWN Dituding Rusak Jalan dan Ancam Keselamatan

Berita Terbaru

Foto : Tempat Pembuangan Sementara (TPS) Sampah, disisi Gang Tajuk dan Termbok kantor Pemkab Barito Selatan. Selasa (07/07/2026). Ahmad Arbani /Wartawan Suara Utama

Berita Utama

Bom Waktu Sampah di Jantung Kota Buntok

Rabu, 8 Jul 2026 - 11:26 WIB

Nasional

Menkum Dorong Reformasi Royalti Global di Forum WIPO

Selasa, 7 Jul 2026 - 19:28 WIB